Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
35. Mau Resepsi Aja Susah!


__ADS_3

Ruang Belajar.


Kini Barron dan Fla sudah berada di ruang belajar.


Barron terlihat sangat serius mengerjakan skripsinya sedangkan Fla matanya sudah juling mempelajari materi yang Barron berikan apalagi materi yang baru Barron berikan adalah mata kuliah statistik dimana banyak sekali hitung-hitungannya. Ulu hati Fla terasa panas, perutnya terasa mual melihat materi yang Barron berikan.


Walau Barron sedang fokus dengan layar laptopnya, tapi bukan berarti Barron tidak memperhatikan Fla, sesekali Barron melirik kearah Fla yang ada di hadapannya. Melihat Fla yang gelisah, Barron yakin kalau materi yang ia berikan tidak bisa masuk ke otak Fla. Melihat itu Barron yang awalnya tidak ingin memperdulikan kesusahan Fla dan ingin membiarkan Fla berusaha sendiri, lama-lama tidak tega juga.


"Kalau gak ngerti bilang aja, biar aku ajarin." ucap Barron tanpa melihat ke arah Fla.


"Emangnya Kak Barry ngerti!" balas Fla.


Mendengar itu, Barron pun melihat Fla.


"Kalau aku gak ngerti terus materi yang aku buat itu darimana?" balas Barron sambil melipat tangannya di dada.


"Jadi Kakak ngerti?" tanya Fla masih menyangsikan kepintaran Barron.


Barron pun berdiri dari duduknya.


"Kamu gak tahu kalau kepintaran suami kamu ini diatas rata-rata." ucap Barron sambil berjalan mendekati meja belajar Fla.


"Jangankan statistik, semua mata kuliah kamu aja aku kuasai." kata Barron lagi dengan sombongnya.


"Iya kah?" Fla masih tak percaya.


Barron memutar bola matanya malas karena Fla masih menyangsikan dirinya.


"Ya iyalah, kamu gak tahu kalau aku ini S2 Bisnis Management." jawab Barron.


"Serius? Kalau gitu kenapa sekarang kuliah kedokteran? Gak nyambung!"


"Kuliah kedokteran itu passion karena cita-cita aku dari kecil memang pengen jadi dokter, kalau kuliah bisnis itu wajib karena Papa aku pengusaha, jadi sudah pasti nanti aku yang akan menjalankan perusahaan Papa aku. Jadi dari awal kuliah aku ambil dua jurusan sekaligus, kedokteran dan bisnis manajemen, tapi yang bisnis manajemen aku kuliah via online. Bisnis manajemen aku push SKSnya jadi dalam waktu empat tahun aku bisa menyabet gelar S2. Keren kan suami mu ini!" jawab Barron narsis.

__ADS_1


"Woah... keren banget Kak." jawab Fla sambil mulutnya menganga.


"Kalau kayak gitu, aku ikhlas deh kalau anak kita nanti semua mirip sama kamu, udah ganteng pinter lagi, aku ikhlas rahim ku di pake sembilan bulan asal anak-anak kita mirip sama Kakak semua." ucap Fla lagi.


Cletak. Barron langsung menyentil kening Fla.


"Auw..." ringis Fla sambil mengusap keningnya.


"Mikir kamu kejauhan! Sekarang pikirin mid semester dulu!" ucap Barron.


"Kan wajar Kak mikir begitu, Kakak lupa tadi pagi Kakak udah-"


"Belajar!" potong Barron dengan nada tegas.


Mau tidak mau Fla pun kembali fokus dengan materi yang Barron berikan.


"Mana yang gak kamu mengerti?" tanya Barron.


"Semua." jawab Fla jujur.


"Ambilkan kursi ku." perintah Barron.


Fla pun berdiri dari duduknya lalu mengambilkan kursi dari meja belajar Barron lalu meletakkannya di samping kursi Fla.


Barron pun duduk di kursi yang Fla bawakan begitu pun dengan Fla setelah itu Barron pun mulai mengajari Fla belajar.


Setengah jam kemudian.


"Sudah mengerti?" tanya Barron.


Fla mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kalau begitu coba kerjakan soal yang aku berikan ini." ucap Barron sambil menuliskan sebuah soal di selembar kertas untuk menguji Fla.

__ADS_1


"Kak..."


"Hemh..."


"Soal pernikahan kita, Kakak gak mau gitu kita ngadain resepsi?" tanya Fla.


"Aku belum mikirin kesitu." jawab Barron.


"Terus kita gak ngadain resepsi gitu? Kakak mau rahasiain pernikahan kita gitu?" tanya Fla.


"Apa penting orang-orang tahu tentang pernikahan kita?" tanya Barron balik.


"Ya pentinglah! Kalau orang gak ada yang tau soal pernikahan kita, yang ada nanti jadi fitnah!" jawab Fla.


"Kenapa kita harus denger omongan orang. Yang penting kita punya bukti kalau kita ini pasangan suami istri yang sah, orang-orang terdekat kita juga tahu kalau kita sudah menikah jadi itu sudah cukup." jawab Barron.


"Cih! Bilang aja Kakak gak mau ada yang tau kalau status Kakak itu suami orang, biar bisa di deketin cewek-cewek!"


Barron menghela nafasnya kasar.


"Jadi kamu mau kita bikin resepsi?" tanya Barron dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Fla.


"Yang besar, yang meriah, yang mewah, yang spektakuler." ucap Fla.


"Oke. Kita akan bikin resepsi pernikahan yang besar dan mewah kalau nilai semester mu rata-rata A." jawab Barron.


"Kak Barry!!!!" pekik Fla kaget mendengar jawaban Barron.


💋💋💋


Bersambung...


Ditantang lagi si Fla, sabar yah Fla.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋


__ADS_2