
Kok JAV HD? Gumam Barron dalam hati saat melihat pembukaan film.
Otak Barron bekerja agak sedikit lambat mengingat film apa yang di produksi JAV HD.
Sampai akhirnya film pun dimulai.
Baru di awal film saja sudah mempertontonkan adegan pasangan yang sedang ciuman panas.
Melihat adegan itu barulah otak Barron bekerja dengan sangat cepat dan akhirnya Barron tau kalau JAV HD adalah nama rumah produksi film Harry Por.no.
"Shiiit!!!" umpat Barron lalu cepat-cepat mengambil remote televisi yang ada di atas meja. Tapi sayangnya gerakan tangan Barron kalah cepat dari tangan Fla. Fla sudah lebih dulu mengambil remote itu dari atas meja.
"Bawa sini remote-nya." pinta Barron.
"Ternyata Kak Barry koleksi film beginian yah?" goda Fla.
"Aku juga gak tau kenapa film itu ada di flashdisk ku." jawab Barron.
"Heleh gak usah malu deh Kak. Kata Zayn laki-laki emang doyan ngoleksi film beginian, aku pikir Kakak enggak, eh... gak taunya doyan juga. Pantesan Kakak hebat banget di ranjang." balas Fla.
"Kamu ngomong apa sih, gak jelas! Bawa sini remote-nya!" pinta Barron lagi.
"Gak! Udah terlanjur di putar, jadi kita tonton sampe habis." tolak Fla.
"Fla, nonton film por.no bisa menyebabkan kecanduan dan itu bisa merusak saraf-saraf otak dan membuat kita jadi tidak bisa fokus. Jadi bawa sini remote-nya!"
"Bisa merusak otak kalau gak tersalurkan, kalau tersalurkan yah mana merusak otak lah Kak." jawab Fla.
__ADS_1
Barron menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan untuk menahan emosinya. Emosi karena Fla tidak mau memberikan remote dan emosi karena suara decapan bibir adegan yang ada di televisi begitu jelas di telinga Barron.
"Kalau gitu matiin televisinya dan kita belajar!" ucap Barron.
"Ini kan juga belajar Kak." jawab Fla.
"Apa pelajaran yang di dapat dari film por.no?" tanya Barron semakin kesal.
"Pelajaran memuaskan suami." jawab Fla.
Barron menghela nafasnya kasar sambil memijat pangkal hidungnya.
"Kakak selalu minta aku diatas kan? Jadi aku mau belajar teknik untuk menggoyang diatas." kata Fla.
"Fla!!!" geram Barron.
"Jangan coba-coba cabut flashdisk itu! Atau gak Kakak gak dapet jatah selama sebulan!" ancam Fla.
Mata Barron membulat lebar.
"Berani kamu ngancem sekarang yah?!" tanya Barron dengan tatapan mengintimidasi.
"Iya. Mau coba? Cabut aja flashdisk nya!" Jawab Fla.
Barron menghela nafasnya kasar.
"Terserah kamu lah!" balas Barron pasrah.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun menonton film si Harry Por.no.
Fla nampak serius menonton film itu. Tapi tidak dengan Barron, ia agak risih menonton film itu. Sesekali Barron melirik ke arah Fla.
Apa dia gak terang.sang yah lihat adegan-adegan itu? gumam Barron dalam hati karena melihat wajah Fla yang sangat serius. Di dalam film belum ada adegan menunggang kuda, masih adegan en.yot-mengen.yot.
Tapi ngomong-ngomong kok bisa ada film itu di flashdisk ku? gumam Barron lagi.
Barron pun mencoba mengingat-ingat siapa-siapa saja yang memegang flasdisknya.
Tak lama mata Barron membulat.
Pasti flashdisk ku tadi tertukar sama punya Geral! gumam Barron.
Barron ingat kalau flashdisknya dan flasdisk salah satu temannya saat konsul tadi sama dan kemungkinan flashdisk mereka tertukar karena tadi saat konsul duduk mereka bersebelahan dan saat Barron buru-buru memasukkan laptop dan flashdisknya ke dalam tas, tak sengaja Barron menyenggol Geral dan membuat flashdisk mereka sama-sama jatuh ke lantai.
Karena buru-buru, Barron asal ambil flashdisk yang ada di lantai tanpa melihat tanda yang di miliki flashdisk. Barron buru-buru keluar dari ruang konsul karena mendengar Fla ribut dengan Andin.
Bahkan saat Barron mengajak Fla nonton Harry Potter pun, Barron tidak memperhatikan flashdisk itu.
💋💋💋
Bersambung...
Yah anggap saja flashdisk itu adalah flashdisk keberuntungan mu Barron.
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋
__ADS_1