Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin

Terjebak Pernikahan Dengan Pria Dingin
76. Fla Marah


__ADS_3

"Maksud suster?" tanya Fla bingung.


"Kamu kesini mau nemenin Papa kamu operasi kan?" tanya suster Hanna.


"Papa operasi? Operasi apa sus?" tanya Fla.


"Loh jadi kamu gak tau kalau Papa kamu sore ini mau di operasi pasang ring jantung?" Suster Hanna bertanya balik.


Fla menggelengkan kepalanya.


"Fla..." panggil Barron yang baru selesai menebus resep dari dokter.


Fla menoleh ke arah Barron dengan raut wajah tegang, bingung, takut dan sorot mata sedih.


Melihat raut wajah Fla yang seperti itu, Barron yakin ada yang tidak beres apalagi disamping Fla ada seorang perawat senior yang Barron yakini pasti perawat senior itu sudah memberitahu Fla keadaan Papa Felix.


Barron pun berjalan menghampiri Fla.


"Ayo pulang." Ajak Barron.


Fla menggelengkan kepalanya lalu kembali menoleh suster Hanna.


"Sus, sekarang Papa dirawat di kamar mana?" tanya Fla sambil berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Mata Barron menghela nafasnya kasar. Benar dugaannya perawat itu memberitahu tentang keadaan Papa Felix.


"Ada di kamar VIP 2." jawab suster Hanna.


"Makasih yah sus." balas Fla.


"Ayo Kak, kita lihat keadaan Papa." ajak Fla sambil menarik tangan Barron, tapi Barron malah menahan tangan Fla.


"Kak! Ayo ikut aku lihat Papa! Katanya Papa dirawat disini dan sore ini mau operasi. Kita harus lihat Papa, Kak!" kesal Fla.


"Jangan kesana, Papa gak mau operasi kalau sampai kamu tau tentang ini." jawab Barron.


Fla tercengang mendengar jawaban Barron lalu menepis tangan Barron yang memegang tangannya.


Barron menganggukkan kepalanya.


"Kakak jahat! Kakak tau Papa sakit tapi Kakak gak ngasih tau aku!" ucap Fla marah sambil memukul dada Barron.


Fla pun memutar badannya dan hendak meninggalkan Barron tapi lagi-lagi Barron menahan tangan Fla.


"Fla, aku bisa jelasin. Tapi tolong jangan kesana, nanti Papa gak mau di operasi." ucap Barron.


"Minggir! Aku gak butuh penjelasan Kakak! Dan aku pastiin Papa tetap di operasi!" balas Fla sambil menepis tangan Barron lalu cepat-cepat pergi dari hadapan Barron menuju kamar rawat Papa Felix.

__ADS_1


Barron hanya bisa menghela nafasnya kasar melihat kepergian Fla.


"Maaf, kalau boleh saya tau kamu siapanya Fla?" tanya suster Hanna pada Barron.


"Saya suaminya sus." jawab Barron.


OOO... suster Hanna membulatkan mulutnya.


"Jadi Fla gak tau kalau Papanya di operasi hari ini?" tanya suster Hanna lagi.


Barron menganggukkan kepalanya.


"Awalnya Papa Felix gak mau di operasi dan menyerah dengan hidupnya. Tapi setelah saya bilang kalau sekarang Fla sedang hamil, baru Papa Felix mau di operasi tapi Papa Felix minta agar masalah ini jangan sampai di ketahu Fla karena Papa Felix gak mau buat Fla sedih apalagi Fla sedang hamil sekarang." ucap Barron.


"Maaf, saya gak tau kalau masalahnya begini." ucap suster Hanna merasa bersalah.


"Gak pa-pa sus. Mungkin sudah takdirnya Fla memang harus tau kalau Papanya sakit. Jujur, saya juga sedikit lega karena Fla tau Papanya sakit, dengan begitu kalau terjadi sesuatu pada Papa Felix, Fla tidak akan menyesal. Tapi saya juga sedikit khawatir Fla menjadi sedih dan stres karena kondisi Papa-nya, takut berpengaruh pada kehamilannya." jawab Barron.


"Kalau begitu cepat susul Fla, bantu dia mengontrol emosinya agar tidak sedih berlarut-larut." ucap suster Hanna.


Barron menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan suster Hanna dan menyusul Fla ke kamar rawat Papa Felix.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2