Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
36. Salah Paham


__ADS_3

Pukul 23.00


Bendera putih pun sudah Fla kibarkan, tanda kalau ia sudah menyerah belajar malam ini. Karena tak tega, Barron pun menyuruh Fla untuk beristirahat.


Lima belas menit kemudian Barron pun menyusul ke kamar. Sesampainya dikamar ternyata Fla sedang memakai skincare malamnya.


"Aku hampir lupa memberi mu sesuatu." ucap Barron.


Di meja rias Fla senyum-senyum sendiri, yang ada di pikiran Fla saat ini Barron ingin memberikan tiket nonton atau apalah sesuatu yang romantis.


Tapi pikiran Fla ternyata salah, Barron menghampirinya lalu memberikan satu kotak pil yang tidak Fla tahu pil apa itu.


"Ini apa?" tanya Fla.


"Pil kontrasepsi." jawab Barron dengan wajah datarnya.


"Pil kontrasepsi? Untuk apa?" tanya Fla dengan wajah polosnya.


"Untuk menunda kehamilan." jawab Barron.


"Ini maksudnya gimana? Kakak suruh aku minum ini, biar aku gak hamil gitu?" tanya Fla.


"Mmm..." jawab Barron sambil menganggukkan kepalanya.


"Kakak gak mau punya anak sama aku?" tanya Fla salah paham.

__ADS_1


"Untuk sekarang, iya." jawab Barron dengan santainya.


Jelas saja jawaban Barron makin membuat Fla salah paham.


"Maksud Kakak apa sih! Jadi Kakak nikahin aku buat apa? Buat enak-enak aja gitu?"


"Bukannya kamu juga enak?" balas Barron.


"Kak Barry!!" teriak Fla tidak terima.


"Ssst!!! Gak usah teriak-teriak, ini udah malam! Cepet diminum!" ucap Barron.


Setelah mengatakan itu Barron pun berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Fla ia menggeram kesal karena Barron tidak mau punya anak dengannya.


Sedangkan di kamar mandi, Barron langsung mencuci wajahnya di wastafel.


"Maaf yah Fla, untuk sementara kita tunda dulu punya anak. Aku mau kita selesaikan kuliah kita dulu, kita sama-sama tahu bagaimana tumbuh tanpa kasih sayang orangtua, jadi aku tidak mau anak kita juga tumbuh tanpa kasih sayang kita." monolog Barron di depan cermin.


Setelah selesai membersihkan wajahnya dan sikat gigi, Barron pun keluar dari dalam kamar mandi. Begitu di ruang tidur, Barron melihat Fla sudah berada di atas ranjang.


Barron pun menyusul Fla naik ke atas ranjang lalu mematikan lampu ruang tidur dan menggantinya dengan lampu tidur, setelah itu Barron pun masuk kedalam selimut.


Begitu Barron masuk kedalam selimut, Fla langsung menarik semua selimut kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Barron. Fla ngambek.


Barron si beruang kutub tidak mau kalah, ia pun menarik selimut itu kembali. Dan tarik menarik selimut terjadi.

__ADS_1


Barron yang tidak menyadari Fla ngambek langsung menarik tangan Fla lalu memeluknya dengan sangat erat kemudian menyelimuti tubuh mereka berdua.


"Iiikh... Lepas! Lepas! Aku marah sama Kakak! Lepas!" ronta Fla sambil memukul-mukul dada Barron.


"Tidur! Jangan ngajak berantem, kamu bilang tadi udah ngantuk kan? Di suruh belajar ngantuk, giliran ngajak berantem matanya terang benderang!" ucap Barron tidak memperdulikan kata-kata Fla meski Fla terus meronta.


Karena Fla terus meronta, Barron pun menggunakan jurus bibir maut untuk membuat Fla berhenti meronta. Sekali kecup, orang yang terkena serangan bibir maut Barron akan langsung membeku.


Cup. Satu kecupan pun mendarat di bibir Fla. Dan benar saja Fla pun berhenti setelah terkena jurus bibir maut Barron. Barron pun melu.mat lembut bibir itu beberapa detik.


"Tidur yah." ucap Barron setelah melepas ciumannya.


Seperti terkena hipnotis, Fla hanya menganggukkan kepalanya menurut dengan yang Barron ucapkan.


Cup. Satu kecupan mendarat lagi di kening Fla dari Barron. Setelah mengecup kening Fla, Barron pun memeluk Fla dengan erat, begitu pun dengan Fla, ia pun membalas pelukan Barron.


Gara-gara jurus bibir maut dan pelukan hangat Barron, amarah Fla pun menguar begitu saja.


💋💋💋


Bersambung...


Harusnya kamu terus terang dong Barron sama Fla alasan kamu menunda punya anak, biar Fla gak salah paham. Salah paham yang dibiarkan berlarut-larut sama seperti bom waktu yang akan meledak.


Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2