Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
19. Perasaan Fla Tidak Enak


__ADS_3

Keesokan Harinya.


Rumah Fla.


Saat ini Fla sudah siap dengan gaun yang diantar orang suruhan Barron dan riasan hasil orang salon yang di datangkan Barron.


"Gila, udah kayak princess dari negri dongeng aja loe!" ucap Rachel yang kagum melihat kecantikan sahabatnya. Sudah cantik makin cantik dengan gaun dan riasan yang sederhana namun elegan.


"Jadi selama ini gue kayak apa? Kayak princess dari alam ghoib gitu?" balas Fla.


"Nah itu tau! Bwakakakak!" jawab Rachel dan diakhiri dengan tawa yang menggelegar.


Fla hanya memutar bola matanya malas.


"Chel, tapi kok perasaan gue kok gak enak yah." ucap Fla.


"Gak enak kenapa?"


"Gue ngerasa aneh aja, kenapa nih orang tiba-tiba nyiapin semua ini kalau cuma mau makan malam biasa?"


"Ya mungkin dia mau ngasih kenang-kenangan yang gak bisa loe lupakan di hari terakhir kalian pacaran." jawab Rachel.


"Duh... kok gue jadi merinding yah Chel dengan kalimat kenang-kenangan yang gak bisa di lupain? Otak gue jadi mikir yang aneh-aneh." ucap Fla sambil mengelus kedua lengannya karena memang bulu kuduknya sudah berdiri semua.


"Kalau gue lihat-lihat nih yah Fla, orang kayak Barron kayaknya gak mungkin lah punya pikiran licik begitu. Kalau memang dia mau begitu mah udah dari awal kan dia ngerjain loe, masukin obat-obatan dalam minuman atau makanan loe tapi buktinya selama dua puluh sembilan hari ini, jangankan masukin obat-obatan ke makanan atau minuman loe, megang tangan loe aja gak kan?" ucap Rachel.

__ADS_1


Ya, walaupun mereka gandengan tapi bukan Barron yang menggandeng tangan Fla melainkan Fla yang melingkarkan tangannya di lengan Barron sedangkan tangan Barron di masukkan kedalam saku celana.


"Loe pernah denger pepatah bilang air tenang itu lebih menghanyutkan? Bisa aja kan dia seperti itu! Diam-diam menghanyutkan! Apalagi ini dia gak bilang sama sekali dimana mau makan malam! Yang gue takutin, dia ngajak makan malam-nya di sebuah kamar hotel, gue takut banget Chel!" ucap Fla.


"Ya udah gini aja, nanti gue ikutin loe dari belakang. Terus loe atur angka satu untuk panggilan darurat loe ke nomor gue, jadi kalau ada apa-apa loe tinggal pencet angka satu aja, nanti gue langsung dateng." ucap Rachel.


"Bener yah?"


"Iya." jawab Rachel.


Tok... Tok... Tok... Tiba-tiba saja pintu kamar Fla terketuk.


"Masuk." jawab Fla.


"Non Fla, udah ada yang jemput tuh dibawah." ucap si asisten rumah tangga.


"Siapa? Barron?" tanya Fla.


"Bukan Non, katanya orang suruhannya Mas bule." jawab si asisten rumah tangga.


KRIING...


Tiba-tiba saja ponsel Fla berdering.


Panggilan masuk dari Barron. Fla pun cepat-cepat menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan dari Barron.

__ADS_1


"Halo." jawab Fla.


"Udah ada supir kan yang jemput kamu? Kamu pergi sama supir itu aja yah, kita ketemu di restoran." ucap Barron.


"Memangnya kamu kemana? Kok bukan kamu yang jemput aku?" tanya Fla.


"Aku ada urusan sebentar. Udah yah aku tutup teleponnya." jawab Barron lalu menutup teleponnya.


"Woah... sikapnya bener-bener di luar prediksi BMKG!" lirih Fla.


"Kayaknya loe lagi di jadiin ratu sehari deh sama dia. Udah di siapin gaun, di datengin orang salon, eh... sekarang di siapin supir. Dia udah ngeluarin budget banyak buat itu semua masa loe masih mikir dia mau macem-macem sama loe!" ucap Rachel.


"Kalau laki-laki lain yang cuma mau ambil keuntungan doang mah mana mau ngeluarin budget segede itu!" kata Rachel lagi.


"Bodo amat! Pokoknya dia mencurigakan! Dan loe, ikutin gue dari belakang!" balas Fla.


Fla pun menyambar tas jinjing yang juga sudah disiapkan Barron lalu keluar dari kamar-nya dan turun ke lantai bawah.


💋💋💋


Bersambung...


Apa yah yang sedang Barron siapkan? 🤔🤔


Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2