
Pukul 20.30
Setelah dua jam berada di ruang operasi, akhirnya dokter yang melakukan pemasangan ring jantung pada Papa Felix pun keluar dari ruang operasi.
Sebenarnya pemasangan ring hanya memakan kurang lebih satu jam, itu kalau tidak ada masalah, tapi saat memasang ring jantung Papa Felix ada sedikit kendala.
Melihat lampu ruang operasi mati lalu tak lama dokter yang mengoperasi Papa Felix keluar dari ruang operasi, Fla, Barron dan asisten Papa Felix pun berdiri dari duduk mereka dan mendekati dokter itu.
"Gimana Papa saya dok?" tanya Fla.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, semuanya baik-baik saja. Satu jam lagi Pak Felix sudah bisa kembali ke kamar." jawab dokter.
Fla, Barron dan asisten Papa Felix pun menghela nafas lega.
Setelah memberi informasi tentang Papa Felix, dokter itupun pergi meninggalkan Fla, Barron dan asisten Papa Felix.
💋💋💋
Kamar rawat.
Setelah satu jam observasi, kini Papa Felix sudah berada di kamar rawatnya.
Sekarang di kamar rawat Papa Felix hanya ada Fla dan Barron, asisten Papa Felix sudah pulang karena memang sudah malam.
"Pokoknya mulai sekarang Papa gak boleh makan sembarangan, gak boleh makan makanan yang mengandung kolestrol yang tinggi." ucap Fla persis seperti seorang Ibu yang mengomeli anaknya yang sakit gigi karena makan coklat kebanyakan.
"Tapi sekali-sekali boleh dong." balas Papa Felix.
"Gak!" jawab Fla tegas.
"Kamu juga jangan tau nasehatin orang, inget kamu lagi hamil, harus jaga makanan dan jaga kesehatan. Sana pulang, istirahat." balas Papa Felix.
"Iya Fla, mending kamu pulang, ini udah malem, kamu harus istirahat." timpal Barron.
"Gak mau, aku mau jaga Papa disini." tolak Fla.
"Inget kandungan mu, Fla." ucap Papa Felix dengan suara lemah.
__ADS_1
"Iya Sayang, kan ada perawat yang jaga Papa disini. Mending kita pulang sekarang, besok pagi kita balik lagi kesini, gimana?" timpal Papa Felix.
Fla melihat layar ponselnya yang sejak tadi dia pegang lalu menghela nafasnya kasar.
Udah jam segini, kok Mama belum dateng-dateng sih? gumam Fla dalam hati.
Kayaknya Mama gak bakalan dateng deh. Gumam Fla lagi.
"Ayo pulang." ajak Barron sekali lagi.
Fla menganggukkan kepalanya kemudian berdiri dari duduknya lalu mendekati ranjang Papa Felix.
"Pa, Fla pulang dulu yah, besok pagi Fla dateng lagi." pamit Fla.
"Iya Sayang. Gak usah khawatiran Papa, percaya sama Papa, Papa pasti baik-baik saja." ucap Papa Felix.
Fla memeluk Papa Felix.
Papa harus sehat, biar bisa main sama cucu Papa. Papa jangan sedih, ada Fla disini yang akan jaga Papa di masa tua Papa, jadi Papa jangan pernah merasa sendirian lagi. Gumam Fla dalam hati.
Setelah beberapa detik memeluk sang Papa, Fla pun melepas pelukannya.
"Barron, hati-hati nyetirnya yah, pelan-pelan aja asal kan selamat." ucap Papa Felix menasehati Barron.
"Siap Pa." jawab Barron.
Saat Fla dan Barron hendak berjalan menuju pintu, tiba-tiba pintu kamar rawat Papa Felix terbuka.
"Mama..." kaget Fla melihat Mama Rasti yang akhirnya datang.
Mama Rasti langsung menghampiri Fla dan memeluk putri semata wayangnya itu.
"Halo Sayang, maaf yah Mama kemalaman datengnya." ucap Mama Rasti.
"Fla pikir Mama gak bakalan dateng jenguk Papa." balas Fla.
"Gimana mungkin Mama gak deteng kalau kamu yang mohon sama Mama." balas Mama Rasti.
__ADS_1
"Kalian udah mau pulang?" tanya Mama Rasti dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Fla.
"Mama bisa tolong jagain Papa gak? Kasihan Papa gak ada yang jaga disini. Walau ada perawat, tapi Fla tetap gak bisa tenang." mohon Fla.
Mama Rasti melirik ke arah Papa Felix yang ada di ranjang. Jujur, rasanya sangat canggung jika harus menjaga mantan suami. Sebenarnya datang menjenguk saja, Mama Rasti butuh tenaga ekstra untuk mengumpulkan keberanian, kalau bukan karena Fla yang memohon, Mama Rasti juga enggan bertemu dengan mantan suaminya itu.
"Gak usah Fla, jangan merepotkan Mama mu." ucap Papa Felix.
"Atau gak kamu pulang sama Mama aja, biar aku yang jaga Papa disini." ucap Barron yang bisa mengerti ketidaknyamanan Mama Rasti.
"Jangan. Fla lagi hamil, kamu harus ada disamping dia." sahut Papa Felix.
"Kamu hamil?" kaget Mama Rasti karena saat Fla menelpon tadi, Fla tidak bilang kalau dirinya hamil.
Fla menganggukkan kepalanya.
"Ya udah biar Mama aja yang jaga Papa kamu disini, kalian berdua pulang aja." ucap Mama Rasti mengalah.
Mama Rasti pernah merasakan saat hamil jarang mendapatkan kasih sayang dari suaminya, makanya Mama Rasti tidak ingin Fla juga merasakan hal yang sama dengannya.
"Tapi Ma-"
"Udah sana kalian pulang, kamu jaga aja Fla, istri yang sedang hamil lebih butuh perhatian ekstra dari suaminya." Mama Rasti memotong kata-kata Barron.
Barron menganggukkan kepalanya.
"Udah ada vitamin sama susu ibu hamil?" tanya Mama Rasti.
"Udah Ma." jawab Fla.
"Jangan lupa di minum yah sebelum tidur." ucap Mama Rasti.
"Iya Ma." jawab Fla.
"Udah sana kalian pulang. Besok kita ngobrol lagi." ucap Mama Rasti.
Fla dan Barron menganggukkan kepala lalu berpamitan pada Mama Rasti.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...