Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
56. Menjadi Suami Blak-Blakan


__ADS_3

Kini Fla sadar kalau ternyata Barron sudah lama mencintainya.


Merasa bersalah karena sudah salah paham dengan sikap Barron, Fla pun keluar dari dalam kamar dan menyusul Barron ke ruang belajar. Tapi sebelum ke ruang belajar, Fla membuatkan susu hangat terlebih dulu untuk Barron. Setau Fla, susu hangat bisa meredakan emosi seseorang.


Dengan segelas susu hangat, Fla pun berjalan menuju ruang belajar.


Tok... Tok... Tok...


Fla mengetuk pintu ruang belajar terlebih dahulu lalu kemudian membukanya walau tidak ada sahutan dari dalam ruang belajar.


Sedangkan di ruang belajar, Barron langsung pura-pura fokus ke layar laptop begitu mendengar ketukan pintu.


"Ekhem..." Fla berdehem sambil berjalan mendekati meja belajar Barron.


Barron hanya melirik Fla sebentar kemudian kembali fokus ke layar layar laptop.


"Ini aku buatin susu hangat buat Kakak biar emosi Kakak reda." ucap Fla sambil meletakkan gelas itu ke meja belajar Barron.


"Mmm..." sahut Barron.


"Um... Kak..." panggil Fla.

__ADS_1


"Hemh..." balas Barron.


"Aku minta maaf udah salah paham sama Kakak. Aku gak tau kalau Kakak sebenarnya udah lama suka sama aku dan nunggu aku." ucap Fla.


"Tapi salah Kakak juga sih, kenapa gak pernah bilang sama aku dan malah nulis di album foto, kan aku bukan cenayang yang tau isi hati Kakak." lanjut Fla.


Barron menghela nafasnya kasar. Yang Fla katakan memang benar, dirinya juga salah.


"Aku juga minta maaf karena gak bisa terus terang sama kamu." balas Barron.


"Aku memang bukan laki-laki yang suka mengumbar kata cinta, kata i love you, kata sayang atau apapun itu yang perempuan sukai. Yah bisa di bilang aku tipikal laki-laki yang love language-nya acts of servis yang menunjukkan rasa cinta dengan tindakan. Aku mengajari kamu belajar, membuatkan kamu materi untuk kamu pelajari, mendisplinkan kamu, itu lah cara aku menunjukkan rasa cinta aku ke kamu. Karena aku mau kamu menjadi wanita yang sukses, yang mandiri, yang kuat." kata Barron lagi.


"Mungkin kamu berpikir aku laki-laki aneh yang menunjukkan rasa cinta dengan cara seperti itu. Tapi itu lah aku Fla. Aku bukan laki-laki yang terbiasa melakukan hal-hal romantis atau mengucapkan kata-kata romantis. Maaf kalau aku tidak sesuai ekspektasi kamu." ucap Barron lagi.


Fla menelan salivanya susah payah begitu wajah Barron hanya berjarak satu jengkal dari wajahnya.


"Fla..."


"Hemh..."


"I love you." ucap Barron lalu mendaratkan bibirnya ke bibir Fla kemudian melu.mat lembut bibir manis itu.

__ADS_1


Fla yang masih kaget dengan ucapan cinta Barron hanya bisa membuka bibirnya agar Barron bisa melu.matnya tanpa membalas luma.tan Barron.


Setelah beberapa detik, Barron pun melepas pungutan bibirnya dari bibir Fla.


Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Barron langsung membalikkan badannya dan hendak keluar dari ruang belajar.


Tapi dengan cepat Fla menarik tangan Barron. Barron pun membalikkan tubuhnya dan kembali menghadap Fla.


"Susunya gak diminum?" tanya Fla.


Barron pikir Fla mau bicara apa. Padahal harapan Barron, Fla menarik tangannya karena ingin membalas ciumannya tadi, ternyata Barron salah.


Barron melirik sesaat gelas susu yang ada di meja belajarnya kemudian melihat ke arah Fla.


Sama seperti dirinya, sepertinya Fla orang yang tidak bisa diberi kode. Belajar dari kesalahannya yang tidak pernah terus terang, kali ini Barron ingin menjadi suami yang blak-blakan.


"Aku lebih suka susu kamu." jawab Barron lalu kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Fla.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


Susu cap Nona lebih seger yah, Ron. 🤭


Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋


__ADS_2