
Kini Barron sudah sampai di rumah Rachel.
"Non Rachel, ada yang cari Non Fla di depan." ucap Mbak Asih, ART di rumah orangtua Rachel.
"Siapa Mbak?" Tanya Rachel.
"Gak tau. Bule, Non." jawab Mbak Asih.
Rachel dan Fla saling pandang.
Bule? Siapa lagi kalau bukan Barron, itulah yang ada di pikiran mereka.
Rachel dan Fla berdiri dari duduk mereka. Saat ini mereka ada di ruang makan.
"Gak usah ikut! Diem loe disini! Biar gue kasih pelajaran tuh si Barongsai!" ucap Rachel tegas saat Fla mau ikut menemui Barron.
Mau tidak mau Fla pun duduk kembali di kursi makan. Sedangkan Rachel, dia keluar dari ruang makan dan menemui Barron yang ada di ruang tamu.
"Fla mana?" tanya Barron karena tidak melihat Fla datang bersama Rachel.
"Fla gak mau ketemu!" jawab Rachel ketus sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Kenapa?" tanya Barron.
"Kakak gak nyadar kesalahan Kakak apa, hah?" tanya Rachel kesal.
Barron menghela nafasnya kasar.
"Ini semua hanya salah paham, makanya sekarang aku mau jemput Fla dan membicarakan masalah ini. Jadi tolong panggil Fla kesini." jawab Barron.
"Fla gak mau ketemu! Dia masih marah! Kalau Kakak mau ketemu, tunggu sampai moodnya balik!" jawab Rachel.
"Kalau dia gak mau ketemu aku, biar aku yang temui dia." balas Barron lalu berjalan hendak masuk ke ruang tengah. Tapi cepat-cepat Rachel mencegah Barron agar tidak masuk ke ruangan dalam.
__ADS_1
"Jangan masuk! Fla gak mau ketemu sama Kakak!" larang Rachel.
"Fla itu istri aku, aku harus bawa dia pulang." balas Barron.
"Istri, istri, istri! Giliran istri hamil malah marah-marah! Kakak pikir Fla itu hamil anak laki-laki lain apa!" balas Rachel.
"Udah dibilang ini salah paham." balas Barron.
"Fla, ayo pulang Sayang. Aku minta maaf kalau tadi sikap ku dingin sama kamu, aku sama sekali gak bermaksud menolak kehamilan mu, Fla. Tadi itu..." Barron menggantung kata-katanya, ia ingat kalau dirinya tidak boleh memberitahu tentang keadaan Papa Felix pada Fla.
"Tadi itu aku lagi pusing sama skripsi aku dan tadi Prof. Arya nelpon aku makanya aku langsung pergi. Tapi aku berani sumpah Fla, aku gak pernah sekalipun berpikir nolak kehamilan kamu." Lanjut Barron.
"Jujur awalnya aku memang syok, tapi bukan berarti aku nolak Fla. Ayolah Fla keluar, kita bicarakan baik-baik." teriak Barron lagi.
"Iiih... berisik! Udah dibilang Fla gak mau ketemu Kakak!" bentak Rachel.
Barron menghela nafasnya kasar.
"Fla, kalau kamu gak mau keluar dalam hitungan ketiga, aku pulang! Tadinya aku kesini mau ajak kamu makan pizza dan nonton di bioskop, tapi kalau dalam hitungan ketiga kamu gak keluar, aku pulang, batal makan pizza, batal nonton di bioskop!" ancam Barron.
"Dua..."
"Ti..."
Belum juga Barron selesai menyebut angka Tiga, Fla sudah muncul dari dalam.
Barron tersenyum begitu melihat Fla. Sedangkan Rachel, dia agak kesal melihat Fla yang dengan gampangnya luluh hanya karena ancaman Barron.
Huh... bener-bener nih orang yah bucin akut! Baru diancam batal makan pizza aja langsung luluh! gerutu Rachel dalam hati.
"Bener kita mau makan pizza sama nonton bioskop?" tanya Fla.
Barron menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kita pulang yah." ajak Barron.
"Makan pizza sama nonton dulu." balas Fla.
"Iya Sayang. Ayo." ajak Barron.
Fla pun mendekati Barron lalu memeluk Barron.
"Kakak gak marah kan sama aku karena aku hamil? Aku juga gak tau Kak kenapa aku bisa hamil." tanya Fla sambil menangis.
"Kok marah sih? Ya gak lah! Kan karena perbuatan aku juga makanya kamu bisa hamil. Aku tuh calon dokter Fla, jadi aku tau persis kalau semua alat kontrasepsi gak semuanya akurat, jadi masih ada kemungkinan kamu bisa hamil. Apalagi setiap hari aku nanam benih, jadi sudah duga pasti kamu akan hamil." jawab Barron.
"Ekhem... ada anak dibawah umur disini! Tolong jaga sikap, jaga ucapan! Gak usah bicarain masalah ranjang kalian di depan anak dibawah umur!" tegur Rachel yang mendengar percakapan Barron dan Fla.
Fla menjauhkan tubuhnya dari pelukan Barron.
"Ya udah yuk Kak kita pulang. Nanti sampe rumah Kakak mau kan jenguk anak Kakak?" Fla malah makin mengisengi Rachel.
Rachel memutar bola matanya malas mendengar kata-kata Fla.
"Loe tuh yah! Tadi aja nangis-nangis gak jelas! Sekarang malah minta di jenguk! Awas aja loe kalau berantem lagi sama si Barongsai, gue usir loe!" gerutu Rachel.
Mblewww... Fla menjulurkan lidahnya mengejek Rachel.
"Ayo Kak." ajak Fla.
"Heh tunggu! Barang-barang loe gak sekalian loe bawa?"
"Besok aja gue ambil." jawab Fla lalu menarik tangan Barron keluar dari rumah Rachel.
"Cih... Bener-bener bocah labil loe, Fla!" gerutu Rachel setelah Fla keluar dari dalam rumah.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...