
The Intimate Restaurant
Kini mobil yang Fla naiki sudah sampai di depan bangunan restoran bintang lima dimana orang-orang yang datang kedalam biasanya harus mereservasi terlebih dahulu baru bisa masuk karena didalam hanya menyediakan beberapa meja di bagian depan dan beberapa VIP room di bagian belakang.
"Pak, apa bener ini restorannya?" tanya Fla.
"Iya Non." jawab si supir.
Ini restoran kan super mewah, uang dari mana si Barongsai ngajak gue makan malam di tempat beginian? gumam Fla dalam hati.
Pintu disamping Fla pun terbuka.
"Silahkan turun Nona." ucap supir.
"Tunggu Pak, saya telpon Barron dulu." ucap Fla.
Fla pun menghubungi Barron tapi sayangnya nomor Barron tidak aktif.
"Pak kayanya kita pulang aja deh. Barron kayaknya ngerjain kita!" ucap Fla.
"Tidak Nona. Pak Barron sudah mereservasi satu ruangan VIP di dalam. Kalau Nona tidak percaya, mari saya antar ke dalam." jawab si supir.
Fla pun keluar dari mobil dengan ragu-ragu lalu berjalan memasuki restoran dan diikuti si supir dari belakang.
Sesampainya di meja resepsionis, supir itu pun langsung menyebutkan nama Barron.
"Atas nama Tuan Barron La Costa." ucap si supir.
Resepsionis pun mencari data tentang Barron.
__ADS_1
"Mari ikut saya Pak." ucap resepsionis setelah menemukan dimana tempat yang sudah Barron reservasi.
"Nona ikutlah dengan resepsionis ini." ucap si supir.
Fla hanya menganggukkan kepala-nya. Ia masih bingung dengan situasi saat ini. Ini pertama kali-nya Fla dibawa makan malam oleh pacar-nya di restoran seperti ini. Karena biasanya pacar-pacar Fla hanya mengajak Fla makan di restoran ayam cepat saji atau restoran Jepang yang ada di mall atau food court atau makan di warung kaki lima. Ya, namanya juga anak kuliahan lah yah.
Fla pun berjalan mengikuti si resepsionis yang sudah jalan lebih dulu. Sambil berjalan Fla mengetik pesan untuk Rachel.
[Fla] : Chel, ini gila! Si Barongsai booking VIP room di restoran semahal ini!
Fla tau kalau sejak tadi Rachel mengikutinya dari belakang.
[Rachel] : Gila tajir banget dong tuh si Barongsai?
[Fla] : Kayaknya! Tapi gue makin deg-deg'an Chel, kalau dia ngapa-ngapain gue di ruangan itu gimana?
"Ini Nona ruangan yang sudah dipesan Tuan Barron." ucap resepsionis sambil menunjuk pintu VIP 2.
"Tunggu sebentar Mbak jangan di buka dulu." cegah Fla.
Resepsionis pun mengurungkan niatnya dan menunggu aba-aba dari Fla.
[Rachel] : Gak usah takut dan tetap tenang, kalau ada apa-apa loe langsung tekan angka satu, nanti gue bawa orang-orang yang lewat sini buat nerobos masuk.
[Fla] : Bener yah Chel! Pokoknya loe harus standby, gue ada di VIP 2.
[Rachel] : Sip!
Setelah selesai berbalas pesan dengan Rachel barulah Fla memberi aba-aba pada resepsionis untuk membuka pintu VIP 2 itu.
__ADS_1
Ceklek. Pintu terbuka dan resepsionis itu mempersilahkan Fla masuk. Dengan jantung yang berdegup kencang, Fla pun masuk ke dalam ruangan itu.
Mata Fla membulat lebar kalau di ruangan itu sudah ada kedua orangtuanya dan sepasang orangtua yang lainnya yang satu bule dan yang satu wajah Asia. Fla tidak ingat kalau sepasang orangtua yang lainnya itu adalah orangtua Barron.
"Mama... Papa... Kok kalian bisa ada disini? Papa bukannya lagi di Singapura? Dan Mama bukannya ada pameran di Bali?" tanya Fla.
"Kami sengaja bilang gitu Sayang, karena mau kasih kejutan buat kamu." jawab Mama Rasti.
"Sini Fla, duduk disini." ucap Mama Rasti sambil menunjuk salah satu kursi kosong yang ada di ujung meja.
Fla pun berjalan menuju kursi yang ditunjuk Mama Rasti.
"Oh iya Fla kenalkan ini Tuan dan Nyonya La Costa." ucap Mama Rasti memperkenalkan kedua orangtua Barron.
"Hai cantik, akhirnya kita bertemu." ucap Mama Aliya sambil berdiri dari duduknya lalu memeluk Fla sesaat.
Fla tidak bisa berkata-kata, ia hanya tersenyum malu-malu merespon ucapan Mama Aliya.
Setelah berkenalan dengan Mama Aliya, giliran Papa Benneth yang berkenalan dengan Fla.
Sama seperti yang di lakukan Mama Aliya, Papa Benneth juga memeluk Fla sesaat dan mengungkapkan rasa senangnya karena sudah bertemu dengan Fla.
Orangtua Barron juga diminta Barron untuk merahasiakan identitas Barron yang sebenarnya sampai Fla mengingat siapa Barron sebenarnya.
Melihat kedua orangtua Barron sangat menerima kehadiran Fla, Mama Rasti bernafas lega karena Fla akan berada di keluarga yang tepat setelah menikah dengan Barron.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1
Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakannya. 🙏🙏
Jangan lupa tinggalin jejak yah. 💋💋💋