Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
53. Panaaaasssh


__ADS_3

Rumah sakit Health Medical.


Saat Barron sedang di ruangan Prof. Arya dan sedang mendengar bimbingan medis dari Prof. Arya yang juga seorang dokter spesialis bedah. Karena tema yang Barron ambil untuk skripsinya bertema tentang dunia bedah.


Sepanjang Prof. Arya menerangkan, Barron sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Di pikirannya sekarang hanya Fla, Fla dan Fla.


"Sepertinya kamu lagi banyak pikiran yah?" tanya Prof. Arya yang menyadari gestur wajah Barron.


"Ummm... tidak Prof." jawab Barron berbohong.


Prof. Arya tersenyum tipis.


"Gak usah bohong kamu, kamu baru anak kemaren sore yang kenal cinta, saya sudah jauh lebih berpengalaman jadi kamu gak usah bohong sama saya." balas Prof. Arya.


"Udah sana temui pacar kamu, daripada mulut saya berbusa disini tapi pikiran kamu malah di tempat lain." kata Prof. Arya lagi.


"Tapi saya gak lagi mikirin siapa-siapa Prof. beneran." balas Barron masih kekeh berbohong.


"Huuh... Barron, Barron. Gak ada salahnya kalau kita laki-laki mengakui perasaan kita. Ya, mungkin bagi kita laki-laki yang terbiasa memakai logika, mengakui perasaan itu tidak perlu tapi bagi pasangan kita pengakuan itu sangat perlu untuk memperjelas hubungan." balas Prof. Arya.


"Prof. Ngomong apa sih, saya gak ngerti." balas Barron.

__ADS_1


Prof. Arya tersenyum tipis lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Barron benar-benar keras kepala.


"Ya sudah terserah kamu kalau kamu mau bertahan disini dan tidak mengejar pasangan kamu. Jangan sampai kamu menyesal kalau pasangan kamu meninggalkan kamu. Karena perempuan itu hanya memberikan satu kali kesempatan pada pasangannya untuk mengungkapkan perasaan mereka. Kalau kesempatan itu kamu lewatkan, jangan harap ada kesempatan kedua, sekalipun mereka masih menyukai pasangan mereka, mereka tidak akan pernah memberikan kesempatan kedua itu pada pasangan mereka." ucap Prof. Arya.


Barron terdiam dan memikirkan ucapan Prof. Arya.


Prof. Arya pun melirik Barron, berharap Barron menyadari perasaannya. Ya, walaupun urusan skripsi penting, tapi Prof. Arya juga ingin membantu murid kesayangannya itu dalam urusan pribadinya.


Setelah satu menit terdiam dan berpikir, tiba-tiba saja Barron menutup laptopnya.


Ucapan Prof. Arya ini pun berhasil menggugah hati Barron yang keras dan dingin seperti bukit es.


"Prof, bimbingan hari ini di lanjut besok aja yah, saya ada urusan penting." ucap Barron sambil memasukkan laptopnya kedalam tas


"Saya permisi dulu, Prof." pamit Barron sambil berdiri dari duduknya kemudian keluar dari ruangan Prof. Arya.


"Dasar anak itu." gumam Prof. Arya.


💋💋💋


Karena Fla bilang mau ke kampus, Barron pun melajukan mobilnya ke kampus Fla. Tapi sesampainya di kampus, ternyata Fla sudah tidak ada di sana, ujung-ujungnya Barron malah di hadang dan di goda mahasiswi-mahasiswi gatal yang minta di garuk oleh Barron. Untungnya Barron bukan tipe laki-laki yang suka menggaruk perempuan gatal dan malah memberikan tatapan tajam pada mahasiswi-mahasiswi itu yang membuat para mahasiswi itu mundur dengan sendirinya.

__ADS_1


Kini Barron sudah berada di dalam mobilnya.


"Kemana sih dia! Katanya di kampus!" geram Barron.


Barron pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Fla. Begitu kontak WhatsApp Fla di buka, ternyata Fla membuat story baru yang baru di upload lima belas menit yang lalu. Barron pun membuka story itu tanpa mengubah pengaturannya terlebih dahulu.


Mata Barron membulat lebar saat melihat video Fla dari belakang yang sedang berjalan dan sedang di rangkul oleh seorang pria.


Dari tempat yang Barron lihat di video itu, Barron yakin kalau saat ini Fla dan pria itu sedang ada di mall.


Setelah story pertama selesai, terbukalah story kedua. Story kedua ini sebuah foto dua tangan yang saling menggenggam.


Rahang Barron pun mengeras melihat foto itu. Story ketiga pun terbuka, sama seperti story kedua, story ketiga ini pun juga sebuah foto, foto tiket nonton bioskop yang waktu mulainya setengah jam lagi.


Barron yang sudah di selimuti kabut cemburu pun langsung menyimpan ponselnya ke saku celananya lalu menyalakan mesin mobilnya kemudian melakukan mobilnya menuju mall tempat Fla berada.


💋💋💋


Bersambung...


Panas kan loe, barongsai!!!

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋


__ADS_2