Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
Bab 41


__ADS_3

Beby menangis masuk kedalam kamar. Dia merasa bahwa dia di abaikan oleh suaminya. Dia tau betapa tidak berartinya dirinya bagi Zayyan. Bagi suaminya perasaan kakaknya lebih penting daripada perasaan dirinya.


Siska dan Galuh hanya saling memandang saat menantunya masuk kekamar.


"Gimana ini pa?" tanya Siska melihat menantunya bersedih.


"Biar aja Beby menenangkan diri, setelah dia tenang baru kita hibur." jawab Galuh.


"Baiklah, aku mau kekamar sedang nggak enak badan."


"Mari papa antar."


Mereka masuk kedalam kamar karena Siska sedang tidak enak badan. Sedangkan Beby memasukkan bajunya kedalam kopernya. Dia membawa baju yang di dalam koper berjalan menuju mobilnya.


Beby lansung membawa mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi. Dia hanya menangis merasakan sakit hati. Dia merasa egois karena cemburu dengan kakaknya yang sedang berjuang saat ini butuh pertolongan.


...****************...


Di tempat lain, Raka dan Ina masih berusaha melepaskan diri. Setelah berapa lama akhirnya Raka berhasil meloloskan tangannya dari ikatan tali itu.

__ADS_1


Raka lansung membuat mulutnya lalu membuka kedua tangan Ina serta lakban di mulut wanita itu.


"Ayo pergi sebelum mereka sadar kita udah lepas." ucap Raka.


Mereka berjala. dengan hati - hati. Raka membuka pintu dengan perlahan. Raka dan Ina tidak menemukan pengawal berada di sana. Mereka berdua yakin bahwa tidak ada orang di sini.


"Kenapa tidak ada orang?" bisik Ina bingung.


"Karena mereka sudah memposisikan kita di tengah hutan, jadi tidak akan ada orang yang datang membantu kita, mereka juga tidak menyangka kita bisa lepas." jawab Raka.


Mereka berdua berjalan menelusuri jalan setapak. Suasana di luar rumah itu tampak seram sekali. Walaupun gelap mereka berusaha untuk keluar dari sana.


Ketika sudah jauh berjalan, meraka kelelahan. Mereka memutuskan untuk beristirahat.


"Sebaiknya kita istirahat dulu, besok pagi kita lanjutkan perjalanan mencari jalan raya, dan saya yakin mereka belum kembali juga." ujar Raka.


"Kenapa tidak mau subuh aja perginya?" tanya Ina.


"Kita tidak bisa prediksi anak buah yang menculik kita itu datang benar - benar subuh." jawab Raka.

__ADS_1


"Tidurlah, biar aku yang berjaga.".


Karena lelah Ina memejamkan matanya sambil duduk.Raka membawa tubuh Ina ke pelukannya. Kepala Ina di rebahkan di dadanya agar wanita itu nyaman.


Raka menatap wanita itu dari dekat. Raka tersenyum melihat kecantikan wanita itu.


"Coba aja kamu bukan adikku, pasti aku akan menikahi kamu tanpa rasa sakit yang kamu rasakan dulu." gumam Raka dengan pelan.


Raka menyadari bahwa sepenuhnya itu bukan salah wanita ini. Dia tau bahwa ini murni salah papa mereka Dion.


Raka memejamkan matanya di sebelah Ina. Detik berganti menit, menit berganti Jam lalu jam berganti maka datanglah pagi.


Saat membuka mata Raka dan Ina kaget karena mereka di kelilingi oleh penjahat yang mencuri mereka. Sepertinya mereka ketahuan kabur sehingga anak buah mereka mencari keberadaan mereka.


Raka kaget saat melihat seseorang yang ia kenal. Dia adalah Yogi salah lawan bisnis Raka. Sejak dulu Raka dan Yogi memang selalu bersaingan.


"Kamu." ucap Raka.


"Kenapa kaget? nikmatilah kesenangan kamu sehingga kamu mati hari ini juga." ucap Yogi tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Aku tidak masalah." jawab Raka masih tenang.


Sedangkan Ina mulai nampak gelisah saat ini. Dia belum siap mati sia - sia belum ketemu anaknya Zella.


__ADS_2