Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
Bab 49


__ADS_3

Ina sedang duduk di ruang Tv bersama dengan Zella anaknya. Menurut keterangan yang dia dapat yang menculik anaknya adalah saingan bisnis Raka.


Dalam pemikiran Ina bagaimana saingannya bisa tau bahwa Zella anaknya Raka. Menurut dia bahwa hanya orang - orang terdekat yang tau identitas anaknya.


Tiba-tiba ponsel Ina berbunyi pertanda notifikasi pesan masuk.


bisa kita bertemu di taman dekat rumahmu? ini ada hubungannya dengan penculik anakmu.


Ina heran dengan siapa pengirim pesan tersebut. Dia yakin bahwa ini memang orang terdekat dia atau Raka. Ia penasaran dengan orang yang terlibat. Dia yakin bahwa yang di tangkap polisi saat ini hanya kambing hitam.


Ina bangkit dari duduknya ingin mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Tetapi ketika melihatnya bangkit dari tempat duduknya membuat anaknya bertanya.


"Mau kemana ma?" tanya Zella anaknya.


"Mama ada urusan sebentar, kamu sama nenek sebentar ya." ucap Ina memberikan penjelasan.


"Tapi mama Zella takut mama kenapa-kenapa." ucap anaknya.


"Zella mama akan baik-baik aja, kamu banyak berdoa aja ya, mama sedang urgent." ucap Ina berjalan menuju kamarnya.Sedangkan Zella berlari menuju kamar neneknya.


Saat Ina keluar dari kamar,mamanya sudah berdiri di depan pintu. Mamanya menatap anaknya yang sudah nampak rapi.


"Mau kemana kamu na?" tanya Feby berdiri dengan menyilangkan tangannya.


"Aku ada urusan sebentar ma."

__ADS_1


"Urusan apa?" tanya mamanya ingin tau dengan detail.


"Ma percaya sama aku, aku akan pulang dengan sehat, aku ada perlu dengan teman, nggak mungkinkan semua harus aku jelasin ke mama." ucap Ina.


"Baik, tapi kamu di awasi oleh pengawal." ujar Feby.


"Baik ma."


Ina pergi ketaman menemui Diva yang menghubunginya. Dia di jaga oleh pengawal dari jarak jauh. Keluarga memang masih memakai jasa pengawal keluarga Arkarna karena masih kuatir dengan keselamatan Ina.


Ina sudah sampai di taman tempat yang tidak jauh dari rumahnya. Dia tidak melihat wanita yang menghubunginya di sana. Ina duduk di sebuah bangku yang ada di taman tersebut.


Ina sudah menunggu 20 menit namun wanita itu belum juga kunjung datang. Ina sempat berpikir bahwa wanita itu sedang mempermainkannya. Ina hampir saja beranjak meninggalkan bangku tempat duduknya.


Namun saat ia melangkahkan kakinya tiba-tiba terdengar suara wanita memanggil namanya.


"bukankah dia yang mengajak bertemu? Kenapa dia bertanya lagi? dasar wanita nggak jelas." ucap Ina dalam hatinya.


"Saya tau kamu penasaran dengan siapa dibalik penculikan anak kamu." ucapnya tersenyum mengejek.


"Siapa? jangan membuang waktuku." ucap Ina dengan judes.


"Hahahaha, yang jelas penculik itu aku."jawabnya tertawa puas membuat Ina semakin marah.


"Kenapa kamu menculik anakku? apa salahku dan anakku sama kamu sehingga kamu menculiknya?" tanya Ina dengan agak emosi.

__ADS_1


"Salah kamu banyak sama aku."


"Aku tidak pernah kenal dengan kamu, aku tidak pernah punya masalah dengan kamu." Jawab Ina tidak mau kalah.


"Kamu memang tidak punya masalah denganku secara langsung, tetapi secara tidak langsung banyak masalah denganku."


"Apa? apa kamu cemburu sama aku karena Raka?" tanya Ina membalas dengan senyuman ejekan.


"Aku tidak akan cemburu dengan kamu karena aku sangat tahu bagaimana Raka, Raka mendekati mu sejak dulu karena hanya ingin balas dendam, kamu tahu bahwa Raka tak pernah sedikitpun mencintaimu, dan kamu sampai kapanpun tidak akan bisa menikahi Raka."


"Kamu berkata seperti itu karena kamu takut Raka akan kembali kepadaku, karena di antara kami ada anak, dan itu tidak bisa di pungkiri."


"Hahaha mau ada anak, tetap saja itu tidak aka. mungkin, kamu tau siapa ayahnya Raka? pasti tidak."


"Aku tidak peduli ayahnya Raka."


"Hahahaha bagaimana kamu bilang tidak peduli sedangkan kamu tiap hari bersamanya."


"Maksudnya?"


"Ayah Raka adalah papa kamu, Raka dan kamu adik kakak tapi lahir beda ibu, Raka dendam kepada keluarga kalian karena ayah dan ibumu telah menyakiti ibunya, makanya dia ingin kamu menebus rasa sakit hati ibunya."


Ina terdiam mendengar siapa ayah Raka. Dia tidak menyangka bahwa lelaki itu anak dari papa Dion.Dia tidak tau apa yang terjadi di masa lalu antara papanya dan ibu Raka.


"Kamu pasti mengarang cerita."

__ADS_1


"Silahkan kamu tanya Raka, atau kamu mau papamu tes DNA dengan Raka." ucapnya tersenyum meninggalkan Ina yang masih terdiam memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini, setelah tau Raka adalah kelurga dari papanya.


__ADS_2