
Restoran.
Kini Fla sudah berada di VIP room salah satu restoran bintang lima yang di pesan Papanya.
"Halo anak kesayangan Papa." sambut Papa Felix begitu Fla masuk ke ruangan itu sambil mengecup kening Fla.
"Papa cuma sendiri?" tanya Fla sambil mendaratkan bokongnya di kursi.
"Mmm... Papa mau quality time sama kamu." jawab Papa Felix.
Papa Felix pun meminta anak buahnya untuk memanggil pelayan. Tak lama pelayan pun datang, Fla dan Papa Felix pun memesan makanan untuk mereka.
"Gimana dengan suami kamu? Dia baik kan sama kamu?" tanya Papa Felix.
"Baik Pa. Papa tau gak kalau Barron itu adalah Kak Barry, teman Fla waktu SD?"
"Mmm..." jawab Papa Felix sambil menganggukkan kepalanya.
"Kalau dia nyakitin kamu, bilang yah sama Papa." ucap Papa Felix.
"Sejak kapan Papa peduli sama Fla? Waktu kecil aja Fla sering di bully, Papa gak pernah mau tau. Kenapa sekarang Fla udah gede Papa baru mau peduli sama Fla." sindir Fla.
"Mmm... waktu itu-"
"Jangan bilang kalau waktu itu Papa gak tau Fla di bully! Walaupun Fla gak pernah bilang sama Papa dan Mama, Fla rasa kalian berdua tau semua tentang itu, tapi kalian tutup mata dan telinga kalian untuk tau." potong Fla.
"Tapi ya udah lah, kejadian itu juga udah lama banget. Kalau gak karena kejadian itu, Fla gak akan pernah ketemu sama Kak Barry, orang yang udah buat Fla jadi seperti sekarang ini. Karena Kak Barry lah jadi punya motivasi untuk diet, untuk berani melawan, untuk belajar yah... walaupun nilai Fla selalu pas-pas'an." kata Fla lagi.
__ADS_1
Papa Felix diam seribu bahasa. Untungnya pelayan pun datang membawa makanan pesanan Fla dan Papa Felix jadi suasana yang canggung pun pecah seketika.
Setelah semua makanan di hidangkan diatas meja dan pelayan pun keluar dari ruang VIP, Papa Felix dan Fla pun menyantap makanan yang mereka pesan sambil sesekali mengobrol hal-hal yang ringan.
💋💋💋
Papa Felix dan Fla pun selesai makan, piring-piring juga sudah diangkat dari atas meja oleh pelayan. Sekarang saatnya Papa Felix menyampaikan niatnya mengajak Fla quality time.
Papa Felix memanggil asistennya untuk membawa apa yang sudah Papa Felix siapkan.
"Ini Pak." ucap asisten Papa Felix sambil memberikan satu map kepada Papa Felix.
Papa Felix pun menerima map itu. Setelah itu, asisten Papa Felix pun keluar dari ruang VIP meninggalkan Fla dan Papa Felix berdua.
Melihat map itu, diotak Fla sekarang pasti Papa Felix ingin menandatangani surat perjanjian atau persetujuan atau apalah itu yang berhubungan dengan hak waris.
"Ini apa Pa?" tanya Fla.
"Baca aja dulu, nanti kamu juga tau." jawab Papa Felix.
Fla pun mengambil map itu lalu membukanya kemudian membaca tulisan-tulisan yang ada di dalam selembar kertas dalam map itu.
Mata Fla membulat lebar, apa yang ada di pikirannya ternyata salah besar. Karena di dalam map itu bukanlah surat perjanjian atau surat persetujuan atau apapun itu melainkan surat balik nama semua aset Papa Felix menjadi atas nama Flanella Putri Anjani.
"I-i-ini a-a-apa maksudnya Pa?" tanya Fla dengan suara terbata-bata, ia masih syok melihat semua aset Papanya menjadi miliknya. Padahal Mama Rasti bilang dirinya harus merebut semua aset milik Papa-nya sebelum semua aset Papanya di ganti atas nama anak Papa Felix dari gundiknya, yang Fla juga tidak tau apa Papa Felix memang punya anak dari gundik-gundiknya.
"Disana sudah tertulis jelas kalau semua aset Papa sudah menjadi milik kamu. Jadi sekarang kamu yang memegang PT. Anjas Group." jawab Papa Felix.
__ADS_1
"Papa lagi gak becanda kan? Kuliah Fla aja belum kelar Pa, kenapa Fla harus megang perusahaan Papa?"
"Nanti selesai kamu kuliah, baru kamu megang perusahaan, untuk sekarang Papa yang akan mengurusnya, tapi tanda tangan utama tetap tanda tangan kamu." jawab Papa Felix.
Fla terdiam sejenak.
"Tapi kenapa Papa kasih semua ini untuk Fla?"
"Papa tau, Mama sudah cerita semuanya sama kamu tentang masalah kami dan Papa juga tau alasan kenapa Mama kamu bertahan selama ini dengan Papa karena Mama mu ingin menunggu kamu sampai siap merebut semua aset milik Papa." jawab Papa Felix.
"Kamu gak usah merebutnya dari Papa karena ini semua memang sudah Papa persiapkan untuk kamu. Kamu bisa panggil tim audit untuk memeriksa semua aset Papa, semuanya sudah Papa ganti atas nama mu dan tidak ada satupun yang Papa sembunyikan. Kecuali rumah, rumah itu Papa berikan untuk Mama." kata Papa Felix lagi.
"Jadi sekarang belajarlah yang rajin, jangan sia-siakan kerja keras Papa selama ini. Darah dan keringat Papa ada di semua aset yang kamu pegang sekarang." lanjut Papa Felix.
Fla kembali terdiam. Ia berusaha menahan tangisnya dalam dadanya.
"Sepertinya Papa harus pergi sekarang karena Papa masih ada meeting lagi. Kamu juga langsung pulang yah." pamit Papa Felix sambil berdiri dari duduknya.
"Apa benar Papa selama ini selingkuh?" tanya Fla tiba-tiba.
💋💋💋
Bersambung...
Papa Felix beneran selingkuh gak sih selama ini? Atau hanya kesalahpahaman yang berlarut-larut?
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋
__ADS_1