
Selesai mandi Barron pun keluar dari dalam kamar. Begitu keluar dari kamar Barron melihat Fla yang malah melanjutkan menghabiskan makanan yang ada di atas meja sambil menonton drama Cina yang tadi ia tonton.
"Disuruh beresin malah lanjut makan gimana sih!" omel Barron.
"Ya udah ini kan diberesin! Dimasukin ke mulut aku!" jawab Fla tak mau kalah.
Barron dan Fla masih saling jutek-jutekan.
"Ck." decak Barron lalu meneruskan langkahnya menuju ruang makan.
Tadinya Barron ingin memasak makan malam spesial untuk dirinya dan Fla tapi karena melihat Fla sudah memesan banyak makanan dan pasti Fla sudah kenyang, jadi Barron hanya memasak makanan untuknya. Makanan yang simpel saja, spaghetti carbonara.
Setelah spaghetti carbonara buatannya selesai, Barron pun duduk di ruang makan dan menikmati masakannya sendiri sambil matanya melihat kearah ruang tengah.
Dasar perempuan sudah salah tidak mau disalahkan! Meminta laki-laki peka, padahal mereka sendiri tidak bisa peka dengan apa yang sudah di lakukan laki-laki! dumel Barron dalam hati.
Sedangkan di ruang tengah, sama seperti Barron, Fla juga mengomel dalam hati karena Barron tidak mau mengakui perasaannya.
Tinggal bilang, iya gue cinta sama loe Fla! Bereskan! Kenapa harus muter-muter coba jawabannya! dumel Fla dalam hati.
Liat aja, gue gak mau bicarain dia sebelum dia bilang cinta sama gue! lanjut Fla lagi masih mendumel dalam hati.
💋💋💋
Ruang Belajar.
Kini Barron sudah berada di ruang belajar, sedangkan Fla, dia masih asyik menonton drama Cina. Bodo amat dengan Barron, begitu lah pikir Fla.
__ADS_1
Di ruang belajar pun Barron juga tidak bisa konsentrasi mengerjakan tugasnya.
"Aaargh..." erang Barron sambil memukul meja belajar pelan lalu menjambak rambutnya.
Ia sangat frustasi dengan perdebatannya dengan Fla tadi.
Tak ingin menyimpan masalahnya sendiri dan butuh pendapat dari seorang teman, Barron pun mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Yudha, orang yang sudah ia anggap sebagai teman sekarang.
[Barron] : Apa perlu sebagai laki-laki kita bilang I Love You pada pasangan kita?
To the point sekali isi pesan Barron.
Di seberang telepon, Yudha yang membaca pesan Barron itu saja sampai geleng-geleng kepala membaca pesan Barron.
Apa dia gak bisa basa-basi dulu sebelum nanya! begitulah pikir Yudha.
[Barron] : Hemh.
[Yudha] : Terus loe jawab apa?
[Barron] : Aku suruh dia mikir lah! Memangnya dia gak bisa mikir apa untuk apa juga aku langsung nikahin dia kalau gak punya perasaan apa-apa sama dia!
Di seberang telepon, Yudha sampai garuk-garuk kepala membaca jawaban Barron.
[Yudha] : Pasti dia ngamuk kan loe bilang gitu?!
[Barron] : Iya. Kok kamu tau?
__ADS_1
[Yudha] : Ya tau lah! Orang bloon juga tau perempuan kalau di gituin pasti ngamuk! Loe mah IQ doang tinggi, tapi gak peka sama tingkah perempuan!
[Barron] : Disekolah kan gak ada pelajaran kayak gitu, jadi mana tau!
[Yudha] : Gue kasih tau yah sama loe, jangankan loe yang baru nikah itu pun loe bisa nikah sama Fla karena loe jebak, orang yang udah nikah berpuluh-puluh tahun pun dan bahkan udah punya anak dan cucu aja, kalau udah pertanyaan itu keluar dari mulut perempuan, para suami cukup jawab, Iya Sayang, aku cinta sama kamu, cinta banget, dengan nada yang lembut selembut suara mesin Alphard. Nah ini, elo yang baru nikah kemaren sore udah jawab begitu! Yah auto ngereog lah si Fla!
Membaca pesan Yudha itu Barron mengernyitkan keningnya.
"Masa sih gitu? Jadi aku salah lagi ini?" gumam Barron.
[Barron] : Jadi aku harus gimana?
[Yudha] : Ya Allah!!!!! Kenapa masih tanya sih loe! Ya loe bilang lah i love you! Masa gitu aja harus di dikte!
[Barron] : Apa harus?
[Yudha] : Bukan harus lagi, tapi wajib! Udah sana loe urus bini loe, jangan sampe tuh roket loe di blokir kagak boleh buang oli di sumur resapannya si Fla!
Barron pun tidak lagi membalas pesan Yudha.
Gara-gara ini, Barron jadi menguras pikirannya untuk merangkai kata-kata mengungkapkan perasaannya.
💋💋💋
Bersambung...
Cepetan ungkapin Barron keburu expired kesabaran Fla.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋