Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
57. Gelora Pasutri Muda


__ADS_3

"Aku lebih suka susu kamu." jawab Barron lalu kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Fla.


Fla pun membalas ciuman Barron dan mereka pun berciuman dengan sangat panas.


Setelah kurang lebih tiga menit berciuman panas, Barron pun melepaskan ciumannya dan beralih menciumi leher Fla, bahkan juga meninggalkan cap bibirnya disana.


Tangan Barron juga dengan lincahnya menurunkan baju crop dan kacamata kain yang Fla pakai hingga mengeluarkan pabrik susu cap nona milik Fla.


Barron semakin menurunkan ciumannya ke dada Fla dan menyedot pabrik susu cap nona yang belum memproduksi susu itu dengan sangat rakus dan sesekali memainkan puncaknya dengan lidahnya. Des.ahan, erangan dan racauan pun tak henti-hentinya keluar dari mulut Fla.


Merasa tidak leluasa menikmati tubuh Fla di dalam ruang belajar, Barron pun menggendong Fla seperti anak koala lalu membawa Fla masuk kedalam kamar utama.


Sesampainya di dalam kamar, dengan tidak sabarannya Barron pun melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuhnya dan di tubuh Fla lalu kembali mencumbu tubuh Fla dari atas sampai bawah.


Kata-kata cinta juga tak henti-hentinya keluar dari mulut Barron saat Barron menyatukan tubuhnya dengan tubuh Fla.


Satu jam kemudian.


"Aaargh..." erangan panjang keluar dari mulut Barron. Suhadi sudah muntah-muntah di dalam goa labirin.


Setelah Suhadi selesai mengeluarkan semua muntahannya, barulah Barron mengeluarkan Suhadi dari dalam goa labirin dan berbaring di sebelah Fla kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan Fla.


"Fla..." panggil Barron dengan nafas yang masih tersenggal-senggal.


"Hemh..." Sahut Fla.


"Jangan lupa di minum pil kb'nya yah." ucap Barron mengingatkan.


Meski sudah mengungkapkan perasaannya pada Fla, Barron tetap pada prinsip awalnya yang ingin menunda dulu untuk memiliki momongan.


"Hemh..." jawab Fla. Ia sudah terlalu lelah untuk menjawab dengan kata-kata. Barron terlalu perkasa.


Selama sepuluh menit mereka pun terdiam untuk mengumpulkan tenaga.


"Kak..." gantian, kini Fla yang memanggil Barron. Nampaknya Fla sudah berhasil mengumpulkan tenaganya.

__ADS_1


"Hemh..." sahut Barron.


"Kakak juga harus minta maaf sama Zayn." ucap Fla. Ia baru ingat kalau tadi Zayn dapat bogem mentah dari Barron.


Sontak Barron pun membuka matanya dan menoleh ke arah Fla.


"Maksud kamu apa nyuruh aku minta maaf sama pebinor?!" protes Barron.


"Siapa yang pebinor sih Kak! Kakak emangnya gak tau siapa Zayn?"


Barron menggelengkan kepalanya.


"Dia sepupu aku, Kak! Mamanya Zayn itu adeknya Mama aku." ucap Fla.


"Yang bener kamu?" tanya Barron.


"Iya. Tanya aja Mama kalau gak percaya. Habis kamu Kak kalau Mama tau kamu mukul keponakannya!" ucap Fla menakut-nakuti.


"Cih! Mana aku tau, kamu juga gak bilang kan sama aku! Coba dari awal kamu bilang, pasti gak bakalan kayak gini!" balas Barron tak mau disalahkan.


"Dih... siapa suruh Kakak cemburuan! Makanya apa-apa itu di tanya dulu jangan langsung berasumsi!" balas Fla.


Dan akhirnya pasutri muda ini kembali memperdebatkan hal yang tidak penting.


💋💋💋


Satu bulan kemudian.


Pukul 07.00


Fla dan Barron sudah siap berangkat kuliah. Sejak Barron mengungkapkan rasa cintanya pada Fla, hubungan mereka pun semakin harmonis.


Kini pasutri muda itu sedang berada di meja makan untuk menikmati sarapan sebelum berangkat kuliah.


"Makin hari masakan kamu ada peningkatan." Barron memuji spaghetti buatan Fla.

__ADS_1


"Makasih suami ku Sayang." balas Fla dengan wajah yang di buat semanis mungkin.


Barron hanya tersenyum tipis melihat wajah Fla.


"Hari ini pengumuman hasil ujian tengah semesternya kan?" tanya Barron. Seminggu lalu Fla baru menghadapi ujian tengah semester.


Mata Fla membulat.


"Mmm..." jawab Fla gugup.


"Nanti aku anter, sekalian aku mau lihat nilai kamu." ucap Barron.


Mati gue!!! Kalau sampai nilai gue jelek alamat gue bakal di kurung di ruang belajar lagi nih. Gumam Fla dalam hati.


Sudah dua minggu ini Barron selalu pulang tengah malam karena kesibukannya konsul dengan Prof. Arya dan karena itu lah Barron jadi tidak pernah lagi mengawasi Fla, Barron hanya mengingatkan Fla untuk belajar lewat telepon dan Barron percaya saat dirinya tidak mengawasi Fla, istrinya itu pasti belajar.


Terserah orang mau bilang Barron kekanak-kanakan karena selalu memaksa Fla yang sudah bangkotan untuk belajar, itu semua Barron lakukan juga demi kebaikan Fla, karena Fla menanggung tanggung jawab yang besar di pundaknya sebagai ahli waris Papa Felix.


"Gak usah Kak, nanti aku fotoin nilainya terus aku kirim ke Kakak." balas Fla dengan mimik wajah yah aneh.


Barron menaikkan satu alis matanya, ia curiga ada sesuatu yang Fla sedang sembunyikan.


"Kan Kakak harus ketemu sama Prof. Arya, nanti kalau Kakak telat, Kakak harus nunggu lama lagi sampai Prof. Arya punya waktu kosong." ucap Fla yang paham dengan kecurigaan Barron.


"Kakak kan tau sendiri cabe-cabean di kampus aku kayak gimana, walau udah tau status Kakak suami aku, tetep aja mereka pepet." lanjut Fla.


"Oh... ya udah." balas Barron.


Fla dan Barron pun melanjutkan makannya.


Setelah selesai sarapan, Fla dan Barron pun sama-sama keluar dari apartemen untuk pergi ke kampus mereka masing-masing.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


Pasti si barongsai diem-diem ke kampusnya Fla deh karena kepo sama nilainya Fla.


Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋


__ADS_2