
Aya menunggu pacarnya di salah satu meja yang agak jauh dari meja keluarganya. Ia sibuk dengan ponselnya saat ini. Dia sudah menghubungi pacarnya namun belum ada respon dari pihak sananya.
"Hey." Suara itu membuat Aya kesal.
Dia sudah menjauh dari lelaki itu namun tetap aja lelaki itu menyampiri dirinya. Aya malas menanggapi lelaki itu.
"Makin cantik aja sih." puji lelaki itu sambil duduk tersenyum di depan Aya.
"Ngapain sih duduk di sini, aku calon istri orang loh." jawab Aya.
"Iya calon istri orang, masa calon istri buaya." jawab Azzam tersenyum.
"Kamu buayanya."
"Kok aku?"
"Iya, buaya darat."
"Aku hanya setia kepadamu loh, masa di bilang buaya darat." jawab Azzam.
"Setia, kamu nggak sadar seberapa banyak wanita yang kamu pacari, kemaren di London, betapa banyaknya bule - bule yang jadi pacar kamu."
"Mereka hanya mengaku - ngaku."
__ADS_1
"Sudahlah jangan ikuti aku terus."
"Selagi janur kuning melengkung usaha tetap jalan." jawab Aya.
Aya sudah muak dengan sikap Azzam kepadanya. Sejak dulu Dia memang tidak terlalu menyukai lelaki itu. Dia heran kenapa nama lelaki itu Azzam.
Aya berdiri dari kursinya meninggalkan Azzam sendirian.
Di tempat pengantin Raka hanya tersenyum duduk memeluk Zella. Sejak beberapa jam yang lalu Zella hanya mau duduk di pelukan papanya.
"Pa nanti kita tinggal bareng kan pa? Ela nggak mau jika kita pisah rumah lagi." ucap ya dengan polos.
"Tentu sayang."
"Asik, nanti papa antarin Zella sekolah dan ngaji ya pa."
"Asik." jawab Zella dengan senang.
Ina hanya tersenyum melihat ekspresi senang dari anaknya. Melihat anaknya bahagia membuat hatinya juga bahagia hari ini.
Pesta berlalu sampai malam hari. Ketika sudah jam 8 malam, Zayyan dan Beby berjalan menuju kamarnya.
Beby lansung menuju kamar mandi sedangkan Zayyan hanya berdiri di depan balkon kamarnya menatap keluar. Dia menghirup segarnya udara malam ini.
__ADS_1
Dia heran setelah lama berdiri di luar akan tetapi istrinya belum kunjung keluar dari kamar mandi.
"Ngapain dia di sana?" pikirnya melihat pintu kamar mandi masih tertutup.
Zayyan berjalan menuju pintu kamar mandi. Ketiak sudah berada di ambang pintu kamar mandi dia mengetuk pintunya.
"Sayang kamu nggak apa-apa?" tanya Zayyan.
"Nggak apa - apa mas, sebentar lagi keluar." jawab Beby dari dalam.
Zayyan kembali berjalan menuju balkon kembali. Kali ini dia mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang. Tiba-tiba dia kaget saat istri memeluknya dari belakang. Di tersenyum membalikkan badannya sambil menelpon.
Akan tetapi jantungnya berdegup kencang melihat penampilan istrinya. Beby saat ini memakai baju tipis berwarna merah. Baju itu memperlihatkan kemolekan tubuh wanita itu.
Zayyan lansung mematikan sambungan teleponnya. Dia segara memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
"Aneh ya?" tanya Beby agak malu karena Zayyan memandangnya dari atas sampai bawah.
"Cantik banget sayang." ucap lelaki itu lansung mencium bibir Beby.
Melihat Beby yang seperti ini membuat hasratnya terpancing. Ia sudah tidak tahan lagi jika istrinya sudah menyerahkan diri seperti ini.
Zayyan membawa istrinya masuk kedalam kamar dalam keadaan ciuman merek tidak lepas. Zayyan membaringkan istrinya di atas ranjang.
__ADS_1
"Kamu serius sudah siap?" tanya Zayyan menatap manik matanya.
Beby hanya mengangguk malu dengan pertanyaan suaminya. Melihat istrinya mengangguk membuat Zayyan semakin semangat untuk melakukan tugasnya malam ini.