Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
BAB 25


__ADS_3

Beby dan Zayyan terbangun berbarengan. Saat keduanya membuka mata, Zayyan agak kaget melihat Beby yang tidur di sebelahnya.


"Kamu ngapain tidur di sebelah saya?" tanya Zayyan kaget lansung terduduk.


"Beby ngapain tidur di sini? harusnya Beby bertanya kenapa kakak bertanya seperti itu padahal Beby ini saat ini istri kamu." jawab Beby kesal mendengar pertanyaan Zayyan.


"Astaghfirullah, maaf lupa." Zayyan lupa bahwa ia sudah menikah tadi siang.


Zayyan berjalan menuju kamar mandi. Ia melihat saat ini jam telah menunjukkan pukul 11 malam. Dia sudah tertidur kurang lebih dua jam.


Zayyan segera mandi karena badannya yang terasa lengket. Setelah mandi ia keluar kembali menggunakan baju yang ia bawa tadi kekamar mandi saat masuk.


Beby berjalan menuju kamar mandi setelah Zayyan keluar.Beby sengaja hanya membawa handuk kedalam kamar mandi. Setelah mandi ia keluar dengan memakai handuk yang di lilit di tubuhnya.


Melihat Beby keluar memakai handuk membuat Zayyan mengucap. Dia tidak menyangka bahwa wanita itu seberani ini. Walaupun mereka suami istri, biasanya para wanitalah yang cendrung malu. Berbeda dengan perempuan ini, dia cenderung tidak malu sama sekali.


"Lain kali pakai baju di dalam kamar mandi." ucap Zayyan.


"Ah depan suami pun apa salahnya." jawab Beby santai.


Zayyan merasa malas untuk berdebat dengan wanita ini. Dia yakin bahwa dia tidak akan menang jika berdebat dengan wanita ini.

__ADS_1


"Kenapa? kamu takut tergoda dengan Beby?" tanya Beby mengerlingkan matanya.


"Kakak tidak akan tergoda, sudah Kakak mau keluar dulu." ucap Zayyan berjalan menuju keluar kamar.


"Mau kemana? aku ikut." ucap Beby ingin ikut kemana perginya suaminya.


"Kamu nggak usah ikut, bajumu aja belum terpakai." ucap Zayyan menutup pintu kamarnya.


Beby kaget saat Zayyan telah menutup pintu. Ia tidak tau kemana perginya suaminya itu.Beby membuka ponselnya mencoba menghubungi Zayyan. Akan tetapi ponsel Zayyan berbunyi di atas nakas. Beby kecewa karena lelaki itu meninggalkan ponselnya.


Sementara di luar sana Zayyan berjalan ingin menghirup udara. Dia masih tidak bisa tidur karena baru saja bangun. Ia juga belum terbiasa dengan Beby yang tadi memakai handuk.


Ia harus menjaga wanita itu dari hawa nafsunya. Dia tidak ingin melakukan apa yang harusnya dia lakukan. Dia tidak ingin melakukan itu sebelum dia mencintai wanita itu. Dia tidak mau semua itu terjadi karena nafsu belaka.


Zayyan mendekati Ina yang sedang duduk di kursi taman. Entah apa yang terjadi dengan wanita ini sehingga dia nampak tertekan.


"Kamu kenapa di sini jam segini?" tanya zayyan duduk di sebelah Ina.


Ina terkejut saat melihat zayyan duduk di sebelahnya. Dia tidak menyangka bahwa lelaki itu berada di luar hotel saat malam pertamanya.


"Aku rasa aku yang bertanya, ngapain kamu di sini di saat malam pertama." jawab Ina.

__ADS_1


"Aku tidak bisa tidur, jadi memutuskan untuk keluar mencari angin, nah kamu ada masalah apa?" tanya zayyan dengan hati-hati.


"Aku nggak apa-apa, hanya saja aku memikirkan Zella." jawab Ina.


"Kenapa dengan Zella?" tanya Zayyan masih belum paham.


"Aku takut jika ayahnya Zella datang kembali DNA mengambil Zella, aku takut dia mengacaukan kebahagiaan kami." ucap Ina tidak bisa menahan rasa sesak di dadanya.


Ia tau bahwa Raka akan melakukan segala cara untuk menyakitinya. Dia takut kehilangan Zella begitu saja.Jika lelaki itu tidak mengambil Zella, maka dia yakin lelaki itu akan menjauhkan keluarganya. Dia yakin lelaki itu akan mengaku kepada keluarganya bahwa dialah Ayah biologis Zella.


"Mana bisa dia mengambil Zella dari kamu, dia sendiri yang yang tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan kamu saat itu."


"Aku takut dia muncul lagi karena akhir-akhir ini dia mulai muncul di sekitar kami setelah sekian lama, aku yakin ini di sengaja." ucap Ina menangis.


"Tenang, kami akan menjaga kamu dan Zella, dia tidak akan bisa merebut zela dari kamu."ucap Zayyan mengelus rambut Ina.


Ina yang saat ini bersedih merasa nyaman. Ia meletakkan kepalanya di bahu adik iparnya.


"Tenang, kami akan selalu melindungi kamu, jika perlu kamu harus membuka siapa lelaki itu agar kami mudah melindungi kamu."


Ina hanya diam tanpa menjawab perkataan Zayyan. Dia belum siap mengungkapkan identitas diri lelaki itu. Zayyan tidak bisa memaksa wanita itu membuat identitas ayah biologis dari Zella.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari bahwa ada yang diam - diam memfoto mereka dari jarak dekat. Mereka tidak tau apa yang ada di sekitarnya.


__ADS_2