
Rumah Orangtua Rachel.
Setelah Barron pergi, Fla yang hatinya sangat hancur dengan kepergian Barron memilih untuk pergi kerumah orangtua Rachel.
Fla pun menceritakan pada Rachel tentang permasalahannya. Mendengar cerita Fla, Rachel ikut emosi.
"Dasar cowok breng.sek! Tau-nya cuma buat, giliran bini-nya hamil malah bini-nya di marahin!" geram Rachel.
"Udah Fla, loe gak usah balik lagi sama dia, nanti kalau dia dateng kesini, biar gue kasih pelajaran tuh orang." kata Rachel.
"Apa gue gugurin aja yah anak ini, biar Kak Barry gak marah lagi?" tanya Fla sambil menangis.
"Gila loe! Itu yang di perut loe nyawa, seenaknya aja loe mau gugurin! Lagian loe hamil punya suami, kenapa loe harus gugurin! Yang ada kepalanya si barongsai tuh yang harus di pukul pake batako biar sadar!" jawab Rachel.
"Udah, udah, loe jangan nangis lagi. Loe udah makan belum?" tanya Rachel.
Fla menggeleng.
"Berarti isi perut loe cuma rujak sama sonboy yang tadi siang doang?" tanya Rachel.
Fla mengangguk.
__ADS_1
"Ya udah loe makan dulu kalau gitu. Ayo." Rachel membantu Fla berdiri dari duduknya kemudian memapah Fla ke ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, Rachel membuka tudung saji yang ada di meja makan.
"Tuh loe pilih mau makan pake apa." ucap Rachel.
Fla melihat menu yang ada di meja makan, ada kentang-ati ayam balado, ikan gurame bakar, sayur bayam-jagung dan bakwan udang serta sambal terasi.
"Gue gak selera makan, Chel." ucap Fla.
"Masa loe gak selera sih sama semua makanan ini? Biasanya loe suka banget sama kentang-ati ayam balado?" tanya Rachel.
"Ya gak tau kenapa, gue gak selera aja." jawab Fla.
"Mau makan masakan Kak Barry." jawab Fla.
"Gak usah yang aneh-aneh deh! Si barongsai gak ada disini dan jangan harap loe bisa pulang dari sini kalau bukan dia yang jemput loe! Gue harus kasih pelajaran dulu sama dia!" balas Rachel.
"Nih, sekarang loe cari makanan yang loe mau makan. Jangan nunggu si barongsai baru loe makan! Gak usah bucin-bucin amat deh sama lakik gak berperasaan kayak si barongsai." kata Rachel lagi sambil menyodorkan ponselnya ke hadapan Fla.
Fla mengambil ponsel itu dari tangan Rachel dan memesan makanan yang ingin ia makan.
__ADS_1
💋💋💋
Pukul 19.30
Setelah semua urusan di rumah sakit selesai dan jadwal operasi Papa Felix sudah ditentukan, yakni besok sore, barulah Barron pulang.
Sesampainya di apartemen, Barron mendapati apartemennya kosong. Tidak ada Fla dimana-mana.
Tak lama Barron tersadar kalau sebelum dia pergi tadi, dirinya menanggapi dingin berita kehamilan Fla. Barron yakin Fla pergi dari apartemen karena salah paham dengan sikap Barron.
Padahal tadi saat Fla memberitahu kehamilannya, Barron hanya sedikit syok. Antara senang dan khawatir. Tapi tidak terlintas sedikit pun di pikiran Barron tidak menerima kehamilan Fla.
Disaat Barron masih syok, tiba-tiba asisten Papa Felix menghubunginya dan memberitahu kalau Papa Felix pingsan karena serangan jantung dan meminta Barron untuk segera kerumah sakit dan tidak memberitahu Fla. Barron pun makin syok mendengar itu. Sudah pulang masih dalam keadaan otak yang penat dan badan yang lelah, sampai rumah langsung mendapat dua kabar yang tak terduga, wajar kalau sikap Barron menjadi dingin, apalagi pada dasarnya sikap Barron memang dingin.
Menyadari Fla sudah salah paham, Barron pun menghubungi Fla tapi sayangnya ponsel Fla tidak dapat di hubungi.
Barron pun berpikir, kalau bukan ke rumah Mama Rasti yah kemana lagi Fla pergi kalau bukan ke rumah Rachel.
Barron pun menghubungi ART di rumah Mama Rasti untuk menanyakan keberadaan Fla, tapi Fla tidak ada disana. Karena Fla tidak ada di rumah Mama Rasti, Barron pun langsung pergi ke rumah Rachel untuk menjemput Fla.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...