Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
pergi


__ADS_3

''


''


''


''


Waktu terus berjalan, bukan nya lebih baik, keadaan rose semakin menyedihkan sudah jarang sekolah, Paula setiap hari menyuruh nya melakukan pekerjaan rumah, bik Lasmi tidak bisa berbuat apa apa, ingin mengadu pada Arumi, tetapi hidup Arumi juga tidak baik baik saja, menikah hanya sebuah status, Arumi sudah menceritakan semua pada bik lasmi yang sudah di anggap nya ibu, rose juga melarang bik Lasmi bercerita pada Arumi,


''Bibi ngapain, suara Paula mengagetkan kan bik Lasmi dan Ros,


''Oh rupanya kalian punya ponsel, Paula dengan cepat merampas ponsel di tangan bik Lasmi,


''Apa kalian mengadu pada Arumi, tuduh Paula,


''Tidak nyonya, kami hanya bertukar kabar, jawab bik Lasmi jujur apa ada nya,


''Alah bohong, Paula tak lantas percaya, dengan gerakan cepat menghancurkan ponsel bik Lasmi,


''Nyonya, bik Lasmi menatap nanar ponsel nya, hancur tak berbentuk,


''Bersih kan kamar mandi putriku sekarang cepat, ini hukuman untuk mu, Paula menarik paksa tangan rose,


''Nyonya ini sudah malam, besok saja biar bibi yang bersih kan, bik Lasmi tampak meng hiba,


''Jangan ikut campur, ini urusan ku dengan nya,


''Kasiani Ros nyonya dia masih kecil, Paula tak menghiraukan bik Lasmi yang memohon, terus menyeret tangan rose, membawanya ke kamar putrinya,


''Cepat bersih kan, harus sampai bersih, rose mengangguk patuh gadis kecil itu melakukan pekerjaan nya, sebenar nya kamar mandi itu masih sangat bersih, bik Lasmi sudah membersihkan kan nya, dan sama sekali belum di pakai sama yang punya kamar, namun Paula sengaja menyiksa gadis kecil itu, hal yang tak bisa ia lakukan pada Arumi,


''Apa yang kamu lakukan, Geri tampak sedikit kesal dengan ulah istrinya, membuat Ros melakukan pekerjaan yang bukan seharusnya,


''Apa,, Paula tak merasa bersalah sedikit pun,


''Kamu tau, kalau Arumi sampai tau kita memperlakukan adik nya seperti ini, kita akan semakin kesulitan mendapat aset kakak ku, aset yang bernilai fantastis itu, ini saja tidak ada apa apa nya , geram Geri,


''Kenapa kamu jadi bodoh sekali sayang, kita manfaat kan saja adik nya, kita bisa menjadikan nya senjata untuk mengancam Arumi, untuk memberi tau di mana aset itu, atau kalau perlu kita bunuh saja adik nya,,

__ADS_1


''Bik Lasmi menutup mulut nya, menahan suara kaget yang hendak keluar dari kerongkongan nya, mendengar semua membuat kaki bik Lasmi lemas,


''Kita masih menunggu Arumi selesai kuliah, bagai mana jika anak itu mengadu pada kakak nya, jelas Geri sedikit kuatir,


''Jangan biarkan keduanya bertemu, mudah kan, jawab Paula enteng,


''Bagaimana kalau Arumi mendatangi sekolah nya,


''Kita berhentikan saja anak itu dari sekolah, kita bisa bilang mengirim nya keluar negri dan belajar di sana, jika Arumi menanyakan adik nya,


''Ide bagus, Geri setuju dengan ide istrinya tanpa mereka tau bik Lasmi mendengar semuanya,


''Bagai mana ini, aku harus menyelamat kan Rose, dari mereka, apa aku bawa saja rose kabur dari sini ya, bik Lasmi sedang berperang dengan pikiran nya,


'Doni aku harus minta tolong pada nya, perlahan bik Lasmi mendatangi pos penjaga dengan nampan dan secangkir kopi yang masih mengepul, menceritakan semuanya pada pak dirman


''Bagai mana kalau kita bawa pulang ke kampung saja, usul doni bik Lasmi tampak berfikir,


''Kamu yakin tuan dan nyonya tidak bisa menemukan kita, kuatir bik Lasmi sedikit tidak yakin,


''Mereka bisa melakukan apa saja, untuk menemukan nona Rose, jelas bik Lasmi,


''Baik lah kita lakukan malam ini juga,


''Apa malam ini juga, Doni kaget,


''Iya semakin baik semakin bagus,


''Bagaimana dengan nona Rumi, pasti kuatir dengan nona Rose,


''Kita pikirkan nanti don, yang terpenting kita selamat kan nona rose terlebih dahulu, aku tidak bisa menghubunginya lagi karena nyonya sudah menghancurkan ponsel ku, jelas bik Lasmi,


''Baik lah, kita tunggu semua orang tidur dan siap kan semuanya letak kan saja tas bibi di dekat pintu belakang aku akan mengeluarkan nya dari sana, kalau lewat depan ada cctv, jelas Doni lagi,


''Baik lah, bik Lasmi pergi meninggalkan pos penjaga, bergegas kembali kedalam rumah,


''Dari mana saja kamu, sedari tadi aku mencari mu, Sura Paula yang tiba tiba mengagetkan bik Lasmi,


''Saya dari depan nyonya Doni meminta kopi, jawab bik Lasmi jujur, mencoba terlihat biasa, Paula tidak curiga sedikit pun, melihat nampan di tangan pelayan nya itu,

__ADS_1


''Mulai besok anak itu akan membantu pekerjaan kalian semua, jangan mencoba melindungi nya, karna mulai sekarang dia sama seperti kalian, pelayan di rumah ini, bik Lasmi diam menunduk mendengarkan nyonya rumah bicara,


''Baik nyonya, lirih bik Lasmi patuh,


''Bagus, kembalilah ke kamar mu, titah Paula, perlahan bik Lasmi kembali ke kamar nya, tepat nya kamar Rose dengan Arumi dulu, tampak Ros tidur meringkuk, gadis kecil itu tampak kelelahan,


''Ibu dari mana, lirih rose dengan Suara serak menahan kantuk, namun tak kunjung terlelap,


''Rose, kamu percaya kan sama ibu, tanya bik Lasmi pelan,


''Rose mengangguk, pelan lalu memeluk bik Lasmi,


''Tidak ada alasan untuk Rose, tidak mempercayai ibu, di dunia ini hanya ibu dan kakak yang Rose percayai, jawab nya pelan, membuat hati bik Lasmi terenyuh,


''Kalau percaya sama ibu, sekarang dengarkan ibu baik baik, bik Lasmi perlahan bicara dengan rose tentang rencana nya malam ini untuk membawa nya keluar dari rumah ini,


''Malam ini kita akan keluar dari rumah ini, kita akan meninggal kan rumah ini, tanpa bik Lasmi sangka rose mengangguk dengan cepat tanda setuju, karna dia juga mendengar Paula bicara dengan suami nya tadi,,


''Rose akan ikut kemana ibu pergi, Rose akan menjadi anak yang patuh, tapi bagai mana dengan kakak, tanya Rose pelan,


''Kita pergi dulu, itu yang terpenting, mengenai kak Rumi kita bisa memikirkan nya nanti, jelas bik Rumi,


''Baik lah Bu, jawab Rose patuh,


''Kita bawa barang kita seperlunya saja, bik Lasmi memasuk kan barang yang menurut nya perlu di bawa, memasuk kan nya kedalam tas dan juga koper, menunggu malam menjelang, yakin tidak ada yang melihat, perlahan bik Lasmi mengeluarkan tas beserta koper nya, melalui pintu belakang, kembali lagi kedalam untuk membawa rose keluar dari rumah itu,


''Tampak Doni sudah siap menunggu,


''Kita naik apa don, tanya bik Lasmi pelan sedikit berbisik,


''Kita naik motor ku bik,


''Tapi di mana motor mu, tanya bik Lasmi,


''Di ujung jalan, jawab Doni seraya membawa koper berjalan perlahan meninggal kan tempat itu di ikuti bik Lasmi dan juga rose,


''malam itu bik Lasmi dan Doni membawa rose meninggal kan rumah peninggalan kedua orang tuanya, untuk menyelamat kan hidup rose dari kejam nya dua orang yang serakah, yang ingin menghabisi nyawanya, demi harta dan kehidupan mewah tanpa mau berusaha,


''bersambung

__ADS_1


__ADS_2