Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
74. Pizza Buatan Suami


__ADS_3

Restoran Pizza


Kini Barron dan Fla sudah berada di restoran pizza.


Buku menu sudah ada ditangan mereka, tapi Fla bingung memilih pizza yang ingin ia makan, entah kenapa Fla tidak selera melihat semua pizza yang ada di buku menu.


Fla menghela nafasnya kasar dan itu kedengaran oleh Barron.


"Kenapa? Apa kamu bingung mau pizza yang mana? Pesan saja semua yang kamu mau kalau memang kamu mau makan semuanya, tapi dengan ukuran yang kecil saja agar tidak mubazir." ucap Barron.


"Bukan begitu." jawab Fla.


"Lalu kenapa?" tanya Barron.


"Aku tidak selera makan pizza." jawab Fla.


Barron mengangguk-anggukkan kepalanya paham, mungkin karena kehamilan Fla makanya Fla jadi tidak selera makan pizza.


"Lalu kamu mau makan apa?" tanya Barron sambil menutup buku menu.


"Aku mau makan pizza tapi buatan Kakak, gimana? Apa Kakak mau membuatkannya untuk ku?" tanya Fla.


Barron tersenyum ketir.


"Yang benar saja, mending kamu suruh aku buatkan makanan yang lain daripada pizza Sayang." jawab Barron.

__ADS_1


"Tapi aku maunya makan pizza buatan Kakak. Ayolah Kak, mungkin saja ini kemauan anak mu." rengek Fla.


Barron mengehela nafasnya kasar.


"Tunggu sebentar, aku tanya dulu apa aku boleh masuk dapur mereka." jawab Barron lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kasir.


"Mbak, apa bisa saya kedapur dan membuat pizza untuk istri saya? Dia sedang mengidam." tanya Barron pada kasir.


"Tunggu sebentar yah Pak, saya tanya dulu koki-nya." Jawab kasir itu.


Tak sampai sepuluh menit kasir itu pun kembali lagi dan mengatakan kalau Barron diperbolehkan masuk ke dapur mereka.


Sebelum Barron masuk dapur, Barron memberi kode pada Fla dengan tangannya yang menyiratkan kalau dia boleh masuk dapur.


Selagi Fla menunggu Barron membuat pizza, Fla hanya memesan minuman untuknya dan untuk Barron.


"Taaaadaaaa..." Barron meletakkan tiga piringan pizza diatas meja.


"Woaaaah..." Fla tercengang melihat pizza-pizza buatan Barron.


"Ini beneran Kakak yang buatkan?" tanya Fla.


"Iya Sayang." jawab Barron.


"Ayo makan." ucap Barron.

__ADS_1


Berbeda saat Fla melihat pizza yang ada di buku menu, melihat pizza yang ada di depan matanya tiba-tiba saja selera makan Fla meningkat.


Dengan semangatnya dia mengambil sepotong pizza lalu melahapnya, tidak ada lagi makan pizza yang elegan dengan menggunakan pisau dan garpu.


Melihat Fla lahap makan, jelas saja itu membuat Barron senang.


"Makan yang banyak, kalau perlu habiskan semuanya." ucap Barron.


"Gimana enak kan?" tanya Barron.


"Enak. Asal buatan Kakak semuanya pasti enak." jawab Fla.


Barron tersenyum tipis.


"Oke, nanti aku akan sering-sering buatkan pizza untuk mu." balas Barron.


"Kakak mau aku gendut kayak dulu?" tanya Fla.


"Kamu kan sedang hamil Sayang, jadi gak pa-pa gendut, nanti setelah melahirkan baru diet lagi." jawab Barron.


"Besok kita pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungan mu, oke." kata Barron lagi dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Fla.


Setelah selesai makan pizza, mereka pun pulang ke apartemen. Tak jadi nonton bioskop karena tidak ada film yang Fla suka. Tapi sebagai gantinya, Fla minta Barron menemaninya nonton Netflix di apartemen mereka.


Kali ini benar-benar film Netflix bukan film Jepang satu produksi dengan film Kakek Sugiono.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2