Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
Bab 61


__ADS_3

Setelah lama mengambil cuti kerja akhirnya Zayyan masuk kembali ke kantor. Cuti selama 10 hari membuat pekerjaan di mejanya semakin menumpuk. Apalagi saat ini Ina juga sedang tidak bekerja dengan dirinya.


Semenjak kejadian itu, Beby meminta Ina menjauh dari suaminya. Sehingga Ina memilih mundur dari pekerjaannya. Namun saat ini berbanding terbalik, Beby malah menyuruh Ina kembali untuk bekerja di kantor suaminya. Namun Raka sendiri belum memberikan izin.


Zayyan nampak kewalahan mengerjakan pekerjaan kantornya. Bahkan setelah masuk kantor dia tidak sempat untuk pergi makan keluar.


Kring kring.


"Ya Hallo."


"Baik, suruh dia masuk."


Zayyan agak senang ketika sang desain baju itu akhirnya mau bergabung di perusahaannya. Dia tidak tau jika bagian desain itu tidak mau bergabung. Karena selain dia Zayyan belum menemukan seseorang yang pas untuk penggantinya.


Seseorang membuka pintu ruangan Zayyan tanpa mengetuk terlebih dahulu. Zayyan agak kaget ketika pintu itu dibuka tanpa di diketuk. Di bersiap untuk marah karena karyawannya yang di anggap tidak sopan.


"Bisa nggak masuk ketuk pintu terlebih dahulu" tanya Zayyan dengan dingin tanpa memandang ke arah pintu.


Dia nampak masih sibuk dengan berkas yang ada di atas meja.


"Maaf."


Zayyan terkejut mendengar suara wanita itu. Dia segera melihat ke arah pintu. Tiba-tiba dia lansung tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya. Dia lansung berjalan ke arah wanita itu dengan senyuman menawan


"Kok kesini nggak ngabarin dulu yang?" tanyanya sambil menutup pintu ruangannya.


Zayyan lalu memeluk istrinya yang berdiri tidak jauh dari pintu.


"Memang nggak boleh kesini?" tanya Beby dengan wajah murung.


"Ya boleh dong, bahkan kamu duduk di pangkuan kak seharian juga boleh sayang, maksud kakak biar kakak yang jemput jika mau kesini." jawab Zayyan mengecup kening Beby.


"Wangi." ucap Zayyan lalu mengecup puncak kepala Beby.


Zayyan membawa Beby duduk di tempat semula. Dia sangat ingin bermanja-manja dengan istrinya tapi karena pekerjaannya banyak membuat dia harus rela bekerja sambil memeluk istrinya.


"Kenapa jadi di peluk kayak gini? Beby ke sini buat interview."


"Interview apa?" Zayyan bingung.


"Bukannya tadi karyawan kamu udah telpon."


"Emang pelamar itu kamu? tapi kemaren kamu nggak mau, makanya kakak cari desainer yang lain."


"Terus kamu lebih berharapnya ke yang mana?"

__ADS_1


"Kakak malah lebih takut jika kamu harus di kerja di sini, buat kakak kurang fokus nanti."


"Ohw jadi nggak mau nih, maunya desainer yang lain, baik nggak apa-apa, mungkin saya nanti akan cari pekerjaan di tempat lain agar bisa menyalurkan hobi, lagian saya kan bukan lulusan desain juga." jawab Beby dengan wajah datar.


"Coba aja berani melamar di tempat lain."


"Beby juga mau sukses kak." rengek Beby dengan manja.


"Cukup sukses menjadi istri, layani suami dengan baik di rumah."


"Mimpi Beby jadi desainer."


"Kamu tidak usah bekerja di bawa perusahaan, kamu cukup bekerja sama dengan kami, maka kamu bisa mengembangkan butik kamu sayang, gimana ide suami kamu?"tanya Zayyan senyum - senyum.


"Butik?"


"Iya, sekarang karena banyak orang yang belum kenal karya kamu, jadi kamu di sini bukan karyawan tapi kontrak kerja sama."


"Bukannya harusnya perusahaan lebih untung jika Beby jadi karyawan di sini?" tanya Beby.


"Iya, tapi sebenarnya di PT ini sudah ada desainer lain, cuma kakak hanya ingin desainer muda yang mengubah beberapa gaya agar kekinian, dan kamu free land aja, nanti kakak akan ikuti saran kamu apakah butuh tambahan desainer lagi atau nggak."


"Baiklah jika begitu, sayang kakak." ucap Beby mencium pipi Zayyan.


"Bibir nanti pas di rumah aja." jawab Beby sambil tersenyum senang.


"Beby akan buat perusahaan kakak menjadi perusahaan yang lebih maju lagi."


"Perusahaan kita."


"Tapi ini kan....."


"Punya kakak punya kamu juga sayang."


"Emang perusahaan kakak bergerak di bidang apa sih kak?"


"Tekstil sayang, tapi ada beberapa cabang yang fokus di bidang busana." jawab Zayyan kali ini menatap Beby dengan sendu.


Wanita ini membuat pikirannya gila terakhir - akhir ini. Dia akui tidak bisa lepas dari wanita ini. Dia sudah Terjerat dalam pesona wanita yang duduk di pangkuannya.


"Ya sudah kakak nampaknya sibuk, Beby mungkin ada baiknya pulang saja kak, tapi Beby mau bicara sesuatu."


"Apa?"


"Beby udah malam buat lanjutin kuliah, walau sebentar lagi tapi rasanya Beby nggak sanggup kak." ucap Beby dengan agak bersedih untuk mencari sedikit simpati dari suaminya.

__ADS_1


"Tanggung yang, pendidikan itu penting."


"Tapi kan tetap aja Beby kerjanya nggak sesuai jurusan Beby kak, Beby berhenti aja ya?"


"Nanti kakak akan bantu."


"Tapi kakak kan sibuk, jadi...."


Zayyan lansung mencium bibir Beby dengan lembut. Zayyan tau bahwa wanita ini memang cerewet dan manja sejak dulu.


"Tetap kuliah cuma tinggal 6 bulan, sesibuk apapun kakak pasti akan ada waktu buat kamu." jujar Beby.


"Benaran kak? tapi bagaimana jika Beby capek kerja kak, jika Beby sukses di bidang lain kenapa harus selesaikan kuliah Beby? apakah segitu pentingnya sebuah gelar."


"Bagaimana dengan papa dan mama yang berharap kamu wisuda?" tanya Zayyan.


"Jika Beby sukses di bidang lain bukannya papa dan mama akan senang? mama Siska aja senang Beby yang biasa ini saja." jawab Beby sambil tersenyum.


"Iyalah mama Kakak otaknya sudah kamu doktrin, sama kayak kakak saat ini." jawab Zayyan.


"Jadi gimana?"


"Sekali lagi bertanya maka kamu akan kakak hukum di sini." ucap Zayyan lansung memencet sebuah tombol.


Beby terkejut ketika sebuah kasur keluar dari sebuah properti. Bahkan tidak ada pembatas sama sekali di sana. Kasur itu pas berada tidak jauh dari kursi sofa dalam ruangan itu.


"Kamu ngapain kak?"tanya Beby agak ketakutan.


"Kira - kira ngapain jika sudah ada ranjang kayak gini? apa mau coba sensasi di atas meja?" tanya Zayyan tersenyum menggoda.


"Kamu kak, nggak mau ini kantor." ucap Beby lansung mencubit pinggang Zayyan.


"Ayolah, biasa kamu paling semangat sampai menyerahkan diri."


"Mana ada seperti itu, udah ah kak, Beby mau ke kampus dulu, 1 jam lagi ada kelas." jawab Beby ingin bangkit dari tempat duduknya.


"Kamu kan nggak niat kuliah sayang, jadi buat apa ke kampus?" tanya Zayyan.


"Beby berubah pikiran, kayaknya Kakak benar, Beby harus punya titel agar orang tidak meremehkan Beby." jawab Beby lansung mengelak.


"Baiklah, berati biar kakak yang antar ke kampuns."


"Tapi Beby bawa mobil kak, kakak kan banyak kerjaan."


"Buat kamu kakak bisa tinggalkan pekerjaan, ayok kakak yang bawa mobil kamu." ucap Zayyan menurunkan Beby dari pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2