
Garuda Hills.
Pukul 18.30
Barron baru sampai di apartemen.
Begitu masuk di apartemen, Barron lansung disambut dengan suara televisi yang menggelegar sedang di dalam bioskop belum lagi lampu ruang tengah yang tidak dinyalakan.
"Bikin apa dia?" gumam Barron sambil berjalan memasuki ruang tengah dengan langkah panjang karena penasaran.
Saat memasuki ruang tengah, Barron terkejut dengan penampakan meja ruang tengah yang di penuhi banyak makanan. Ada pizza, ada ayam goreng crispy, ada risol mayo dan beberapa jenis cake. Belum lagi saat ini Fla sedang menikmati seblak yang ada di tangannya.
"Fla!!!" teriak Barron tapi Fla tidak mendengar. Jangankan mendengar menyadari kedatangannya saja tidak.
"Flaaaaa!!!!!" teriak Barron sekali lagi.
Di panggilan kedua barulah Fla mendengar. Fla pun menoleh sebentar lalu kembali memalingkan wajahnya untuk melihat layar televisi. Saat ini Fla sedang menonton drama Cina yang sedang populer dan menyambungkannya ke pengeras suara.
"Apa-apaan ini Fla! Pelanin suaranya!" teriak Barron.
Percuma saja Barron berteriak, suara speaker lebih keras dari suara Barron. Karena merasa sia-sia berteriak-teriak, Barron pun berjalan mendekati Fla dan mengambil remote untuk mengecilkan suara speaker lalu mematikan televisi kemudian mengambil remote lampu dan menyalakan lampu ruang tengah.
"Kak Barry apa-apaan sih, ganggu aja!" kesal Fla.
"Kamu yang apa-apaan! Kamu gak budek apa nonton dengan volume kayak gitu?!"
"Kan biar kayak di bioskop Kak!" jawab Fla.
__ADS_1
"Terus ini semua apa? Kenapa banyak banget makanan disini? Makanan gak sehat semua lagi!" tanya Barron sambil menunjuk ke arah meja.
"Gak sehat dari mana? Sehat semua kok ini!" jawab Fla.
"Buat gue." ucap Fla lagi tapi dengan suara yang pelan.
"Bukannya kamu selalu bilang kalau kamu makan sembarangan berat badan kamu langsung naik drastis, kenapa sekarang kamu makan sembarangan?"
"Kalau sekali-sekali gak pa-pa kali! Aku lagi mau nyenengin diri aku sendiri, selama ini kan aku udah tahan-tahan untuk gak makan makanan ini semua, jadi hari ini aku mau makan makanan ini semua. Kalau bukan kita sendiri yang nyenengin diri kita sendiri terus mau siapa lagi? Mau nunggu suami yang nyenengin, jangan harap deh!" jawab Fla sekaligus menyindir Barron.
Barron menghela nafasnya kasar dan memutar bola matanya malas.
"Sekarang beresin semua ini terus masukin di kulkas!" perintah Barron.
"Gak mau akh! Orang aku belum puas makan kok!" tolak Fla.
"Iya!" jawab Fla dengan sorot mata menantang.
Barron menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan, ia mencoba mengontrol emosinya.
"Fla, aku gak mau ribut. Sekarang beresin semua ini dan..." Barron menggantung kata-katanya saat melihat penampakan Fla. Barron baru sadar kalau wajah Fla masih memakai riasan, itu tandanya Fla belum mandi.
"Kamu belum mandi?" tanya Barron.
"Belum. Males mandi, nanti aja mau tidur baru cuci muka!" jawab Fla santai.
"Fla, kamu jangan mancing emosi ku, oke! Jadi sekarang kamu lakukan apa yang aku bilang, beresin semua ini terus kamu mandi habis itu belajar. Aku udah buat materi untuk-"
__ADS_1
"Aaargh...!!!! Belajar, belajar, belajar! Kenapa harus belajar setiap hari sih! Apa aku ini goblok banget yah dimata kamu?" teriak Fla.
Barron tercengang mendengar Fla mengamuk.
"Bukannya kamu mau liburan? Yah kalau-"
"Gak usah! Kalau kamu gak mau bawa aku liburan, honeymoon atau apalah itu, gak usah! Aku bisa pergi sendiri!" potong Fla lalu berdiri dari duduknya lalu pergi dari ruang tengah dan masuk ke kamar.
"Dia kenapa? Kenapa tiba-tiba ngamuk-ngamuk begitu?" gumam Barron.
Barron pun menyusul Fla ke kamar.
Sesampainya di kamar, Barron melihat Fla yang sudah berdiri di balkon kamar.
"Kamu kenapa? Kenapa marah-marah begitu? Aku nyuruh kamu belajar kan demi kebaikan kamu, Fla!" tanya Barron.
Fla membalikkan tubuhnya.
"Apa Kakak cinta sama aku?" tanya Fla tiba-tiba.
Jelas saja pertanyaan Fla itu membuat Barron kaget dan gugup.
💋💋💋
Bersambung...
Ungkapin rasa cinta kamu Barron jangan di pendam, Fla sekarang lagi parnoan gara-gara bapaknya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋