
Raka tersenyum saat melihat wajah Ina memegang kembali. Ini pertemuannya ketiga setelah kembali ke ke negara ini. Dia memang merancang agar mereka bertemu kembali.
Ina segera menghampiri Raka karena ia tidak mau lelaki itu merusak kebahagiaan adiknya. Dia tidak bisa harus bersembunyi dari lelaki itu. Dia harus menyelesaikan dengan segera.
"Ngapain kamu datang kesini?" tanya Ina dengan marah.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? harusnya kamu tau bahwa aku pasti datang karena di undang oleh Zayyan." jawabnya dengan tersenyum.
"Apa maksud kamu mendekati kami kembali ha?" tanya Ina heran dengan lelaki itu. Dia kuatir bahwa lelaki ini ada maunya.
"Mendekati kamu? aku tidak terpikir untuk mendekati kamu, saya dan Zayyan sudah berteman lama, dan mana aku tau bahwa kamu sekretaris dia, atau jangan-jangan ini kesempatan kamu untuk bisa lebih dekat dengan aku lagi? lelaki yang kamu gilai." ucap lelaki itu dengan senyum jahatnya.
"Jangan pernah bermimpi." jawab Ina dengan wajah memerah karena marah.
"Makin marah makin cantik, apakah gadis itu anak kita bersama?" tanya Raka masih tersenyum.
__ADS_1
Ina melihat ke arah yang di tunjuk oleh Raka. Dia kaget saat melihat gadis yang di maksud adalah Zella.
"Anak kita? emang kita pernah menikah? jangan mimpi di siang bolong." ucap Ina segera menjawab agar lelaki itu tidak bisa menebak bahwa anak itu adalah anaknya.
"Kamu tidak pernah menikah jadi itu anak yang kamu kandung hasil perbuatan kita." jawab Raka masih tersenyum.
"Kamu sendiri yang menolak kehadiran anak itu, bahkan kamu sendiri yang tidak mengakui itu bukan anak kamu." jawab Ina.
Raka kembali ingat ke masa lalu. Ia sendiri ingat betapa hancur wanita yang berdiri di depannya ini.Akan tetapi prediksi dia meleset karena wanita ini berdiri di depannya dengan sangat cantik. Bahkan wanita ini sukses melewati semuanya penderitaan yang ia berikan.
"Kalian sedang apa di sini?" tanya Zahran yang heran melihat Ina dan Raka berdiri berduaan.
Ina sangat kaget dengan kedatangan Zahran sedangkan Raka tanpa biasa saja. Namun keduanya tidak menjawab pertanyaan Zahran.
"Kenapa pada diam aja? kalian membicarakan apa sih? kok wajahnya Ina tegang banget."
__ADS_1
"Kami bahas proyek dan ada sedikit masalah makanya agak ada perdebatan sedikit." ucap Ina dengan cepat.
"Kamu ini na sangat bersemangat sekali, bisa - bisanya bahas proyek di acara pernikahan bos." jawab Zahran menggelengkan kepala dengan sikap Ina yang memang gigih dan rajin.
"Aku suka dengan sekretaris Zayyan." ucap Raka membuat Ina kaget mendengar pernyataan lelaki itu.
"Maksud kamu?" tanya Zahran juga bingung dengan kalimat ambigu Raka.
"Aku menyukai sekretaris Zayyan karena dia sangat rajin dan juga dia sangat mirip dengan wanita masa lalu saya."
"Wow mirip wanita masa lalu? apa jangan-jangan memang mempunyai masa lalu?" tanya Zahran bercanda.
"Mana mungkin." jawab Ina dengan cepat.
"Hahahahaha, Kenapa jawabnya harus terburu-buru begitu? kamu nggak tahu jika Kakak ini sangat diidamkan oleh para wanita?" ucap Zahran tersenyum.
__ADS_1
Di pikirannya membuat kedua orang ini jatuh cinta ada baiknya. Karena keduanya mempunyai karakter yang sama.
"Nggak peduli, hanya wanita katarak yang mau sama dia, bagiku dia biasa aja." jawab Ina dengan jutek lalu pergi meninggalkan keduanya.