Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
Bab 47


__ADS_3

"Beby jangan melampaui bicara." tegur Feby tidak suka dengan pembicaraan anaknya.


"Melampau ma? kenapa mama bisa bicara seperti itu?" tanya Beby tidak percaya dengan teguran mamanya.


"Kamu terlalu iri hati dengan kakakmu, Zayyan menolong dia semata-mata karna berjanji kepada mama dan papa akan membawa kakakmu dengan selamat, tidak lebih." ucap Feby.


"Mama kamu benar beb, kamu perlu istirahat dulu,nanti kita bahas lagi." ucap Siska merasa Beby hanya kecil hati.


Tanpa mereka sadari di belakang pintu ada Ina berdiri sambil menangis. Dia tidak tau karena kehadirannya membuat Beby sesakit itu.


Ina berlari kembali ke kamarnya sambil menangis. Saat itu ternyata Raka juga memperhatikan gerak - gerik Ina.


Entah kenapa Raka merasa ada yang aneh dengan hatinya. Hatinya merasa sakit saat melihat Ina menangis. Akan tetapi ia kembali mengingat siapa perempuan itu. Dia tidak mau merusak semuanya karena suka dengan wanita itu.


"Raka kamu harus bisa menjaga hati kamu, kamu dan dia juga tidak akan bisa bersatu karena dia adalah adik kamu." gumamnya sambil pergi meninggalkan tempat itu.


"Papa." teriak seorang anak perempuan yang membuat langkah kaki Raka terhenti.


"Papa jangan pergi lagi." ucap seorang anak memegang kaki Raka.


Raka menoleh ke kiri ke kanan tapi tidak menemukan siapa - siapa. Ketika melihat kebelakang, dia melihat ada Dion, Feby, Siska dan Galuh berdiri di belakangnya.


"Zella sini sama kakek." panggil Dion.


"Itu bukan papa kamu Zella " ucap Feby sang nenek.

__ADS_1


"Ini benar papa, Zella pernah melihat foto papa di kamar mama." ucapan Zella membuat kaget semuanya.


"Papa tidak sayang sama Zella?" tanya anak kecil itu dengan polos.


Ketika mata Raka bertemu dengan anak perempuan itu membuatnya luluh. Raka merasa ada rasa yang tidak bisa ia jelaskan. Tiba-tiba Raka memeluk tubuh Zella.


"Maafkan papa." ucapnya sambil menangis.


Ketika melihat Raka memeluk Zella membuat Feby ingin menarik tangan Zella dari pelukan Raka. Tetapi langkahnya tertahan oleh Dion.


"Papa ikut Zella dan mama ya, Zella ingin kayak teman - teman ada mama dan papa." ucapnya sedih.


"Maaf papa tidak bisa." jawab Raka.


Raka melepaskan pelukannya kepada Zella. Dia tidak mungkin memberitahu anaknya tentang apa yang terjadi. Apalagi jika anaknya tau jika dia adalah kakak dari mamanya.


"Maaf sis dan bang Galuh, saya izin mau ke suatu tempat." ucapnya berpamitan.


Dion berjalan agak menjauh dari tempat lainnya. Dia merasa ada yang aneh ketika melihat Raka.


Sedangkan di dalam ruang inap Beby dan Zayyan sama - sama terdiam saat Keluarga mereka keluar. Zayyan melirik Beby yang tidak Sudi melihatnya.


"Kakak minta maaf dengan semua terjadi di masa lampau, kakak akan belajar memperbaiki semuanya."


"Tidak ada yang di perbaiki, saya yang tidak sepadan dengan kakak." jawab Beby tanpa memandang Zayyan.

__ADS_1


"Kamu boleh marah sama kakak, tapi kakak tidak akan menyetujui perceraian kita."


"Tolong kak, jangan buat Beby tersiksa lagi, Beby sudah tidak sanggup berpura-pura bahagia didepan kakak dan yang lainnya." jawab Beby.


"Kakak tidak meminta kamu untuk berpura-pura bahagia, tapi kakak sendiri yang akan buat kamu bahagia." ucap Zayyan mencoba meyakinkan Beby.


"Beby sudah tidak peduli, Beby tidak akan jadi penghalang dalam cinta kakak."


"Kamu bukan penghalang, kakak tidak bawa kamu karena kakak takut kamu kenapa-kenapa, kakak merasa kamu lebih aman di rumah, tolong kasih kakak kesempatan." ucap Zayyan memohon sambil memegang tangan kanan Beby.


"Kakak lupa kejadian beberapa hari yang lalu bahwa kakak mengakui bahwa kakak menyukai kak Ina." ucap Beby menangis.


"Jangan menangis beb, kakak memang menyukai Ina tapi kakak tidak rela jika berpisah dengan kamu, dan satu lagi kamu yang memaksakan pernikahan ini dulu maka kamu harus bertanggung jawab, tolong kasih kakak kesempatan."


"Beby memang mencintai kakak, tapi Beby tidak sanggup lagi jika harus....."


"Kakak tau, kakak rela jika tubuh kakak di tukar untuk melindungi kamu, kamu harus sehat, kakak janji akan melindungi dan mempertahankan rumah tangga kita."


"Tapi beri Beby waktu untuk tinggal dengan mama dan papa terlebih dahulu."


"Baik, tapi biarkan kakak yang merawat kamu sampai kamu sembuh."


"Tapi kakak tidak boleh nginap di rumah mama dan papa." ucap Beby memberikan persyaratan.


"Gimana caranya?"

__ADS_1


"Kakak datang sebelum pergi kerja dan pulang kerumah setelah selesai membantu beby."


"Baik, apapun akan kakak lakukan untuk kamu." jawab Zayyan tersenyum senang mencium punggung tangan Beby.


__ADS_2