Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
67. Teori Tanpa Praktek = Omong Kosong


__ADS_3

Lima belas menit kemudian.


Adegan di dalam film semakin panas. Si pemeran wanita sedang menghi.sap rokok daging si pemeran laki-laki.


Barron tak sanggup lagi menghentikan pergerakan Suhadi di dalam jeruji kain. Suhadi bangun dan marah-marah minta segera di keluarkan dari jeruji kain. Sialnya saat ini Barron sedang memakai celana jogger dan gara-gara Suhadi bangun celana jogger di bagian tengah jadi terlihat mancung.


Tak ingin Fla melihat bagian tengah celananya, Barron pun menutupinya dengan bantal sofa.


Sementara Fla, ia menelan salivanya susah payah saat melihat adegan si pemeran wanita menyesap rokok daging. Matanya sangat serius menyimak adegan tiap adegan. Dan itu membuat Barron semakin heran, kenapa Fla sama sekali tidak panas dingin melihat adegan di dalam film, padahal mendengar jerit keenakan si pemeran wanita saja sudah membuat gairah Barron meronta-ronta.


Barron tidak tahan lagi. Ia berdiri dan hendak pergi dari ruang televisi.


"Mau kemana?" tanya Fla.


"A-aku mau cek email kerjaan dari perusahaan Papa dulu." jawab Barron.


"Jangan pergi!" Fla langsung menarik tangan Barron hingga Barron terduduk lagi.


Begitu Barron duduk, Fla melihat celana Barron yang mancung di bagian tengah. Menyadari Fla melihat celananya, cepat-cepat Barron mengambil bantal sofa dan menutupi celananya.


Fla menaikkan pandangannya melihat wajah Barron.

__ADS_1


"Kakak horny yah." goda Fla.


"Wajar kan? Aku kan laki-laki normal." jawab Barron.


"Cih, katanya gak bakalan tergoda walau ngeliat perempuan telan.jang sekalipun, masa baru liat film beginian aja horny!" balas Fla.


"Ya... Ya... Ya kan ini bukan cuma perempuan telan.jang Fla tapi adegan begituan." balas Barron gugup.


Fla mendekatkan wajahnya dengan wajah Barron lalu menatap mata Barron dalam-dalam.


"Mau coba gak?" tanya Fla.


"Tuh kan otak kamu udah rusak padahal baru lima belas menit nonton film begituan! Udah matiin!" omel Barron.


"Bukannya rusak Kak, tapi teori tanya praktek kan gak ada gunanya. Sekarang kan aku udah dapet teorinya, jadi aku mau langsung praktekin." balas Fla.


"Kita kan udah sering praktekin!" balas Barron. Padahal dalam hatinya kesenangan.


"Hish, tapi aku mau praktekin kayak gaya yang di dalam film itu." balas Fla. Maksud Fla gaya menyesap rokok daging.


"Gak usah yang aneh-aneh! Gaya yang di dalam film itu gak untuk di tiru!" balas Barron.

__ADS_1


Fla tidak mau tau. Ia menarik bantal yang menutupi paha Barron lalu membuang bantal itu kesembarang arah, kemudian naik ke atas pangkuan Barron.


"Heh... kamu mau apa?!" tanya Barron.


"Ssst!! Kali ini biar aku yang bikin Kakak enak." ucap Fla. Tanpa mendengar jawaban Barron, Fla langsung mencium bibir Barron dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Barron persis adegan ciuman yang ada di dalam film.


Barron menolak? Oh jelas tidak! Dia malah membalas ciuman basah nan penuh gairah dari Fla.


Puas me-mukbang bibir Barron, Fla beralih ke area telinga Barron dan memberikan kecupan dan jilatan basah di sana.


"Sssh... ah..." desa.han lolos begitu saja dari mulut Barron. Jika biasanya Fla yang di buat mendes.ah, meracau dan menggeliat tak karuan oleh Barron saat Barron memberi sengatan-sengatan kenikmatan, kali ini Fla lah yang membuat Barron mendes.ah, meracau dan menggeliat dengan sengatan-sengatan kenikmatan.


Puas bermain di area telinga, Fla pindah ke area leher, tak lupa Fla meninggalkan cap bibirnya di leher Barron. Sambil Fla menciumi leher Barron, tangan Fla ikut menggerayang kemana-mana. Ke perut, ke dada lalu turun lagi ke perut dan semakin turun lagi ke Suhadi yang sedang demo tunggal.


💋💋💋


Bersambung...


Teori tanpa Praktek \= Omong kosong.


Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2