Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
27. Gaya Tidur Non Estetik


__ADS_3

Kembali ke apartemen Barron.


Dua jam kemudian.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Entah sudah berapa kali Fla menguap sangking ngantuknya.


"Barron..." panggil Fla tapi Barron tidak merespon, ia sedang fokus dengan materi yang sedang ia pelajari.


"Barron!" panggil Fla sekali lagi dengan nada yang sedikit meninggi.


"Hemh." jawab Barron tanpa memalingkan pandangannya dari layar laptopnya.


"Gue ngantuk, gue tidur duluan yah." ucap Fla.


Barron pun melirik sesaat ke arah Fla lalu kembali melihat layar laptopnya.


"Hemh." jawab Barron.


"Yes!" pekik Fla kesenangan.


Fla pun berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju pintu. Saat baru sampai di depan pintu, tiba-tiba Fla teringat dimana dirinya akan tidur.


"Oh iya, kamar gue yang mana?" tanya Fla.


"Kamar yang tadi lah." jawab Barron, lagi-lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


"Terus loe tidur dimana?" tanya Fla.

__ADS_1


"Ya kita tidur bareng lah." jawab Barron.


"Kok gitu?"


Barron pun memalingkan pandangannya untuk melihat Fla.


"Kenapa, ada yang salah? Kita kan udah suami-istri, gak salah kan kalau suami-istri tidur seranjang?" jawab Barron.


"Salah lah! Gue nikah sama loe juga karena terpaksa kali!" balas Fla.


"Mau terpaksa atau sukarela intinya kita udah sah jadi suami-istri. Jadi kita harus tidur seranjang! Kamu pikir aku ucapin janji suci tadi main-main, hah!" balas Barron.


Fla menghela nafasnya kasar.


"Gue tidur di kamar tamu aja kalau gitu! Gue belum siap tidur bareng sama loe!" Ucap Fla yang tak ingin memperpanjang perdebatannya dengan Barron.


Sial! umpat Fla dalam hatinya.


"Kenapa gak diisi barang?"


"Pertama, karena aku gak mau ada tamu yang menginap disini dan kedua kamar itu memang aku peruntukkan untuk kamar anak-anak kita." jawab Barron dengan santai dan dengan wajah yang datar.


Barron tidak sadar kalau ucapannya itu sudah membuat jantung Fla seperti terkena tsunami.


"Kalau kamu mau tidur, sudah sana tidur di kamar kita! Tidak usah banyak protes! Kalau kamu mau protes, aku cabut izin tidur mu dan aku tambah jam belajar mu satu jam lagi, mau kamu?" ancam Barron.


Cepat-cepat Fla menggelengkan kepalanya lalu keluar dari dalam ruang belajar. Bagi Fla di tambah jam belajar lebih menakutkan ketimbang harus tidur seranjang dengan Barron.

__ADS_1


Barron tersenyum tipis melihat Fla keluar dari ruang belajar terbirit-birit..


"Fla... Fla... Kamu masih lucu seperti dulu." lirih Barron.


Barron pun kembali melanjutkan belajarnya. Ia harus tekun belajar agar targetnya lulus kuliah tahun ini bisa tercapai karena setelah lulus, ia masih harus menjadi KOAS lagi selama kurang lebih dua tahun. Karena Barron berjanji pada dirinya sendiri, sebelum dirinya resmi menjadi seorang dokter, ia tidak boleh punya anak dulu dengan Fla, makanya kalau ia ingin punya anak dengan Fla, ia harus segera mendapatkan gelar sarjana kedokteran tahun ini agar dua tahun kedepan mendapat gelar dokter.


💋💋💋


Dua jam kemudian barulah Barron masuk ke dalam kamar.


Begitu masuk kedalam kamar, Barron melihat Fla sudah tertidur pulas dengan gaya tidur jauh dari kata elegan. Kedua kaki dan tangannya terbuka lebar seolah hanya Fla yang akan tidur diranjang itu. Kepala-nya juga sudah jauh di bawah bantal, mulutnya menganga dan terdengar dengkuran yang lumayan besar dari mulut Fla. Karena gaya tidur Fla itu, jubah tidurnya sampai tersingkap hingga mempertontonkan bentuk tubuh Fla yang sedang memakai lingerie seksi.


Melihat gaya tidur Fla hingga menunjukkan bentuk tubuh Fla yang indah, Barron hanya terkekeh kecil sambil geleng-geleng kepala. Isi kepala Barron tidak seperti laki-laki normal pada umumnya. Jika laki-laki normal pada umumnya jika melihat keadaan Fla seperti itu sudah pasti langsung menyerang Fla, apalagi malam ini adalah malam pertama. Tapi karena Barron adalah laki-laki yang IQ nya diatas rata-rata, yang di lakukan Barron malah sebaliknya, ia memperbaiki cara tidur Fla, menutup jubah lingerie lalu menaikkan kepala Fla sampai ke bantal.


Setelah Fla dalam posisi tidur yang baik, Barron pun membaringkan tubuhnya di sebelah Fla. Cukup lama Barron memandangi wajah Fla sambil tersenyum. Tak henti-hentinya Barron mengucap syukur karena akhirnya bisa mendapatkan Fla setelah penantiannya selama empat tahun.


Tak ingin melewatkan momen Fla yang sedang tidur, Barron pun mengambil ponselnya lalu mengambil gambar Fla yang sedang tidur hanya sebatas wajah. Setelah itu ia mengubah kameranya ke foto selfie lalu menempelkan pipinya ke pipi Fla lalu mengambil foto selfie dirinya dan Fla, setelah mengambil dua foto itu, Barron pun mencium kening Fla.


"Selamat malam istri ku yang cantik." ucap Barron lalu meletakkan ponselnya diatas nakas kemudian mematikan lampu ruang tidur dan menggantinya menjadi lampu tidur yang pencahayaannya remang-remang.


Setelah itu Barron pun menarik tangan Fla dan meletakkannya di dadanya seolah-olah Fla lah yang memeluknya.


💋💋💋


Bersambung...


Dan malam pertama Barron dan Fla di lewati tanpa adanya pergulatan ranjang seperti yang pembaca inginkan. 🤭🤭

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋


__ADS_2