
Sengatan-sengatan terus berlanjut. Fla benar-benar mempraktekkan semua adegan-adegan yang ada dalam film dan dengan senang hati Barron membantu Fla belajar.
...💋💋 Maaf yah, untuk kelanjutan part hiya-hiyanya gak di terusin karena dua hari berturut-turut kena tolak jadi bagian itu aku skip. 🙏🙏🙏 💋💋...
💋💋💋
Keesokan harinya.
Pukul 06.00
"Eugh..." Fla melenguh sambil mengerjapkan matanya.
Begitu matanya terbuka sempurna, Fla tidak menemukan Barron disampingnya. Kemudian Fla melihat jam yang ada di dinding.
"Astaga udah jam enam." pekik Fla.
Fla pun cepat-cepat bangun lalu menggulung selimut untuk menutupi tubuhnya. Dia harus membuat sarapan untuk Barron karena hanya itu tugasnya.
Ceklek. Tiba-tiba pintu terbuka dan Barron masuk ke dalam kamar dengan nampan yang berisi sarapan untuk Fla.
"Selamat pagi Sayang ku." sapa Barron sambil berjalan mendekati Fla.
"Pagi juga Kak." balas Fla sambil menyengir malu-malu.
__ADS_1
"Ini aku buatin roti isi untuk mu, ayo sarapan." ucap Barron.
"Woah... Makasih yah Kak. Padahal aku baru mau buatin Kakak sarapan." balas Fla.
"Aku tau kamu capek karena pelajaran semalam, makanya pagi ini aku inisiatif buatin kamu sarapan." balas Barron.
"Anggap aja ini sebagai ucapan terimakasih aku." kata Barron lagi.
"Terimakasih apa?" Tanya Fla dengan wajah polosnya.
Barron mendekatkan wajahnya ke telinga Fla.
"Terimakasih untuk yang semalam. Yang semalam luar biasa. Aku suka kamu yang agresif seperti semalam." bisik Barron.
Blush...
"Iiih Kak Barry, gak usah di bahas lagi ah, aku malu tau!" balas Fla sambil memukul pelan dada Barron.
Barron hanya terkekeh kecil.
"Udah cepetan makan, terus mandi, biar aku anter kamu ke kampus." ucap Barron.
Fla pun mengambil roti isi dari piring, lalu menggigit sedikit roti itu.
Belum juga Fla mengunyah roti yang ia gigit, Fla langsung merasa mual tapi Fla mencoba menahannya karena tidak mau membuat Barron tersinggung. Tapi sayangnya Barron menyadari ekspresi wajah Fla.
__ADS_1
"Kenapa, gak enak yah?" curiga Barron.
Fla menggelengkan kepalanya sambil tersenyum terpaksa lalu terpaksa mengunyah gigitan roti yang ada di mulutnya dengan terpaksa.
Barron menghela nafasnya lega.
"Aku pikir gak enak, soalnya mozarella yang tadi aku pake bukan mozarella yang biasa, mozarella yang biasa aku beli tadi habis di mini market, mau cari ke mini market lain takut waktumya gak keburu." ucap Barron.
"Oh... Agak lain sih memang rasanya. Tapi tetap enak kok Kak." jawab Fla.
"Ya udah habisin kalau gitu, aku beresin dapur dulu." ucap Barron lalu keluar dari kamar.
Setelah Barron keluar, Fla yang awalnya berniat melanjutkan memakan roti isi itu, seketika mengurungkan niatnya karena tidak tahan dengan bau roti isi itu.
"Masa iya sih cuma gara-gara mozarellanya yang beda, rasanya juga aneh dan bau begini sih?" gumam Fla.
Tidak ingin mengecewakan Barron, Fla pun mempunyai ide untuk membuang roti isi itu ke closet. Tapi sebelum beranjak dari tempat tidur, Fla meminum susu yang juga sudah di sediakan Barron. Sayangnya, rasa susu itu di lidah Fla juga terasa aneh. Mau tidak mau Fla juga ikut membuang susu yang di buatkan Barron.
"Maafin gue yah roti, susu, gue gak ada maksud buang-buang makanan, tapi beneran rasa loe berdua tuh gak enak banget." ucap Fla sebelum membuang roti dan susu ke closet.
Setelah itu Fla menumpahkan susu ke closet, lalu memecah-mecah kecil roti dan membuangnya ke closet lalu memflush closet agar roti-roti yang mengambang tersedot.
Setelah menghilangkan jejak susu dan roti, Fla pun berjalan menuju bilik mandi untuk mandi.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋