
Besok paginya mereka nampak bahagia sekali. Mereka berkumpul dengan formasi lengkap saat sarapan pagi. Begitu juga dengan aura Beby yang sejak tadi sumringah.
Papa Dion rasa senang saat anak bungsunya sudah menikah. Dia berharap bahwa pernikahan anaknya akan berbahagia.
Begitu juga dengan Mama Febi kekhawatirannya sudah agak menghilang semenjak menikahnya Beby. Dia ingin anaknya selalu berbahagia di dunia dan akhirat.
Begitu juga dengan Mama Siska beliau tampak bahagia melihat anaknya yang pendiam dan dingin akhirnya menikah dengan wanita cerewet.Dia yakin bahwa pernikahan ini akan langgeng seperti pernikahan temannya Abian dan Dita.
"Gimana tadi malam Zayyan badan Beby? udah unboxing?" tanya Siska dengan tersenyum penuh arti.
"Unboxing belum siap tan, habis kadonya banyak banget."jawab Beby dengan polos.
"Kok masih panggil tante? panggil Mama dong sayang." ucap Siska kepada menantunya.
"Beby tadi yang mama bilang bukan buka kado." ucap Mezza dengan iseng.
"Jadi apa dong kak?"tanya bibi dengan polos lagi.
Zayyan menggeram dalam hatinya saat Dedi selalu menjawab pertanyaan dari keluarganya. Dia tidak memberi briefing kepada Beby sebelum sarapan bersama keluarga besarnya mereka.
"Yang mama Siska maksud adalah apakah kamu sudah di buka oleh Zayyan?" tanya Dita yang juga ada di sana sambil tertawa.
"Kak Zayyan tidak buka Beby, tapi Beby membuka sendiri tapi sayang Kak zayyan takut malah pergi." jawab Beby dengan jujur.
Kejujuran baby membuat zayyan terdiam saat itu juga.Dia takut Mamanya akan mengamuk saat ini juga. Sedangkan yang lainnya nampak tertawa terbahak-bahak ketika beby membuka cerita apa yang terjadi tadi.
Dion dan Feby nampak menundukkan kepalanya karena malu dengan sikap anak gadisnya. Dia tidak menyangka bahwa anak gadisnya seberani ini kepada lelaki.
"Jadi Zayyan takut melihat kamu telanjang?" tanya Bella adik papa Galuh juga berada di situ.
"Kamu terlalu berani sih." ucap Momo sepupu Zayyan juga berada di sana.
"Jadi aku harus bagaimana?" tanya Beby antusias.
"Nanti aku ajari caranya, tapi jangan di sini." jawab Momo membuat Amy memandang anaknya.
"Nggak usah di ajarkan, nanti juga bakalan pandai sendiri, biarkan saja Zayyan yang aktif." sahut Feby tidak suka.
"Nggak apa-apa by, gimana jika Zayyan nggak aktif - aktif, atau gimana jika Zayyan memang tidak nafsu dengan perempuan." jawab Siska tersenyum.
"Ma jangan mengarang cerita nanti takutnya fitnah." ucap zayyan tidak terima dijelek-jelekkan oleh mamanya sendiri.
__ADS_1
"Jika kamu suka dengan perempuan nggak mungkin sampai saat ini kamu nggak pernah pacaran, lagian mana ada kucing yang nggak suka disuguhi ikan." ucap mamanya.
"Siska sudah, jangan buat malu anak kamu sendiri, lagian mereka juga baru menikah." tegur Galuh kepada Siska.
Karena ditegur oleh suaminya Siska terpaksa diam. Karena ia tidak ingin suaminya semakin kesal dengan tingkah lakunya.
Sedangkan Zayyan makan dengan diam. Dia juga kesal dengan mamanya apalagi Beby. Semua menyantap makanan tanpa bicara karena takut di tegur oleh yang lainnya.
Tiba-tiba ponsel Momo berdering. Ia dengan sigap membuka pesan yang dikirimkan lewat salah satu aplikasi. Tiba-tiba ia menutup mulutnya karena kaget.
"Astaghfirullah, apa - apaan ini?" tanya Momo dengan kaget.
"Apaan sih mo, kok bising kali." tegur Rey suaminya.
"Liat bang, ini ada foto....." bisik Momo karena tidak enak hati.
Akan tetapi karena posisi Momo ada di sebelah kiri Siska membuat Mama Siska melihat foto apa yang ada di ponsel keponakannya itu. Siska dengan cepat merebut ponsel Momo di tangannya sebelum sampai di tangan Rey sang suami.
"Apa - apaan kamu Zayyan." ucap Siska dengan nada tinggi.
Siska meletakkan ponsel Momo. Dia membuat ponselnya dan mencari video serta foto - foto yang viral pagi ini berjudul " Suami selingkuh dengan sang kakak saat beberapa jam selesai pernikahan."
Mereka sangat terkejut melihat video yang viral lagi ini termasuk Zayyan dan Ina. Beby sangat terluka dengan apa yang dia lihat.
Papa Dion sangat emosi melihat anak sulungnya melakukan hal yang memalukan. Dia tidak menyangka Ina akan mempermalukan dia untuk kedua kalinya.
Beby juga membaca komentar yang ada di video itu
"***Gila, baru beberapa jam menikah suami selingkuh dengan kakaknya, ini kakak nggak ada akhlak."
"Ini apakah adiknya merebut pacar kakaknya sehingga bisa mereka nampak sedih begitu, tapi walau bagaimanapun namanya sudah nikah harusnya kakaknya mengikhlaskan, kakak harusnya jadi pelindung bukan perusak."
"Ini kan kakaknya memang wanita tidak benar, ini kayaknya nggak di didik sama orang tua, dia itu sudah pernah hamil diluar nikah***."
"***Kakak bangsat."
"Suami juga brengsek, ada permata di rumah malah mau memungut batu yang sudah ada di comberan."
"Meski mereka pernah bersama tapi tetap aja kakaknya tidak bermoral, dia itu sudah pernah hamil masa mau sama adik iparnya juga."
"Dia jika nggak salah sekretaris adik iparnya, mungkin udah biasa......hehehe."
__ADS_1
"Jika aku jadi adiknya aku cakar ni cewek, apalagi suami macam begini."
"Jangan - jangan adiknya pelakor di sini***."
Beby tidak sanggup untuk melanjutkan untuk membaca komentar pedas dari netizen. Dia berlari menuju kamarnya sambil menangis. Dia tidak menyangka bahwa hubungan kakaknya dengan Zayyan sudah jauh seperti itu.
Saat ini di hati Beby sangat membenci Abrina sang kakak. Dia sangat marah kepada sang kakak. Dia masuk lalu mengunci pintu kamar dari dalam. Ia tidak ingin di ganggu oleh siapapun.
Sedangkan di meja makan Dion lansung nampak emosi. Zayyan berusaha menjelaskan kepada semuanya.
"Sebenarnya bukan seperti itu, kami tidak ada hubungan apa-apa." ucap Zayyan menjelaskan.
"Ngapain kalian malam - malam janjian bertemu, lagian apa yang kalian lakukan, apalagi kamu Zayyan, di mana otak kamu saat istri kamu ada tapi kamu malah menemui kakaknya." ucap Siska marah.
"Kamu keterlaluan, kami kecewa." ucap papanya dengan nada dingin.
"Pa,ma dan semuanya, kami tidak ada hubungan apa-apa, tapi tadi malam kami tidak sengaja bertemu." jawab Ina kali ini.
"Tidak mungkin tidak janjian jika kamu bisa berada di posisi seperti itu." jawab ibunya Dion baru saja datang ke hotel itu.
"Nenek." sahut Ina.
"Kamu sudah membuat malu keluarga dua kali, apa kamu nggak puas saat kamu mencoreng nama kami dengan hamil di luar nikah, sedangkan anjing saja bisa membalas budi tuannya, manusia macam apa kamu menggigit tuannya sendiri." ucap sang nenek.
"Buk." tegur Feby mertuanya tidak keceplosan.
"Dia harus tau posisi dia, dia harus tau siapa dia, sudah saatnya kita memberi tau dia siapa sebenarnya dia." ucap sang nenek.
Semua yang ada di meja itu kaget mendengar ucapan sang nenek.
"Buk sudahlah,saya yakin mereka nggak punya hubungan apa-apa." ucap Dion percaya dengan Ina.
"Sampai kapan kamu melindungi dia, bagaimana jika dia merusak rumah tangga anak kandung kamu sendiri." ucap sang nenek marah.
"maksud nenek apa?" tanya Ina sambil menangis.
"Bukan apa-apa, nenek hanya marah." jawab Feby.
"Kamu hanya anak yang di ambil oleh anakku dan istrinya, anak mereka adalah Beby satu - satunya, tapi kamu malah berniat mengambil suaminya."
"Jadi Ina bukan anak kandung mama dan papa?" tanya Ina semakin sakit hatinya.
__ADS_1