
"Apa Kakak cinta sama aku?" tanya Fla tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba nanya begitu?" Barron malah bertanya balik.
"Karena Kakak gak pernah bilang sama aku alasan Kakak nikah sama aku." jawab Fla.
"Kayaknya pertanyaan itu gak perlu aku jawab, kamu pikir aja sendiri!" jawab Barro kesal.
Dia kesal karena Fla masih mempertanyakan tentang perasaannya pada Fla.
Setelah mengatakan itu, Barron pun cepat-cepat masuk kedalam kamar mandi.
"Apa-apaan pertanyaannya itu! Kalau aku gak cinta ngapain aku nikahin! Apa semuanya harus diungkapkan dengan kata-kata? Apa sikapku ke dia belum cukup menunjukkan kalau aku cinta sama dia?!" dumel Barron di depan cermin.
Tapi sayangnya jawaban Barron barusan makin membuat Fla yakin kalau Barron menikahinya bukan karena cinta melainkan karena Mama Rasti.
Fla pun jadi membayangkan Barron melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Papa Felix pada Mama Rasti.
Tak ingin sampai itu terjadi, Fla pun cepat-cepat berjalan menuju ruang belajar dan membuat surat kontrak pernikahan dengan Barron.
Lima belas menit kemudian.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.
"Astaga!!!" pekik Barron kaget karena Fla ternyata berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Kamu ngapain berdiri disin?" omel Barron.
__ADS_1
"Ini, tanda tangan ini!" ucap Fla sambil menyodorkan selembar surat perjanjian pada Barron.
Barron pun mengambil surat itu lalu membacanya dengan seksama.
"Untuk apa kamu bikin surat kontrak pernikahan kayak gini? Kamu pikir aku nikahin kamu main-main apa!" protes Barron sambil memberikan surat kontrak itu ke tangan Fla lalu berjalan menuju meja rias.
"Tapi Kakak gak cinta kan sama aku?! Jadi buat apa kita berlama-lama menikah! Aku gak mau nasib aku sama kayak Mama aku! Bertahan dengan laki-laki yang gak cinta sama istrinya!" jawab Fla sambil mengekori Barron dari belakang.
Barron hanya geleng-geleng kepala mendengar Fla mengomel di belakangnya.
"Pantes aja Kakak gak mau kita punya anak, biar Kakak gak punya beban saat Kakak selingkuh, iya kan?!" cerocos Fla lagi.
"Kamu lagi dateng bulan? Kalau lagi dateng bulan mending istirahat aja sana daripada ngomel gak jelas!" balas Barron santai sambil menyalakan pengering rambut.
"Aku serius Kak!" teriak Fla.
"Pertama, yang bilang aku gak mau punya anak siapa? Kan aku bilang, untuk saat ini aku mau kita menunda untuk punya anak, bukan aku gak mau punya anak! Tolong bedakan kalimatnya!" ucap Barron.
"Yang kedua soal tujuan aku nikahin kamu. Aku nikahin kamu bukan karena Mama kamu. Malahan tiga hari sebelum hari pernikahan kita itu, aku duluan yang datangi Mama Rasti dan meminta izin untuk menikahi kamu. Kamu bisa tanya langsung sama Mama kamu." kata Barron lagi.
"Sekarang kamu pikir sendiri, kalau aku gak punya perasaan apa-apa sama kamu kenapa aku harus capek-capek melakukan itu semua? Kalau niat aku cuma mau mainin kamu, bisa aja di hari terakhir kita pacaran aku bawa kamu ke hotel, aku rusak kamu terus aku tinggalin kamu. Terus kalau kamu minta tanggung jawab, bisa aja aku bilang bukan aku yang pertama tudurin kamu, karena semua orang tau kalau kamu sering gonta-ganti pacar." ucap Barron lagi.
"Walaupun aku gonta-ganti pacar, tapi aku gak pernah yah begituan sama mantan-mantan aku!" protes Fla.
"Mana ada yang tau. Kalau aku bilang saat aku nidurin kamu, kamu udah gak perawan lagi, pasti orang lebih percaya sama omongan aku ketimbang kamu!" balas Barron.
Rahang Fla mengeras mendengar kata-kata Barron.
__ADS_1
"Tapi aku gak ngelakuin itu kan? Dan malah aku langsung nikahin kamu!" lanjut Barron.
"Apa menurut kamu aku nikahin kamu hanya untuk mengambil keuntungan dari kamu?? Memangnya apa kelebihan kamu sampai aku harus mengambil keuntungan dari kamu? Karena kamu kaya? Aku juga kaya! Karena kamu cantik? Aku juga tampan! Karena kamu seksi? Badan ku juga seksi! Kamu pinter gak, rajin juga gak, bisa masak juga gak! Terus apa yang harus aku manfaatkan dan banggakan dari kamu? Asal kamu tahu, perempuan yang lebih cantik, seksi, pintar, rajin dan bisa masak yang ngejar-ngejar aku itu banyak Fla, tapi aku milihnya kamu! Harusnya dari situ kamu mikir alasan kenapa aku nikahin kamu!" lanjut Barron lagi.
Mendengar kata-kata Barron, hati Fla langsung berbunga. Fla sudah paham dengan yang di katakan Barron tapi Fla masih belum puas dan ingin mendengar Barron mengatakan langsung kalau dia mencintai Fla, bukan dengan jawaban yang muter-muter seperti itu.
"Jadi intinya Kakak cinta gak sama aku??" tanya Fla lagi.
Mata Barron membulat lebar.
"Daritadi aku ngomong panjang lebar gini kamu gak ngerti juga?!" geram Barron.
"Gak!" jawab Fla.
"Pikir sendiri aja kalau gitu!" jawab Barron lalu membalikkan tubuhnya lagi menghadap cermin lalu menyalakan lagi pengering rambut.
"Iiikh... jawab dong Kak!" paksa Fla sambil menarik-narik tangan Barron.
"Sana akh! Beresin itu makanan kamu yang di meja, terus mandi!" balas Barron sambil menepis tangan Fla.
"Ish nyebelin!" dumel Fla lalu berjalan keluar kamar sambil menghentak-hentakkan kaki-nya.
💋💋💋
Bersambung...
Yaelah Barongsai tinggal bilang, "iya Fla aku cinta sama kamu." gitu aja kok susah banget sih!
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋