
Di saat Zayyan kesal karena melihat Beby di tempat lain bersama lelaki lainnya, sementara Daffin nampak tersenyum. Dia tau betul bahwa adik iparnya itu sedang cemburu kepada istrinya.
"Dia sangat lucu,dulu ngakunya nggak cinta tapi kamu liat sekarang gimana cemburunya dia fa." ucap Daffin kepada asistennya.
"Dulu pak bos juga seperti itu." jawab Alfa sang asisten duduk di sebelahnya.
"Maksud kamu apa?" tanya Daffin menatap asistennya.
"Bos dulunya paling menolak saat di bilang suka kakak nona Mezza, udah kehilangan baru bos sadar cinta bos." jawab Alfa mengingatkan bosnya.
"Kamu."
"Maaf bos, saya hanya mengingatkan cerita yang sama." jawab Alfa.
"Kamu mau di potong gaji kamu ya?" ucap Daffin jengah ketika Alfa mengingatkan masa lalunya.
"Maaf bos, jangan."
"Apaan sih kamu Daf, Alfa di ancam - ancam terus, nanti dia benaran mundur diri dari pekerjaannya baru kamu repot sendiri." ucap Abian yang baru datang bersama istri Dita.
__ADS_1
"Iya kamu nih, cari asisten seperti Alfa itu susah." omel mamanya.
"Kok pada bilangin apa sih?"tanya Daffin bingung sendiri.
"Mas,,,." Suara Mezza membuat semua yang di meja itu menoleh.
Mereka melihat Mezza bersama dengan anaknya dan Aya adik satu-satunya Daffin. Kedua wanita itu tampak sangat mempesona.
"Daddy." panggil Dafizza lansung duduk di pelukan Daffin.
"Cantik sekali bidadari Daddy." ucap Daffin memuji anak sulungnya.
"Sini Dafinza sama opa Bian." Abian ingin mengendong cucu lelakinya.
"Nggak apa-apa, kamu duduk di situ aja Al." ucap Mezza.
"Nggak apa-apa nona, saya bisa di kursi yang lain."
"Jangan panggil nona lagi, saya ini sudah ibu dua anak." jawab Mezza tersenyum malu.
__ADS_1
Mezza duduk di kursi yang di berikan oleh Alfa. Sedangkan Alfa nampak pindah meja karena merasa tidak enak bergabung dengan keluarga bosnya.
"Pacar kamu datang ke sini juga Ai?" tanya Dita dengan lembut.
"Datang ma, bentar lagi."
"Apa kamu nggak bisa sama Azzam aja ai, dia anak yang baik, mama cukup kenal dengan keluarganya." ucap Dita mengutarakan keinginannya.
"Nggak bisa ma, mama jangan menjodohkan ai sama Azzam seperti kak Daf sama Kak Mezza, ini soalnya masalah hati ma." ucap Aya.
"Ya sudah jika begitu, padahal mama benar berharap begitu biar persahabatan mama semakin erat."
"Ma nggak selamanya persahabatan itu erat karena menjodohkan anaknya, kan secara tidak lansung kita sudah menjadi satu keluarga ma, coba mama perhatikan lagi silsilahnya, Tante Siska dan om Alan jadi kakak ipar, lalu mama dan Tante Siska udah besan, Tante Siska sama om Dion juga udah besanan, masa harus putar - putar di situ aja ma, kapan berkembangnya ma." jawab Aya.
"Aya betul ma, cinta nggak bisa dipaksakan, lagian juga nggak bagus jika circle nya begitu - begitu aja." jawab Daffin.
"Papa gimana pa?" tanya mama Dita kepada suaminya.
"Ma kita di sini sebagai tamu masa bahas pernikahan Aya di sini, nanti di rumah aja ya ma." jawab Abian.
__ADS_1
"Entah mama ini, ai mau jalan-jalan dulu sebentar, bosan di sini terus." ucap Aya berpamitan diri dari keluarganya.
Ia ingin menunggu kedatangan sang pacar. Ia juga malas bertemu dengan Azzam karena ia melihat Azzam dan keluarganya sedang berjalan menuju meja keluarganya untuk bersalaman.