
Kamar rawat Papa Felix.
BRAAAK... Fla membuka kasar pintu kamar rawat Papa Felix.
Papa Felix dan asistennya langsung menoleh ke arah pintu.
"Fla..." lirih Papa Felix.
"Nona Fla." Asisten Papa Felix langsung berdiri dari duduknya.
Fla berjalan mendekati ranjang Papa Felix. Dengan tatapan tajam tanpa sepatah kata apapun Fla menatap Papa-nya yang terbaring di ranjang.
"Kamu keluarlah dulu, biar saya bicara dengan putri saya." perintah Papa Felix pada asistennya.
"Baik Pak." jawab asisten Papa Felix.
Asisten Papa Felix pun keluar dari kamar rawat Papa Felix meninggalkan Fla dan Papa Felix berdua.
__ADS_1
"Papa dengar kamu hamil, selamat yah Nak." ucap Papa Felix.
Tanpa Papa Felix duga, Fla langsung memeluknya dan menangis sejadi-jadinya.
"Papa kenapa gak bilang Papa sakit? Papa mau buat Fla kelihatan jadi anak durhaka karena gak ada disamping Papa saat Papa sakit? Papa jahat! Papa jahat! Fla marah sama Papa!" ucap Fla.
"Maaf Sayang, Papa hanya gak mau merepotkan kamu." jawab Papa Felix sambil mengelus rambut anak semata wayangnya itu.
"Merepotkan apanya! Fla sama sekali gak merasa di repotkan sama Papa! Papa jahat! Masalah seserius ini Papa gak kasih tau Fla! Sebenarnya Fla ini anak Papa bukan sih!"
"Maaf Sayang, maaf. Papa hanya merasa tidak pantas mendapat perhatian darimu. Dari kamu kecil bahkan sampai kamu dewasa Papa gak pernah ada buat kamu, disaat kamu butuh Papa untuk membela kamu dari orang-orang yang membully kamu, Papa gak pernah membela kamu. Saat weekend, saat semua teman-teman kamu bermain dengan orangtua mereka di taman bermain, kamu hanya ada dirumah bersama pengasuh kamu karena Papa dan Mama tidak pernah ada dirumah. Jadi disaat Papa sakit seperti ini, Papa sadar diri, Papa merasa tidak pantas kalau Papa meminta kamu merawat Papa." jawab Papa Felix.
Papa Felix ikutan menangis mendengar kata-kata Fla. Papa Felix pikir anak semata wayangnya itu membencinya setelah ia mengatakan kebenaran tentang pernikahannya dengan Mama Rasti. Ternyata Papa Felix salah, Fla malah memberikan kesempatan untuknya menebus kesalahannya.
Fla menjauhkan tubuhnya dari Papa Felix.
"Apa sekarang Papa gak mau di operasi karena Fla udah tau sakit Papa?" tanya Fla.
__ADS_1
Papa Felix tersenyum.
"Awalnya iya, Papa memang gak mau di operasi dan membiarkan ajak menjemput Papa. Tapi setelah Papa tau kamu hamil dari Barron dan Barron memberi semangat untuk Papa, Papa mau di operasi." jawab Papa Felix.
"Kalau begitu kenapa gak kasih tau Fla!"
"Papa gak mau kamu khawatir Sayang. Papa takut kamu stress dan mempengaruhi kandungan kamu. Percuma Papa sehat kalau kandungan kamu sampai kenapa-kenapa, makanya Papa minta sama suami kamu untuk merahasiakan ini semua dari kamu." jawab Papa Felix.
"Papa pikir mental anak Papa ini lemah, hah? Fla gak selemah yang Papa pikirkan, mental Fla sudah ditempah sedari kecil, jadi masalah ini gak akan membuat Fla stress." balas Fla.
Papa Felix tersenyum tipis.
"Ya Papa percaya, kamu anak yang kuat, anak yang gak pernah ngeluh." balas Papa Felix.
"Oh iya Fla, kamu jangan marah yah sama suami kamu. Dia gak salah, Papa yang menyuruhnya merahasiakan ini dari kamu. Papa yakin saat Papa meminta dia merahasiakan ini dari kamu, dia pasti sangat stress karena harus memikirkan cara untuk merahasiakan masalah ini dari kamu. Jadi Papa harap, kamu jangan marah yah sama suami kamu."
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...