Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
63. Bertemu Si Pembully


__ADS_3

"Ada apa ini?" tiba-tiba suara seseorang berhasil mengalihkan pandangan Fla dan para mahasiswa yang sedang berkerumun.


Bukan Barron, bukan juga dosen melainkan mahasiswi kedokteran tingkat akhir sama seperti Barron, yaitu Andin bersama dengan dua orang temannya.


Andin berjalan mendekati Fla sambil memberi tatapan mengintimidasi. Sayangnya Fla sama sekali tidak terintimidasi dengan tatapan Andin dan malah membalas dengan membuat ekspresi wajah songong.


Nih cewek kenapa sih ngeliatin gue gitu banget. gumam Fla dalam hati.


"Berubah banget loe yah!" ucap Andin begitu berada tepat di hadapan Fla sambil melipat kedua tangannya di dada.


Dari ucapan Andin, Fla bisa menangkap kalau Andin mengenal dirinya yang dulu.


"Maksud loe?" tanya Fla dengan wajah songongnya.


"Cih... Songong banget loe yah sekarang! Loe gak inget gue, hah?" tanya Andin.


Fla mengernyitkan keningnya dalam-dalam mencoba mengingat sosok perempuan yang ada di hadapannya.


Karena tidak berhasil mengingat Andin, Fla pun menggelengkan kepalanya.


"Cih..." Andin berdecih mengejek.


"Gue Andin, kakak kelas loe waktu SD." jawab Andin.


Otak Fla langsung membuka kembali ke masa-masa SD-nya yang kelam dimana dirinya sering di bully dan salah satu pembully yang tak mungkin Fla lupa adalah Andin, karena dulu Andin sering melakukan kekerasan verbal padanya.

__ADS_1


Mengingat itu, ekspresi Fla yang tadinya songong langsung berubah emosi.


"Operasi dimana loe sampe sekurus ini?" tanya Andin.


Fla tidak menjawab dan hanya memberi tatapan tajam pada Andin.


"Segitu gak laku-nya loe yah sampe-sampe buka lowongan cari pacar waktu itu? Terus sekarang loe ngapain kesini? Mau tebar pesona loe disini?" ejek Andin.


Fla masih diam.


"Salah tempat loe manusia oplas! Disini semuanya calon dokter, jadi tau lah mana yang asli dan mana yang palsu, kecuali yang matanya katarak kayak semua laki-laki ini!" lanjut Andin lagi.


"Hey kalian semua! Mata kalian semua ini katarak yah, kalian itu calon dokter, masa gak bisa liat sih kalau cewek yang kalian idolakan ini gak jauh beda sama Lusinta Luna, oplas dari ujung kaki sampai ujung rambutnya." ucao Andin memprovokasi.


Para mahasiswa yang berkerumun pun saling berbisik. Ada yang mengatai Andin iri dengan Fla tapi ada juga yang berbisik mengamati bentuk tubuh Fla.


"Yah dari oplas kan! Hidungnya di oplas, payu.daranya di pakein implan, suntik putih, kakinya juga pasti operasi tulang biar tinggi." lanjut Andin.


Fla masih diam.


"Asal kalian semua tau yah, makanya temen-temen SD gue yang cowok gak ada yang mau nge-daftar waktu nih manusia oplas buka pendaftaran jadi pacarnya dia. Karena apa? Karena mereka semua tau gimana dia dulu dan tau kalau semua yang ada di badannya ini palsu! Jadi loe semua jangan ketipu deh sama muka-nya yang cantik karena cantiknya palsu!" kata Andin lagi.


"Udah puas ngehina gue?" kini Fla membuka suaranya.


Sontak Andin menoleh kearah Fla.

__ADS_1


"Loe tuh dari dulu sampe sekarang gak ada berubah-berubahnya yah, mulut loe tetap jahat! Masa calon dokter begini!" ucap Fla.


Mata Andin membulat lebar karena Fla berani membalasnya.


"Loe tuh calon dokter kan? Berati otak loe pinter dong dan wawasan loe luas! Masa loe gak pernah denger sih yang namanya program diet, fitnes dan perawatan kecantikan tanpa oplas?" lanjut Fla.


"Terus isi otak loe apaan kalau semua itu loe gak tau! Cuci otak gih sana loe!" kata Fla lagi.


"Udah berani loe yah ngelawan gue buntelan kentut!" geram Andin.


"Woy... jadi maksud loe, gue harus tetap takut gitu sama loe? Emangnya loe siapa harus gue takutin? Sama-sama makan nasi aja kok belagu! Kalau loe makan ari-ari orok baru gue takut sama loe!" jawab Fla.


"Loe!" Andin semakin geram.


"Apa? Loe mau marah? Loe mau mukul gue? Loe mau ngelaporin gue sama geng biadab loe itu buat ngebully gue lagi kayak dulu? Laporin gue gak takut!" tantang Fla.


"Dulu gue gak ngelawan bukan karena gue takut, tapi gue gak mau buat loe dan geng biadab loe jadi kriminal di usia dini, tapi sekarang jangan harap loe bisa nyentuh gue!" kata Fla lagi.


Lalu membalikkan badannya dan hendak meninggalkan Andin. Tapi baru juga Fla hendak melangkah, tiba-tiba Andin menarik rambut Fla sampai Fla terjengkang kebelakang.


"LEPAAAAAS!!!!"


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋


__ADS_2