Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
Bab 63


__ADS_3

4 Tahun kemudian


"Mama dan papa sedang ngapain?" tanya Elang yang berdiri di depan pintu kamar kedua orang tuanya.


Beby dan Zayyan kaget saat melihat anak pertamanya berdiri di depan pintu kamar mereka. Kedua segera menutup tubuhnya dengan selimut yang ada di ranjang.


"Mama.. mama..."


"Papa tadinya mau tidur, tapi tiba-tiba gerah mau mandi, eh tiba-tiba mama mau mandi juga, jadi papa dan mama sedang berusaha rebutan siapa yang duluan." jawab Zayyan.


"Ohw gitu, kenapa mama nggak mandiin papa aja biar mandi barengan gitu?"


"Ide bagus nak, ayok ma mandikan papa." ucap Zayyan tersenyum penuh kemenangan.


Beby kesal melihat senyum suaminya itu. Dia tidak yakin bahwa akan terjadi apa yang dia ucapkan.


"Papa....hik hik Zea ganggu telus ma." tiba-tiba Lily anak berumur dua tahun lebih masuk ke kamar.


"Oong pa, dia yang ambil mainan Lily." tiba-tiba masuk seseorang yang sangat mirip dengan gadis dua tahun tadi.


"Kalian berisik tiap hari." ucap sang kakak yang berumur 3 tahun lebih.


"Papa." kedua gadis itu menangis mendengar ucapan sang kakak yang sedari tadi berdiri di pintu kamar orang tuanya.


"Gimana jika mereka kesini kak?" bisik Beby yang kuatir dalam selimutnya.


"Tolong ambilkan celana kakak di lantai." bisik Zayyan.


Beby berusaha mengambil celana yang ada di lantai. Sebelum anak-anaknya mendekat, Zayyan segera memakainya dalam selimut.


Zayyan segera bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan mendekati kedua anak kembarnya.


"Kenapa malah menangis keduanya? yuk kekamar kalian?" ajak sang papa.


"Kak Elang nakal." jawab Lily.


"Loh bukannya tadi berantem sama Zea." jawab Elang yang memang sudah lancar bicara.


"Kakak yang nakal." jawab Zea berpihak kepada Lily saudara kembarnya.


"Aneh, jelas mereka yang berantem malah nyalahin aku." ucap Elang bingung.


"Ya sudah yuk kita main bareng di kamar kembar." jawab sang papa.


"Nggak ah, aku mau main game aja." ucap Elang berjalan keluar pintu kamar.


"Hati - hati nak." jawab sang papa.


Zayyan melihat Elang berjalan menuju kamarnya. Zayyan juga melihat Ebi sang Beby sister berdiri di depan pintu kamar Elang yang tidak jauh dari kamar utama.


"Evi tolong jaga Elang, kemana Rosi vi?" tanya Zayyan.


"Rosi sedang di toilet pak." jawab Evi tidak berani menatap sang majikan.

__ADS_1


"Rina mana?"


"Tadi Rina sedang di kamar beristirahat karena sedang tidak enak badan pak." jawab Evi.


"Ya sudah kamu tolong jaga Elang." perintah sang tuan.


Zayyan memang menyiapkan satu anak satu Beby sister. Dia tidak ingin istrinya kewalahan menjaga anak - anaknya. Apalagi dia masih ingin istrinya hamil lagi agar rumahnya semakin ramai dengan tangisan anak.


Zayyan masuk kembali ke kamar sambil menggendong anak kembarnya. Dia melihat istrinya sudah tidak ada di tempat. Zayyan meletakkan kedua anak kembarnya di atas ranjang miliknya.


"Duduk yang tenang, papa mau pakai baju dulu, baru kita ke kamar kalian." ucap sang papa.


Setelah selesai mereka lansung menuju kamar mereka. Zayyan semangat menggendong kedua anak gadisnya.


"Papa ke lumah nenek yuk." ajak Zea.


"Nanti malam kan nenek ke sini." jawab sang papa.


"Hole." teriak keduanya dengan senang.


Mereka bermain dengan sang papa di kamarnya.


...****************...


Malam harinya rumah Zayyan dan Beby kedatangan tamu. kedua orang tua Beby datang beserta Raka dan Ina serta Zella. Mereka kesini memang sengaja untuk makan malam keluarga.


Kedua orang tua Zayyan sedang tidak bisa hadir karena sedang keluar kota.


ketika Rafa senang bermain dengan sepupu - sepupunya, tapi tidak dengan Zella. Dia hanya bisa sendiri karena sepupunya masih kecil-kecil. Sedangkan dia sudah berumur 9 tahun.


"Gimana kabar mama sama papa?" tanya Beby memeluk kedua orang tuanya bergantian.


"Kami sehat, baru seminggu aja nggak bertemu." jawab sang mama sambil duduk di sofa terdekatnya.


"Tapi tetap aja kangen ma, kakak gimana?" tanya Beby kepada Ina.


"Alhamdulillah baik dek."


"Abang nggak di tanya?" tanya Raka yang sudah duduk di sebelah Ina.


"Nggak usah, udah nampak sehat." jawab Beby.


"Loh yang lain juga udah nampak sehat kenapa di tanya?"


"Udah lah, yang laki heboh sendiri." jawab Beby membuat Abangnya Raka tersenyum mendengar jawaban adiknya.


"Alhamdulillah kalian semua sehat dan bahagia, hak ini yang membuat papa dan mama semakin senang dan bahagia." ucap sang mama senang melihat anak dan menantunya.


"Kita doakan papa dan mama selalu sehat." ucap Ina.


"Aamiin." jawab yang lain.


"Besok adalah pernikahan Aya, kita berangkatnya barengan aja, biar kami kerumah bang Raka dulu." ujar Beby di angguki semua.

__ADS_1


"Kalian pada yakin nggak dengan pilihan kak Aya?" tanya Beby lagi .


"Sudah beb, jangan sibuk dengan pernikahan orang lain, nanti malah pernikahan kamu yang gimana - gimana." ucap sang mama.


"Ah mama jangan bicara seperti itu, tapi memang lelaki itu mencurigakan, iya kan kak?" meminta persetujuan Zayyan.


"Jika mencurigakan pasti om Bian dan bang Daffin sudah menyelidiki dan tidak akan menyetujui pernikahan ini jika ada yang aneh dengan lelaki itu." jawab Zayyan


"Suami kamu benar Beb, nggak mungkin om Bian tidak menyelidiki lelaki itu sebelum menikahi anak gadisnya." kali ini Ina yang bicara.


"Baiklah, mungkin ada baiknya kita lansung makan, ayo Zella kita makan di meja makan, adik kamu biar sama elang aja main." ucap Beby.


"Baik Tante." jawab Zella.


Beby sangat senang karena keluarganya selalu bisa menyempatkan waktu untuk bertemu seperti ini. Mereka juga senang karena cinta di keluarganya semakin berwarna. Apalagi Kisah cinta Zayyan dan Beby.


"Sayang Ayuk duduk sini." panggil Zayyan kepada Beby.


Beby duduk di sebelah Zayyan karena sejak tadi sibuk membuka hidangan yang di atas meja.


"Ayo makan sini biar kakak suapi." ucap sang suami.


"Nggak usah, malu dilihat papa dan mama, udah gitu aja."


"Papa dan mama akan bersikap biasa aja karena mereka berdua aja sering suap - suapan saat tua begini." jawab sang suami.


"Benarkah pa?" tanya Beby penasaran.


"Benar, kenapa harus malu, kita pasangan halal ko." jawab sang papa.


Beby tersenyum membenarkan ucapan sang papa. Baginya mereka memang tidak perlu malu memperliatkan keromantisan keduanya sebagai sepasang suami istri.


"Termasuk bilang I Love You, nggak perlu malu di depan kakuarga." ucap Zayyan tersenyum mengerlingkan matanya.


Wajah Beby lansung memerah saat Zayyan bilang I love You di depan keluarganya.


"Jawab dong." ucap Raka.


"I love you too." jawab Beby sambil tersenyum bahagia.


"Sudah ayo makan,ini yang masak tentu sang pelayan." ucap Beby tertawa bersama yang lainnya.


Mereka makan sambil bersenda gurau. Kebahagiaan nampak jelas di wajah masing-masing pasangan.


TAMAT


Nb : Jangan lupa baca karya yang lainnya, dan untuk novel baru ada "Nikahi Dia demi aku.*


Dan untuk Kisah Aya anaknya Abian dan Dita juga akan muncul setelah ini.


Terimakasih atas kunjungannya dan telah bersedia membaca novel author.


Jangan lupa like dan komen ya semua pembaca. Terimakasih banyak, salam peluk dari jauh.

__ADS_1


__ADS_2