
Universitas Dharma Pelita Bakti.
Kini Fla sudah sampai di kampusnya. Tempat yang pertama Fla datangi sesampainya di kampus adalah papan pengumuman untuk melihat nilainya. Karena ini hanya ujian tengah semester, yang biasa di katakan hanya ujian bayangan, jadi hasil ujian hanya di pampang di papan pengumuman.
Sesampainya di tempat papan pengumuman, ternyata sudah banyak mahasiswa yang satu jurusan dengannya sedang berkerumun melihat nilai mereka.
"Fla, nilai loe disini." ucap Rachel yang melihat Fla baru datang.
Fla pun menghampiri Rachel lalu melihat papan pengumuman.
Fla menghela nafasnya lemas. Nilainya rata-rata C.
"Udah gue dugong pasti nilai gue jelek! Tamat riwayat gue Chel." ucap Fla sambil meletakkan keningnya di bahu Rachel.
Rachel hanya bisa ikut-ikutan menghela nafasnya kasar. Ia bisa membayangkan bagaimana reaksi Barron kalau tau nilai istrinya jelek.
"Sabar Fla, ini kan masih mid, belum semester. Pasti si barongsai masih kasih loe kompensasi lah." ucap Rachel sambil mengelus punggung Fla.
"Dispensasi goblok! Kompensasi lagi!" balas Fla sambil mengangkat kepalanya dari bahu Rachel.
"Ya elah sama-sama goblok aja juga kita!" balas Rachel.
"Ya udah yuk ah, kita ke kelas." ajak Fla sambil menarik tangan Rachel.
"Loe gak mau fotoin nilai loe terus kasih ke si barongsai?" tanya Rachel.
"Nanti aja kalau udah sepi." jawab Fla.
Mereka pun meninggalkan tempat papan pengumuman dan berjalan ke kelas mereka.
__ADS_1
💋💋💋
Universitas Kedokteran.
Sesampainya di kampus, ternyata Prof. Arya mengundur sesi konsulnya menjadi jam tiga siang karena ada panggilan operasi mendadak.
Karena tidak tau mau kemana, Barron pun memutuskan untuk pergi ke kampus Fla, yah... sekedar untuk melihat-lihat saja sekalian mengajak Fla makan siang.
Barron pun keluar dari gedung kampus dan berjalan menuju parkiran. Begitu berada beberapa meter dari mobilnya, Barron pun membuka kunci mobil dengan remote. Baru juga pintu terbuka, tiba-tiba dari arah belakang Yudha langsung berlari mendahului Barron lalu mendekati mobil Barron dan membuka pintu mobil bagian penumpang.
Melihat itu Barron pun memanjangkan langkahnya menuju mobilnya.
"Apa-apaan ini? Keluar!" usir Barron.
"Kita kan udah jadi bestie, boleh lah gue numpang sama loe. Gue gak minta dianter sampe rumah kok, cuma sampe bengkel di jalan Asia." jawab Yudha.
"Terus gue gimana?"
"Punya hape kan? Punya data internet kan? Donlot aplikasi ojek atau taksi online! Cepet keluar!" jawab Barron.
"Loe pelit banget sih Ron, kalau bukan karena motor gue masuk bengkel gue juga gak bakalan numpang sama loe. Ayolah Ron sekali ini aja, tolong anter gue kesana." mohon Yudha.
Barron menghela nafasnya kasar lalu melihat jam yang melingkar di tangannya. Sekarang sudah jam setengah sebelas siang. Perjalanan dari kampus Barron ke kampus Fla saja memakan waktu setengah jam itupun kalau tidak macet. Kalau dia harus mengantar Yudha dulu ke bengkel, sudah pasti memakan waktu lebih lama lagi apalagi bengkel itu jauh dari kampus Barron dan juga tidak searah dengan kampus Fla.
"Gak bisa, aku buru-buru!" tolak Barron setelah memikirkan lama waktu yang ia habiskan hanya untuk perjalanan.
"Buru-buru kemana sih loe? Jemput bini loe? Ya udah ikut deh gue. Gak pa-pa deh gue jadi nyamuk." jawab Yudha.
"Yah... yah... yah.. gue ikut yah, sekalian lah gue juga minta Fla ngenalin gue sama temen-temennya, cabe-cabean juga gak pa-pa lah, yang penting bibir gue gak kering lagi." rayu Yudha sambil memainkan alisnya.
__ADS_1
"Cih." cebik Barron sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena mengerti apa maksud ucapan Yudha itu.
Tak lama Barron pun menatap Yudha dengan tatapan licik.
Boleh juga nih bawa Yudha ke kampus Fla, Yudha bisa di jadiin tameng agar aku terhindar dari gadis-gadis genit di kampus Fla. Sekalian lah, aku mau pamer kemesraan di depan Yudha. Gumam Barron dalam hati.
"Ya udah kamu boleh ikut, tapi awas aja nanti kamu ganggu aku sama Fla!" jawab Barron.
Barron pun memberikan kunci mobilnya pada Yudha.
"Apaan nih?" tanya Yudha.
Barron hanya menjawab dengan melirik ke arah kemudi.
"Loe nyuruh gue nyetir?" tanya Yudha.
"Ya iyalah, masa aku yang nyetir! Udah kamu yang numpang, sok nge-bos lagi!" jawab Barron.
"Cih!" decih Yudha lalu mengambil kunci mobil dari tangan Barron kemudian keluar dari dalam mobil dan pindah ke tempat duduk pengemudi.
Sedangkan Barron, bukannya duduk di kursi penumpang bagian depan, dia malah duduk di bagian belakang.
Ini mah gue jadi supir! Kampret emang loe, Ron! dumel Yudha dalam hati.
💋💋💋
Bersambung...
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋
__ADS_1