
"LEPAAAAAS!!!!" teriak Barron.
Sontak Andin dan semua orang yang ada disitu menoleh ke arah Barron.
Andin pun langsung melepaskan jambakannya dari rambut Fla.
"Ba-Barron." lirih Andin dengan suara yang bergetar.
Barron berjalan mendekati Fla dan Andin dengan rahang yang mengeras dan tatapan tajam setajam mata elang.
Sesampainya di hadapan Andin, Barron hanya menatap Andin dengan tatapan membunuh beberapa saat, seandainya Andin adalah laki-laki sudah Barron hadiahkan bogem mentah wajah Andin, tapi karena Andin perempuan, Barron hanya bisa menahan emosinya.
"Ayo pulang." ucap Barron sambil menarik tangan Fla.
"Barron tunggu!" Andin menarik tangan Barron.
Barron melihat tangannya yang di pegang Andin. Sadar kalau Barron tidak suka di pegang olehnya, perlahan Andin melepaskan tangannya dari tangan Barron.
"Apa?" tanya Barron.
"Kamu masih pacaran sama si buntelan ken.tut itu?" tanya Andin.
Satu kampus tau kalau Barron adalah pemenang kontes pacar sebulan Fla.
"Siapa yang kamu bilang buntelan ken.tut, hah?" tanya Barron balik.
"Ya perempuan gatal itu lah!" jawab Andin sambil menunjuk Fla.
Barron menangkap tangan Andin yang sedang menunjuk Fla.
__ADS_1
"Jaga ucapan mu! Perempuan yang kamu bilang buntelan ken.tut itu adalah istri ku, paham kamu!" geram Barron lalu menghempas tangan Andin dengan kasar.
Mata Andin membulat lebar. Bukan hanya Andin yang kaget tapi laki-laki yang masih berkerumun di situ juga kaget mendengar pengakuan Barron.
"A-apa? Istri? Gak salah kamu Ron?" tanya Andin menolak percaya.
"Apa harus aku tunjukkan buku nikah kami sama kamu?" tanya Barron.
"Mata kamu juling, Ron! Apa sih yang kamu liat dari dia! Kamu kan tau sendiri gimana bentukannya perempuan itu waktu kecil! Kamu itu memperburuk keturunan tau gak!" balas Andin.
"Urusannya sama kamu apa? Apa kamu di rugikan? Kenapa kamu harus ribut sedangkan keluarga saya tidak mempermasalahkan masalah keturunan." balas Barron.
"Lagian jelek fisik masih bisa di percantik dengan perawatan tapi jelek hati dan akhlak tidak akan pernah bisa di perbaiki dengan perawatan jenis apapun, paham kamu!" kata Barron lagi.
"Dan satu lagi, jangan pernah menyakiti atau menghina istri ku lagi, kecuali kalau kamu mau uang orangtua mu sia-sia! Kamu lihat kan disana ada cctv? Dan aku juga sudah merekam aksi pembullyan mu barusan. Berani kamu macam-macam, akan aku laporkan kamu ke polisi dan aku unggah aksi pembullyan mu di sosmed!" ancam Barron lalu pergi dari hadapan Andin sambil menarik tangan Fla dan berjalan menuju parkiran.
💋💋💋
Sejak keluar dari kampus Barron sampai sekarang mereka terjebak macet, Fla tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Begitu juga dengan Barron, ia juga belum bisa mengeluarkan suara karena masih berusaha meredam emosinya, pandangannya lurus kedepan sambil mengendarai mobilnya.
Dan saat mobil Barron terjebak lampu merah, barulah Barron melirik ke arah Fla yang sedang melihat ke arah jalanan.
Barron menghela nafasnya, ketimbang hatinya yang emosi, hati Fla lebih perlu di tenangkan.
"Sayang." panggil Barron.
Dan panggilan Barron berhasil membuat Fla menoleh ke arah Barron.
"Barusan Kakak manggil aku apa?" tanya Fla karena jarang sekali Barron memanggil Fla dengan panggilan seperti itu.
__ADS_1
"Sayang." jawab Barron.
Fla tersenyum tipis.
"Akhirnya kamu senyum juga." ucap Barron.
"Gak usah pikirin soal yang tadi, Andin gak akan berani lagi bully kamu. Dan aku juga pastiin gak akan ada yang menghina kamu lagi seperti tadi." ucap Barron.
"Bagaimana pun kamu yang dulu, di hati aku cuma ada kamu. Di mata aku, kamu itu cantik fisik dan cantik hati. Lagian kalau aku laki-laki yang mandang fisik, mungkin dari dulu aku gak akan mau deket-deket sama kamu." kata Barron lagi.
"Yang bener? Kalau begitu aku gak usah diet-diet lagi deh, aku mau makan semua makanan kesukaan aku, gak usah olahraga lagi, kerja aku makan tidur, makan tidur, biar aja badan aku ngembang kayak bakpao kebanyakan pengembang." pancing Fla.
"Yah gak gitu juga Sayang, kalau kamu makan sembarangan dan malas olahraga, bukan cuma badan kamu aja nanti yang ngembang tapi penyakit juga bersarang di tubuh kamu." balas Barron.
"Cih... bilang aja Kakak gak mau terima aku kalau bentuk badan aku gembrot kaya dulu!" balas Fla.
"Enggak Sayang, aku terima kok dan aku tetap cinta. Mau bukti? Coba aja kamu lakuin yang kamu bilang tadi." jawab Barron.
Fla tersenyum tipis.
"Ya gak lah Kak, aku juga tau batasan kali. Masa susah payah aku ngerawat tubuh aku, eh... malah aku rusakin lagi. Aku juga merawat tubuh aku bukan buat di sukai sama laki-laki tapi karena aku mencintai diri aku." ucap Fla.
Obrolan mereka terjeda karena lampu merah berganti menjadi hijau.
Barron pun kembali melajukan mobilnya.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋