
Sambil bibir saling melu.mat dan lidah saling membelit, tangan Barron yang belum profesional pun ikut bekerja mengikuti insting kelaki-lakiannya menarik tali jubah lingerie yang masih Fla kenakan. Setelah membuka tali jubah lingerie, tangan Barron pun mulai mendaki gunung kenyal tak bertulang milik Fla dan mere.mas lembut gunung itu, tubuh Fla menggeliat seketika saat tangan besar Barron menyentuh salah satu area privasinya, ini pertama kalinya Fla merasakan sengatan yang luar biasa dalam tubuhnya.
Sambil tangan Barron memainkan gunung kenyal Fla, Barron pun menurunkan ciumannya ke leher Fla, bukan sekedar mencium tapi juga menghi.sap leher Fla sangking gemasnya sampai meninggalkan jejak bibir Barron disana, maklumi saja Barron masih pemula, ia tidak tahu kalau aksinya itu akan meninggalkan jejak. Sedangkan Fla, tubuhnya makin menggeliat menikmati sengatan-sengatan kenikmatan yang Barron berikan. Meski tubuhnya menunjukkan kalau dirinya sangat menikmati sentuhan Barron tapi mulut Fla mencoba menahannya, ia melipat bibirnya rapat-rapat.
Barron terus menurunkan ciumannya sampai kepundak Fla. Sambil Barron menciumi pundak Fla, tangan Barron pun menurunkan tali lingerie sampai menampakkan gunung kenyal Fla, setelah gunung kenyal tidak lagi tertutupi sehelai benang, Barron yang sudah tidak sabar melahap gunung kenyal itu pun langsung melahap gunung kenyal itu layaknya melahap cireng.
"Ssh... Ah..." Fla pun tak bisa lagi menahan desa.han yang sejak tadi ia tahan.
Mendengar desa.han Fla, Barron pun semakin menggila menggerayangi tubuh Fla. Tangan Barron pun semakin lincah menurunkan lingerie Fla hingga terlepas dari tubuh Fla. Kini di tubuh Fla hanya tersisa cangcut berenda berwarna merah muda.
Setelah melepas lingerie dari tubuh Fla, Barron pun kembali memberi sengatan-sengatan kenikmatan di tubuh Fla, mulai dari bibir, leher, dada, perut dan paha.
Barron sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya. Perlahan tapi pasti, Barron pun menurunkan cangcut berenda berwarna merah muda yang menutupi goa labirin yang akan menjadi tempat Suhadi bermain.
__ADS_1
Setelah cangcut berenda itu terlepas, gantian sekarang giliran Barron yang melepas celana dan jeruji kain yang masih membelenggu Suhadi.
Mata Fla membulat lebar sambil menelan salivanya susah payah saat melihat penampakan Suhadi yang bentuknya seperti jagung bakar jumbo, besar, panjang dan kekar.
Kini Fla dan Barron sudah sama-sama polos, Barron pun kembali menindih tubuh Fla lalu mencium bibir Fla sambil tangannya mere.mas gunung kenyal Fla.
"Kamu udah siap kan?" tanya Barron disela-sela ciumannya.
Fla menganggukkan kepalanya. Seandainya Fla belum tahu kalau Barron itu adalah Barry, mungkin Fla belum siap untuk memberikan mahkotanya pada Barron tapi kini Fla sudah tahu kalau Barron itu adalah Barry, jadi sudah pasti Fla sudah sangat siap memberikan mahkota yang selama ini ia jaga baik-baik meskipun dirinya bolak-balik ganti pacar.
Suhadi menciumi pintu goa labirin yang sudah becek terlebih dahulu setelah itu perlahan mendorong pintu goa labirin.
"Aaargh..." erang Fla kesakitan.
__ADS_1
Mendengar Fla kesakitan, Suhadi pun berhenti mendorong pintu goa labirin.
"Kenapa, sakit yah?" tanya Barron.
"Gak pa-pa Kak, lanjut aja. Tapi pelan-pelan yah." jawab Fla.
Barron tersenyum tipis mendengar jawaban Fla lalu mengarahkan Suhadi untuk kembali mendorong pintu goa. Agar Fla tidak terlalu merasakan sakit, sambil Suhadi mendorong pintu goa labirin, Barron sambil menciumi leher Fla.
"Aaargh..." Erangan panjang keluar dari mulut keduanya kala Suhadi sudah berhasil memasuki goa labirin yang masih sangat sempit dan menjepit.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1
Suhadi : Suka Hilang Kendali.
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋