
Pukul 02.00
Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, tapi Fla belum bisa memejamkan matanya. Entah kenapa perasaannya tidak enak dan pikirannya berkelana kemana-mana, seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati di pikirannya, tapi dia tidak tahu apa itu.
Dan gelisahnya Fla dapat dirasakan oleh Barron yang berbaring disamping Fla.
"Kamu kenapa Sayang?" tanya Barron sambil memeluk Fla dari belakang.
"Gak tau, cuma gak bisa tidur aja." jawab Fla.
"Laper? Mau dibikinin pizza lagi?" tanya Barron.
"Hish! Masa mau makan pizza terus sih." jawab Fla.
"Gak Kak, gak laper. Aku juga gak tau kenapa gak bisa tidur. Mungkin karena aku kepikiran sama kehamilan aku kali yah." kata Fla lagi.
"Bisa jadi." balas Barron.
"Sini peluk aku, biar bisa tidur." Barron pun membalikkan tubuh Fla dan membawa Fla dalam pelukannya kemudian membeli rambut Fla untuk membantu Fla tidur.
"Kak..."
"Hemh..."
__ADS_1
"Kakak gak ada rencana mau bikin resepsi?" tanya Fla.
"Kenapa tiba-tiba nanya gitu?" tanya Barron.
"Aku kan hamil Kak dan perut aku pasti nanti besar, aku takut jadi bahan gosip di kampus, takut dibilang hamil duluan sama haters aku di kampus kalau kita gak segera buat resepsi." jawab Fla.
"Ya udah, nanti kita buat resepsi. Besok setelah periksa kandungan, kita pergi ketemu WO." jawab Barron.
"Beneran Kak?" tanya Fla kaget. Biasanya suaminya itu susah sekali untuklanshung mengiyakan kemauan Fla, harus ada perdebatan sengit dulu dengan suaminya, itupun juga belum tentu suaminya menuruti kemauannya.
"Iya Sayang. Udah yah, sekarang kamu tidur, gak baik ibu hamil begadang." jawab Barron lalu memeluk Fla erat-erat.
💋💋💋
Keesokan paginya.
Kini Fla dan Barron sudah berada di rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Fla. Entah kenapa Fla ingin memeriksakan kandungannya di rumah sakit yang juga di tempati Papa Felix dirawat. Mungkin karena itu adalah rumah sakit langganan keluarga Fla makanya Fla lebih nyaman jika berobat disana ketimbang ke rumah sakit lain.
Dan itu membuat Barron sedikit ketir. Takut-takut kalau Fla tidak sengaja melihat asisten Papa Felix atau dokter yang menangani Papa Felix. Bisa-bisa ketahuan lah kalau Papa Felix sedang sakit. Barron sudah berusaha membujuk Fla pergi ke rumah sakit lain, tapi Fla tidak mau.
Pemeriksaan kandungan pun selesai. Setelah keluar dari ruang dokter, Barron dan Fla pun pergi ke apotik untuk menebus vitamin yang diresepkan dokter.
Sampai disini, Barron sedikit tenang karena Fla tidak bertemu dengan asisten Papa Felix atau pun dokter yang menangani Papa Felix karena tadi Barron sempat pergi ke kamar rawat Papa Felix dan memberitahu asisten Papa Felix untuk tidak meninggalkan kamar Papa Felix sebelum Barron beri kode.
__ADS_1
"Kamu duduk disini yah, biar aku tebus resep ini dulu." ucap Barron dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Fla.
Barron pun pergi ke apotik meninggalkan Fla yang duduk di kursi tunggu.
Saat Barron sedang ke apotik, tiba-tiba saja seorang perawat senior mendekati Fla.
"Fla." Sapa perawat senior itu.
Fla pun menoleh.
"Eh... suster Hanna." balas Fla.
"Lama gak ketemu, suster apa kabar?" tanya Fla.
"Baik. Kamu sendiri apa kabar?" tanya suster Hanna.
"Baik juga sus." jawab Fla.
"Kamu yang sabar yah Fla, jangan tegang. Suster yakin operasi Papa kamu hari ini pasti berjalan lancar." ucap suster Hanna.
Fla mengernyitkan keningnya.
"Maksud suster?" tanya Fla bingung.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...