Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
78. Baikan


__ADS_3

Diluar kamar rawat Papa Felix.


Barron sudah sampai di depan pintu kamar rawat Papa Felix. Tapi saat dirinya hendak masuk, asisten Papa Felix mencegah Barron masuk.


"Pak Felix sedang bicara empat mata dengan Nona Fla. Kita tunggu saja sampai Pak Felix memanggil kita." ucap asisten Papa Felix.


Barron menganggukkan kepalanya dan akhirnya hanya bisa menunggu di depan pintu kamar rawat Papa Felix.


Lima belas menit kemudian pintu kamar rawat terbuka.


Barron dan asisten Papa Felix berdiri dari duduk mereka.


Fla keluar dari dalam kamar.


"Pak Anton, di panggil Papa." ucap Fla pada asisten Papa Felix.


Asisten Papa Felix pun bergegas masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Sedangkan saat melihat Barron, Fla langsung memalingkan wajahnya lalu hendak masuk lagi ke dalam kamar.


Tapi dengan cepat Barron menangkap tangan Fla dan menarik Fla keluar.


"Iiih lepas!" Fla menyentak tangan Barron.


"Aku minta maaf Fla karena gak ngasih tau kamu tentang ini. Aku takut-"


"Takut aku stress karena Papa? Berarti Kakak gak percaya sama aku kalau aku bukan wanita lemah, iya kan!" potong Fla.


"Bukan gitu Fla, aku percaya kamu wanita kuat, tapi-"


"Bukan gitu Sayang. Aku ngelakuin itu juga terpaksa biar Papa mau di operasi. Keadaan jantung Papa udah parah, dokter gak bisa nunggu-nunggu lagi, makanya apapun syarat dari Papa asal dia mau di operasi aku terima." Jawab Barron.


"Aku tau tindakan aku ini salah. Papa itu Papa kamu dan gak seharusnya aku nyembunyiin ini semua dari kamu, tapi aku terpaksa Fla. Niatnya aku akan kasih tau kamu setelah Papa operasi, yang ada di pikiran aku yang penting Papa di operasi dulu." kata Barron lagi.


"Kakak gak mikir perasaan aku gimana kalau terjadi apa-apa sama Papa saat di meja operasi?" tanya Fla.

__ADS_1


"Aku bakal nyesel seumur hidup Kak, aku bakal nyalahin diri aku sendiri karena gak ada buat Papa! Mungkin Kakak lihatnya aku gak akan kenapa-kenapa karena hubungan aku sama Papa yang gak baik, tapi jauh di lubuk hati aku, Papa tetap cinta pertama aku! Walau Papa sering mengabaikan aku, walau Papa gak pernah ada buat aku, tapi Papa tetap Papa aku. Hati aku bakalan hancur kalau sampai Papa kenapa-kenapa saat di meja operasi dan aku gak ada di samping Papa saat itu." kata Fla lagi.


"Aku minta maaf Sayang. Waktu itu keadaannya benar-benar bikin aku pusing. Aku lagi capek, sampe rumah kamu bilang kamu hamil, terus tiba-tiba dapet telepon dari asisten Papa kalau Papa pingsan karena serangan jantung berat, urusan di rumah sakit beres pas pulang aku gak nemuin kamu dirumah, aku benar-benar gak bisa berpikiran jernih saat itu. Aku minta maaf. Aku janji, lain kali kalau ada masalah seperti ini lagi pasti aku akan kasih tau kamu." balas Barron.


"Jadi maksud Kakak, Kakak mau Papa sakit lagi?" tanya Fla.


"Bu-bukan begitu Sayang. Maksud aku-"


"Kakak jahat! Kakak jahat! Kakak jahat! Bukannya doain kejadian ini jangan terulang lagi ini malah doain kejadian ini terulang lagi! Kakak jahat!" kesal Fla sambil memukul dada Barron.


Barron langsung menarik Fla dalam pelukannya.


"Maaf Sayang maaf, aku salah ngomong. Aku doain semoga Papa sembuh dan kejadian ini gak akan terulang lagi. Aku janji akan lebih terbuka sama kamu dalam masalah apapun." ucap Barron.


Sebenarnya itu maksud kata-kata Barron, tapi memang dasar bumilnya saja yang sensitif jadi apa yang Barron katakan selalu salah.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2