
Kini sudah tidak ada lagi pakaian yang menempel di tubuh Fla dan Barron, Suhadi pun sudah sangat siap berkelana di dalam goa labirin.
Barron yang sedang menyusu pun berhenti menyusu dan beralih menciumi ceruk leher Fla.
"Aku masukin yah." bisik Barron ditengah-tengah ciumannya.
Fla hanya menjawab dengan anggukkan kepala.
Melihat Fla menganggukkan kepalanya, tangan Barron pun mengarahkan kepala Suhadi menuju pintu goa labirin.
Karena pintu labirin sudah tidak bersegel lagi, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Suhadi pun langsung menerobos masuk kedalam goa labirin.
"Aaargh..." erang keduanya.
Fla mengerang kesakitan sedangkan Barron mengerang keenakan.
"Sa-kit Kak." lirih Fla.
"Masa sih?" tanya Barron dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Barron.
"Maaf, aku pikir udah gak sakit lagi." jawab Barron.
Perlahan Barron pun menggerakkan Suhadi di dalam goa labirin.
"Kalau begini masih sakit?" Tanya Barron.
"Sssh... ah.. sedikit... ah..." jawab Fla.
__ADS_1
"Tapi enak kan?" tanya Barron dan di jawab dengan anggukkan kepala malu-malu oleh Fla.
Melihat Fla mengangguk, Barron pun tersenyum tipis lalu mendaratkan bibirnya ke bibir Fla sambil dibawah sana ia menggerakkan Suhadi yang ada di dalam goa labirin.
💋💋💋
Dua puluh menit kemudian.
"Ssh... ah...Kak Barry pelan-pelan." racau Fla saat Barron dengan ugal-ugalan menggerakkan Suhadi.
Yah, namanya juga Suhadi, Suka Hilang Kendali.
"Tahan, udah mau keluar." balas Barron sambil menahan pinggang Fla agar tidak kabur.
Fla pun hanya bisa mendes.ah dan meracau antara sakit tapi enak.
"Aaargh..." erangan panjang pun keluar dari mulut Barron lalu tak lama Barron pun tumbang diatas tubuh Fla.
"Makasih Fla, makasih." ucap Barron di telinga Fla dengan nafas yang tersenggal-senggal.
Fla tidak membalas ucapan terimakasih Barron, nafasnya juga tak kalah ngos-ngosan dari Barron.
Saat sedang mengatur nafasnya tiba-tiba saja Fla teringat kalau pagi ini dia masuk jam setengah delapan.
"Minggir!!!" spontan Fla pun langsung mendorong tubuh Barron yang masih ada diatas tubuhnya lalu mengambil ponselnya untuk melihat jam.
"Astaga udah jam enam lewat lagi!" pekik Fla.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Barron.
"Pake nanya lagi! Hari ini aku masuk setengah delapan!" jawab Fla sambil menarik selimut lalu menggulung selimut itu ketubuh-nya kemudian beranjak dari atas ranjang dan cepat-cepat masuk kedalam kamar mandi.
Barron hanya tersenyum kecil melihat tingkah Fla. Kemudian turun dari ranjang dan memungut boxer-nya lalu memakainya. Setelah itu Barron pun keluar dari kamar dan hendak membuatkan sarapan untuk Fla.
Saat hendak berjalan menuju dapur dan melewati tempat gantungan kunci-kunci, otak licik Barron pun bekerja lagi. Barron pun tersenyum licik lalu mengambil kunci mobil Fla dan menyembunyikan di lemari penyimpanan bahan makanan kering.
"Kalau begini kan kesannya aku ini pahlawan." gumam Barron setelah menyembunyikan kunci mobil Fla.
Semalam saat membersihkan meja ruang tengah, Barron mendapatkan kunci mobil itu tergeletak di karpet bawah meja. Barron pun menggantung kunci itu di tempat gantungan kunci. Makanya Barron sangat yakin kalau nanti Fla akan kelabakan mencari kunci mobilnya apalagi sekarang Fla sedang terburu-buru. Dan disaat itu lah Barron akan menawarkan diri untuk mengantar Fla.
Setelah menyembunyikan kunci mobil Fla, Barron pun lanjut membuatkan sarapan untuk Fla. Sarapan yang simpel saja, hanya sereal.
Setelah menyajikannya di meja makan, Barron pun masuk lagi kedalam kamar. Bersamaan dengan Barron masuk kedalam kamar, Fla pun juga baru keluar dari kamar mandi.
"Aku udah buatin kamu sereal, sarapan dulu sebelum berangkat." ucap Barron.
"Hemh..." jawab Fla seadanya sambil berjalan menuju ruang ganti.
Begitu Fla masuk keruang ganti, Barron pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa percintaannya dengan Fla. Walau pagi ini sebenarnya Barron ke kampus jam sepuluh dan itu pun hanya untuk konsul, tapi karena dirinya ingin mengantar Fla, jadinya dia harus membersihkan tubuhnya dulu.
💋💋💋
Bersambung...
Modus Part 2 yah barongsai? 🤭
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋