
Hari pernikahan Ina dan Raka terjadi setelah seminggu kepergian ibunya Raka. Setelah pemikiran yang panjang, akhirnya Raka menyetujui untuk menikahi Ina. Begitupun dengan Ina, dia merasa Zella sangat menyukai papanya.
Semenjak tau bahwa Raka adalah papanya, Zella tidak mau lepas dari Raka. Dia begitu senang karena akhirnya menemukan papanya. Dia tidak perlu bermain dengan kakeknya lagi.Zella bahkan hanya ingin bermain dengan papanya saja belakangan ini.
Mereka menikah di hotel milik Alan. Mereka mengadakan pernikahan dengan meriah. Beby sangat senang karena kakaknya akhirnya menikah. Apalagi dia juga baru tau kakak angkatnya menjadi kakak iparnya.
Zayyan hari ini selalu setia mendampingi Beby. Dia tidak ingin meninggalkan Beby sendirian. Ketika beberapa kliennya datang, Zayyan selalu membawa Beby bersamanya.
"Kak, Beby mau menemui teman dulu bentar." ujar Beby berpamitan.
"Kemana?" bisik Zayyan.
"Sebentar aja, itu ada teman Beby datang."
"Jangan lama-lama."
Zayyan melanjutkan pembicaraannya dengan kliennya ketika Ina pergi meninggalkan dirinya. Sedang asik berbincang, mata Zayyan menangkap sosok istrinya berbicara dengan seorang lelaki yang nampak sebaya dengannya.
Zayyan mengepalkan tangannya melihat istrinya tertawa bersama lelaki lainnya. Dia sudah mulai tidak fokus berbincang dengan kliennya. Matanya hanya tertuju ke arah istrinya.
__ADS_1
Zayyan mohon pamit diri kepada tamu yamg kebetulan klien dia. Dia berjalan dengan bergegas menuju di mana posisi istrinya berdiri.
Sesampai di samping Beby, Zayyan lansung mencium pipi Beby. Beby kaget saat suaminya tiba - tiba menciumnya. Dia merasa heran karena tidak biasanya suaminya bersikap seperti itu.
"Sayang ini siapa?" tanya Zayyan menatap lelaki itu.
"Ini teman aku di kampus dulu kak." jawab Beby.
"Deon." ucap lelaki itu mengulurkan tangannya.
"Saya Zayyan SUAMINYA Beby." jawab Zayyan menekan kata suami sambil menyambut uluran tangan dari Deon.
"Maaf saya ada perlu dengan istri saya, saya pamit bawa istri saya dulu ya." ucap Zayyan menarik Beby dari lelaki itu.
Zayyan merasa heran dengan sikapnya. Dia tidak pernah bersikap kekanak-kanakan seperti hari ini. Dia juga tidak pernah merasa semarah ini karena wanita. Dan wanita yang berjalan di sampingnya itu membuatnya kesal tidak tertolong.
"Kenapa sih cium - cium depan umum?" tanya Beby merengut.
"Emang kenapa? emang ada ketentuan suami di larang mencium istrinya di depan umum?" tanya Zayyan makin kesal mendapat tanggapan dari istrinya.
__ADS_1
"Ya boleh, tapi alangkah baiknya untuk tidak melakukan."
"Trus bagaimana dengan orang yang cipika - cipiki? apakah kamu merasa terganggu karena kakak mencium kamu di depan lelaki itu? apakah kamu takut lelaki tadi akan......"
"Akan apa? jangan berpikir buruk, Beby dan dia tidak pernah ada hubungan apa-apa." jawab Beby dengan cepat.
"Lalu?" tanya Zayyan menatap bola mata Beby.
"Aku hanya malu saja." jawab Beby dengan membuang wajahnya dari arah Zayyan.
Zayyan dengan segera mengikuti kemana Beby membuang wajahnya. Dia melihat wajah wanita itu memerah. Zayyan tersenyum senang melihat wajah Beby yang memerah karena malu kepadanya.
"Kamu malu sama kakak?" bisik Zayyan di telinga kanan Beby.
"Apaan sih kak." jawab Beby semakin malu.
"Kamu membuat kakak semakin gemas sama kamu." gumam Zayyan dalam hatinya.
"Ayo kita cari makan yang, kakak kebetulan lapar." ujar Zayyan mengajak istrinya untuk makan siang.
__ADS_1
Beby mengikuti langkah kaki Zayyan menuju prasmanan. Mereka menyicipi apapun makanannya yang termasuk kategori mewah.