
"Assalamualaikum." ucap Dion di depan pintu saat Feby mau menjawab pertanyaan Ina.
"Waalaikumsalam." jawab keduanya.
"Serius banget nampaknya." ujar Dion sambil tersenyum melihat anak dan istrinya.
"Mumpung papa sudah pulang, Ina mau tanya papa dan mama sekalian."
"Wah nampaknya serius benaran ini." canda Dion duduk di kursi yang berbeda dengan Ina dan Feby.
"Ada apa na?" tanya Feby.
"Sebelumnya aku mohon maaf sama papa dan mama jika pertanyaan aku akan membawa mama atau papa ke masa lalu, tapi aku hanya ingin tau suatu kebenaran agar semua jelas." ujar Ina.
"Silahkan." ujar Papanya.
"Apakah benar papa dulu pernah membuat seorang wanita hamil di luar nikah?"
Pertanyaan Ina membuat wajah Dion dan Feby menegang. Masa lalu yang sudah di kuburnya tapi kembali muncul. Apalagi jika anaknya juga tau.
"Darimana kamu tau?" tanya Feby menatap Ina.
"Aku tau dari seseorang, tapi tolong jawab pertanyaan aku pa, ma."
"Apakah kamu mengenal Yana?" Tanya Dion serius.
"Yana siapa pa?"
"Jika bukan dari Yana,siapa lagi?" tanya Dion.
"Apakah Yana ini wanita yang papa hamilin?" tanya Ina.
"Papa menghamili wanita?" ucap seseorang dari belakang mereka.
Itu Beby dengan mata sembab dan wajah berantakan. Dion kaget melihat wajah anaknya yang berantakan.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Dion melihat Beby mengandeng sebuah tas.
"Papa jang. mengalihkan pembicaraan Beby, apakah benar papa menghamili seorang wanita" tanya Beby dengan agak emosi.
Dion paham karakter Beby anaknya yang emosinya meledak-ledak berbeda dengan Ina yang selalu tenang.
"Duduklah dulu biar papa jelaskan." ujar Dion.
Beby berjalan menuju kursi yang tidak jauh dari Dion. Dia berhadapan dengan mama dan kakaknya.
"Jadi benar papa menghamili wanita lain? papa sudah tua masih saja selingkuh." ujar Beby kesal dengan papanya.
"Papa kamu tidak selingkuh, dengar dulu cerita papa baru berkata atau menyimpulkan." ujar Feby agak kesal dengan anaknya ini karena selalu berkata tanpa mau mendengarkan terlebih dahulu.
"Mama membela papa? apa mama sudah tau?" tanya Beby.
"Ina cerita masa lalu Beby." jawab Mamanya.
"Jadi ini masa lalu, tolong dengarkan papa tanpa menyangkal terlebih dahulu sebelum papa selesai bicara, dan mungkin memang cerita ini tidak bisa di kubur." ujar Dion.
__ADS_1
Kedua anaknya nampak sangat antusias mendengarkan cerita papanya. Mereka sangat ingin tau apa yang terjadi. Apalagi Beby sangat ingin tau apakah papanya pernah selingkuh.
"Sebelum bertemu mama kamu, papa punya pacar sewaktu SMA, nama wanita itu Yana."
"Jadi papa menghamili dia saat itu?" tanya Beby penasaran.
"Beby tadi papa bilang jangan menyangkal sebelum papa selesai bicara." tegur papanya.
"Baik pa." jawab Beby.
"Papa dan dia putus karena kami jarak jauh, setelah kami sudah putus papa jatuh cinta dengan mama kamu yang waktu itu sahabat papa, papa mengejar cinta mama kamu sangat lama sekali, jika kamu penasaran dengan cerita papa dan mama silahkan baca novel mengejar cintamu." ujar Dion.
"Pa dipersingkat aja, lama jika sedetail itu, para pembaca baca novel mengejar cintamu ya."ujar Beby.
"Baik, jadi setelah papa menikah dengan mama kamu, wanita itu menjebak papa. Dia masih belum bisa move on dari papa, dia memasukkan obat tidur, tapi setau papa wanita itu keguguran karena perbuatan dia sendiri." cerita papanya.
"Iya nak, semua bukti kejahatannya di ketahui oleh om Abian, dia di penjara saat itu, padahal mama juga menyuruh papa kamu menikahi dia, namun anak itu gugur."
"Jahat sekali dia menghancurkan rumah tangga orang lain, liat itu kak, itu kisah nyata, wanita penghancur rumah tangga orang lain tidak akan pernah selamat hidupnya." ujar Beby menatap Ina.
"Emang Ina menghancurkan rumah tangga siapa?" tanya Dion penasaran kenapa Beby lansung menyindir Ina.
"Itu tidak penting pa, ada yang lebih penting lagi." jawab Ina dengan cepat tidak mau papanya tau masalah tadi.
"Ini penting tau, ini menyangkut masalah rumah tangga aku." jawab Beby tidak mau kalah.
"Pa apakah papa tau anak Tante Yana?" tanya Ina tidak peduli dengan ucapan Beby.
"Huuu mengalihkan pembicaraan." ejek Beby.
"Apakah papa tau bahwa anak itu tidak pernah gugur, anak itu ada pa, anak itu adalah Raka, Raka adalah anak papa." ujar Ina tidak peduli lagi dengan ucapan adiknya.
"Ina kamu dapat informasi darimana? kamu jangan mengarang cerita." tegur mamanya.
"Iya Na, papa tau bahwa Raka adalah anak Yana, dia balas dendam kepada papa karena papa tidak bisa menerima cinta dia." ujar Dion menjelaskan.
"Tapi kenyataannya Raka memang anak papa, jika papa tidak percaya papa boleh ajak dia tes DNA."
"Yana keguguran waktu itu Na." jawab Dion.
kring kring kring
Ponsel Dion berbunyi. Yang menelponnya adalah Abian.
"Ada apa bang?" tanya Dion.
"Apakah kamu sibuk? ini menyangkut siapa Raka sebenarnya."
"Lansung aja kamu jelaskan di sini bang mumpung anak dan istri saya ada di sini."
"Ini akan mengejutkan Yon, Yana waktu itu tidak pernah keguguran, Raka adalah anak kamu"uajr Abian di seberang sana.
"Tapi waktu itu....."
"Yana berbohong agar kamu tidak bisa mengambil anaknya, Dia melahirkan di penjara, setelah setahun dia dapat remisi karena berprilaku baik selama di penjara."
__ADS_1
"Anaknya di jaga oleh kakek dan neneknya di kampung terpencil." ujar Abian lagi.
"Aku mau bertemu dengan Yana." ujar Dion dengan yakin.
"Saat ini Yana sedang di rumah sakit, dia kecelakaan saat melarikan diri dari kejaran polisi."
"Kejaran polisi?" tanya Dion.
"Jadi kemaren yang menculik Zella itu Yana bersama rekan kerja Raka, mereka sengaja menggunakan mobil Raka." jawab Abian.
"Baik, saya tetap akan menemui dia."
"Baik nanti alamat akan saya kirimkan, kita ketemu di sana saja."
"Baik bang."
Dion tidak tau harus bicara apa kepada kedua anaknya. Apalagi Ina saat mendengar penjelasan om Bian. Dia benar-benar tidak percaya dengan semuanya. Beby menjadi semakin bingung tiba - tiba mendengar Raka lelaki waktu itu adalah kakaknya.
"Jadi dia benar anak kamu?" tanya Feby tidak kalah kaget.
Dia tidak percaya bahwa lelaki yang menghancurkan anak dan keluarganya adalah anak kandung Dion sendiri.
"Berarti Zella memang cucu aku." ucap Dion merasa agak senang.
"Kamu sepertinya sangat senang." ujar Feby nampak agak cemburu.
"Kita tidak bisa menolak dia, bagaimana pun Raka adalah anak aku ma, dia darah daging aku, aku akan bicara dengannya dengan baik." ujar Dion mencoba menenangkan istrinya.
"Jadi Raka papa Zella anak papa? lalu bagaimana hubungan Zella yang terlahir dari dua anak papa." tanya Beby merasa ibu teka teki yang sangat rumit.
"Aku hanya anak angkat " ujar Ina agar Beby paham situasinya.
Wajah Beby menegang saat mendengar ucapan Ina.
"Benar begitu pa?" tanya Beby.
"Ya begitulah, kakak kamu kamu ambil di panti saat bayi, tapi kami sangat menyayangi kakak kamu sama seperti kamu." ujar Dion.
"Jadi aku anak tunggal mama?" tanya Beby sedikit tersenyum.
"Kamu senang begitu?" tanya Ina agak kesal dengan wajah adiknya.
"Sedikit lumayan senang, tapi walau bagaimanapun kamu tetap kakak aku." ujar Beby merasa kasihan dengan kakaknya itu.
Apalagi dia selalu berkata kasar kepada kakaknya seperti tadi. Beby selalu cemburu kepada Abrina sang kakak. Tapi setelah mengetahui bahwa sang kakak adalah anak angkat, dia sedikit terenyuh.
"Kamu bisa menjadi kakak benaran aku dengan menikah dengan Raka, mungkin kakak ipar lebih kuat daripada kakak angkat." ujar Beby.
"Beby." tegur mamanya.
"Kamu jangan sakit hati dengan ucapan Beby nak, dia ini memang begitu dari dulu, papa yakin dia sangat sayang sama kamu jauh dari lubuk hatinya." ujar sang papa.
"Iya pa, dia begitu cemburu sama aku sejak kecil, bahkan dia takut suaminya aku ambil pa, dia kira aku sejahat itu apa, Walau papa dan mama bukan orang tua kandung aku, tapi aku bangga dan senang hadir dalam keluarga ini." ucap Ina.
"Kita harus kerumah sakit mencari tau kebenaran cerita ini." ajak Dion.
__ADS_1
"Beby malas pa, Beby mau istirahat aja."
"Baik, kamu jangan kemana-mana." ucap Dion kepada Beby.