
Sementara di mobil Fla yang di kendarai Yudha, ada Yudha yang sedang mencoba mengajak Rachel mengobrol. Maklum saja sudah sepuluh menit mereka di dalam mobil tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut mereka.
"Kita udah pernah ketemu kan yah?" tanya Yudha.
Rachel melirik Yudha sambil mengernyitkan keningnya mencoba mengingat-ingat dimana ia bertemu dengan Yudha.
"Kayaknya sih iya." jawab Rachel.
"Kok kayaknya! Emang kita udah pernah ketemu kali waktu di restoran." balas Yudha.
"Oh... Iya. Sorry, gue lupa." jawab Rachel.
"Habisnya muka loe waktu di restoran sama sekarang beda." kata Rachel lagi.
"Beda apanya? Perasaan muka gue gini-gini aja deh dari dulu." tanya Yudha.
"Waktu di restoran loe agak gantengan sih, apa mungkin karena pakaian loe juga yah? Waktu ketemu di restoran kan loe pake kaos sama celana jeans, kayak anak muda banget lah. Tapi kalau sekarang loe pake kemeja, pake celana keper, pake kacamata lagi, kayak bapak-bapak beranak satu." jawab Rachel terus terang.
Yudha memutar bola matanya malas, baru di terbangkan ke langit sudah langsung di hempas ke daratan.
"Yah... namanya juga anak kedokteran." jawab Yudha.
"Oh... Loe anak kedokteran juga?" tanya Rachel.
"Ya iyalah, kan gue bestie-nya Barron. Gue sama dia sekampus, sejurusan dan seangkatan." jawab Yudha bangga.
"Oh... Tapi si barongsai penampilannya gak kayak bapak-bapak kok, malah kayak CEO-CEO gitu." balas Rachel.
Yudha terdiam, ia mengatur nafasnya mencoba menahan emosinya pada Rachel.
Sialan nih cewek, apa gak bisa gitu mulutnya manis sedikit kalau ngomong. Nyesel gue ngajak dia ngomong. Gerutu Yudha dalam hati.
Yudha yang kapok mengajak Rachel mengobrol pun memilih untuk fokus menyetir saja.
Karena Yudha tak lagi mengajaknya ngobrol ditambah lagi mobil mereka juga terjebak lampu merah, Rachel pun mengeluarkan ponselnya dan memainkan game online.
"Loe main Mobile Legend juga?" tanya Yudha.
"Iya, emang kenapa?" jawab Rachel lalu bertanya balik.
"Woah... bisa nih kapan-kapan kita mabar." jawab Yudha.
"Boleh." jawab Rachel.
Yudha pun mengeluarkan ponselnya.
"Minta nomor WhatsApp loe lah kalau gitu, jadi pas nanti gue ada waktu gue chat loe minta loe undang gue buat mabar." ucap Yudha.
"Modus loe?" tanya Rachel sambil memicingkan matanya.
__ADS_1
"Ya elah, ngapain juga gue modus-modus, kalau gue mau mah gue bisa minta nomor loe sama Fla kali. Ini kan gue to the point minta sama loe." jawab Yudha.
"Emangnya loe udah level apa?" tanya Rachel.
"Hehehehe... masih Epic sih." jawab Yudha.
"Udah tinggi itu, gue aja masih Grandmaster." balas Rachel.
"Jadi loe mau gak undang gue?" tanya Yudha.
"Ya udah, sini hape loe." jawab Rachel.
Yudha pun memberikan ponsel-nya pada Rachel dan Rachel pun memasukkan nomor WhatsApp-nya di ponsel Yudha.
"Chat gue kalau loe punya waktu buat mabar." ucap Rachel sambil memasukkan nomor ponselnya.
Yes, akhirnya kecantol satu. Gak pa-pa lah mulutnya pedes, yang penting mukanya gak jauh beda sama Fla, manis. Nanti kalau udah ketemu sama mulut gue, pasti juga bakalan manis mulutnya nih cewek. gumam Yudha dalam hati.
💋💋💋
Makan siang selesai.
Fla, Barron, Yudha dan Rachel pun keluar dari restoran dan berjalan menuju parkiran.
"Rachel, tolong kamu bawa mobil Fla dulu yah, besok pagi kamu bawa lagi ke kampus. Biar besok pagi Fla aku saja yang antar." ucap Barron.
"Kok gitu Kak? Emang Kakak udah selesai kuliah? Bukannya tadi Kakak bilang masih ada konsul?" tanya Fla.
"Tau loe! Mau kemana sih loe berdua!" timpal Yudha.
"Kamu lupa yang tadi aku bilang sama kamu? Aku gak akan kasih hukuman yang berat-berat ke kamu asal kamu bisa meredam emosi aku." jawab Barron.
"Terus?" tanya Fla.
"Ya cara ngeredam emosi aku, kamu harus ikut kemana pun aku pergi satu hari ini." jawab Barron.
"Loe bawa Fla konsul?" tanya Yudha.
"Emang kenapa? Salah? Yang aku bawa kan istri aku bukan istri orang!" jawab Barron.
"Gak sih, gak salah. Tapi takutnya kita konsulnya lama, kan kasihan Fla-nya kalau harus nunggu lama." jawab Yudha.
Barron menoleh ke arah Fla.
"Kamu gak pa-pa kan nungguin aku konsul?" tanya Barron.
Fla diam, ia bingung harus menjawab apa. Satu sisi dia malas menunggui Barron konsul tapi satu sisi lagi ia harus mengambil hati Barron agar tidak di kasih hukuman yang berat-berat.
"Konsulnya di rumah sakit kok, jadi kamu bisa keliling-keliling rumah sakit kalau kamu bosen." kata Barron lagi.
__ADS_1
"Loe ikut gue yah Chel." ajak Fla.
"Gak akh! Mending gue tidur siang deh." tolak Rachel.
"Loe gak setia kawan banget sih!" geram Fla.
"Mau atau gak? Kalau gak mau ya udah kamu bisa pulang dengan Rachel tapi nanti kalau aku pulang, siap-siap kamu aku hukum, aku kasih tugas yang banyak!" tanya Barron.
"Oke... Oke... Aku mau!" jawab Fla terpaksa.
"Ya udah, ayo masuk mobil." balas Barron.
Fla pun berjalan menuju mobil Barron.
Dan Barron memberikan kunci mobilnya pada Yudha.
"Kamu yang nyetir." ucap Barron pada Yudha.
"Maksudnya gue gak sama Rachel gitu?" tanya Yudha.
"Ya iyalah! Kan Rachel mau pulang dan kamu masih harus ngambil motor kamu kan di bengkel!" jawab Barron.
"Iya tapi-"
"Gak usah modus! Arah bengkel kamu sama rumah Rachel berlawanan, jadi jangan nyusahin Rachel! Cepet masuk ke mobil!" potong Barron.
"Iiikh... bener-bener loe yah!" geram Yudha.
Yudha pun memberikan kunci mobil Fla pada Rachel lalu berjalan menuju mobil Barron.
"Maaf yah Chel ngerepotin kamu." ucap Barron.
"Gak pa-pa kok Kak." jawab Rachel sambil menyengir kuda.
Barron pun berjalan ke mobilnya begitu juga dengan Rachel yang berjalan menuju mobil Fla.
Sesampainya di mobil, Barron langsung membuka pintu penumpang bagian depan karena Fla duduk disana.
"Keluar, pindah ke belakang. Biar supir kita bisa fokus menyetir." ucap Barron pada Fla.
Fla pun keluar dari kursi bagian depan. Sedangkan Yudha hanya bisa menggeram kesal.
Awas aja loe beruang kutub kalau banyak tingkah di belakang! Gue ugal-ugalan bawa mobilnya. Gerutu Yudha dalam hati.
💋💋💋
Bersambung...
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋
__ADS_1