Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
rasa takut


__ADS_3

''


''


''Seperti yang sudah terencana sebelum nya, pengacara yang Daniel sewa sudah mendatangi kantor polisi, mengenai di bukanya kembali kasus kecelakaan sepuluh tahun yang lalu karna di nilai ada kejanggalan, dari pengadilan maupun kepolisian semua mengijinkan dan mengabulkan permohonan pengacara yang Daniel sewa, dua hari lagi penyidik akan mendatangi kediaman Geri sebagai saksi dan sebagai kerabat korban,


''Ini kan masih penyidikan dan kita hanya sebagai saksi, jelas Geri Paula sedikit banyak kuatir dengan surat pemberitahuan dari kepolisian,


''Hanya penyidikan sebagai saksi nanti naik jadi tersangka gimana, kuatir Paula,


''ya jangan sampai kita lakukan lagi seperti dulu, ujar Geri berkata,


''Biasanya otak mu sangat encer ini kenapa jadi takut seperti ini, lanjut Geri,


''Bagaimana tidak takut untuk saat ini kita sama sekali tidak punya senjata untuk memukul mundur musuh, anak sialan itu kabur, sedang si Arumi sekarang di jaga sangat ketat anak buah kita hampir tidak bisa menyentuh nya, lalu bagaimana dengan Darius sekertaris tak berguna itu, kalau tiba tiba muncul habislah kita, terang Paula panjang lebar,


''Di bukanya kasus ini saja sudah menjadi berita dateline, aku yakin sekali Darius melihat berita ini, dulu dia mau melawan kita tidak berani karna Arumi dan adik nya ada disini sekarang apa, lanjut Paula lagi,


'Geri terdiam membenarkan ucapan sang istri, sedikit banyak hatinya bergetar ada merasa takut, jika nanti dia di penjara kedua putrinya akan bersama siapa,,


''Kita berdoa saja ya, lirih Geri menguatkan sang istri,


''Kalau sudah seperti ini ingat berdoa kemarin kemarin kemana aja,, aku tidak yakin Tuhan berpihak pada kita, secara tidak langsung Paula sadar diri,, dirinya jahat,


anak itu pakai kabur segala sih menyusahkan saja, gerutu paula, tanpa ia sadari pembicaraan keduanya di dengar oleh paulin, putri kedua Geri yang biasa di panggil Olin, menutup mulut nya tak percaya, apa benar kedua orang tuanya terlibat kasus kecelakaan kedua orang tua Arumi,

__ADS_1


''Kamu sih coba Lina yang kamu nikahkan sama tuan Daniel semua tidak akan kacau seperti ini, Arumi masih disini bersama kita, lanjut Paula emosinya sudah mulai menguasai nya,


'Kalau sudah seperti ini sia sia kita bayar mahal para preman, ngabisin uang saja, hasil nya nol, Paula tampak sangat kesal sedang Geri sedari tadi hanya diam, sedikit banyak menyesali perbuatan nya, yang Geri pikirkan saat ini hanya nasib kedua putrinya, jika Lina sudah besar Olin masih sangat kecil sekolah nya masih belum selesai, Geri mengusap wajah nya kasar, Paula sedari tadi berdiri tak tenang,


''Olin berlari mendatangi kamar sang kakak dengan dada bergemuruh, membuat Lina bertanya tanya ada apa dengan adik nya,


''Kamu kenapa, di kejar hantu, tanya Lina penasaran, Olin diam tidak menjawab otak nya masih shock, jika yang di dengar benar, itu artinya kedua orang tuanya adalah pembunuh kedua orang tua Arumi,


''Kamu kenapa, tanya Lina melihat sang adik masih diam,


''Kak lina, apa kak Lina tau paman Gerald dan bibi Talia meninggal karna apa, tanya Olin, yang ketika itu masih sangat kecil,


''Kakak tidak tau dek, yang Kakak tau karna kecelakaan, jelas Lina


''Kamu kenapa tiba tiba menanyakan hal ini, tanya Lina lagi,


''Ya terus apa kan cuma sebagai saksi, ucap Lina yang juga tidak mengerti,


''Tapi kenapa ayah dan ibu terlihat sangat kuatir, jika orang yang bernama Darius datang membawa semua bukti ayah dan ibu bisa menjadi tersangka, terang Olin lagi, raut wajah Lina juga terlihat kuatir, ia sedikit banyak mengetahui tentang kasus itu, akan tetapi masa itu ia tidak begitu mengerti,


''Sudah lah dek kembalilah ke kamar mu ini sudah malam jangan ngaco terus, memikirkan yang enggak enggak, ucap Lina mengusir sang adik,


''Jika yang aku pikirkan benar adanya itu artinya kedua orang tua kita seorang pembunuh kedua orang tua Arumi,


''OLiN,,,! bentak Lina, jaga bicaramu, bagaimana pun ayah dan ibu orang tua kita orang yang menyayangi kita, lirih lina, dia menekankan suaranya,

__ADS_1


''Bukan seperti itu kak, jika ayah dan ibu di penjara lalu bagai mana dengan kita, lanjut Olin tampak kuatir,


''Sudah lah dek, ayah dan ibu tidak akan di penjara itu tidak akan terjadi, ayah dan ibu tidak bersalah, Lina mencoba menenangkan sang adik,


''Beneran ya kak, ayah sama ibu tidak bersalah, lirih Olin lagi,


''Malam ini hati Olin di selimuti rasa kuatir, menolak percaya dengan omongan kedua orang tuanya, apa yang di dengar nya membuat perasaan nya di selimuti rasa takut dan kuatir, takut jika keluarganya hancur,


''Sedang Lina, duduk termenung mencerna setiap kata yang adik nya ucap kan, hari ini akan tiba juga,


''flasback''


''Sayang kita sudah berhasil, menyingkirkan Talia dan Abang mu, sekarang tidak ada lagi yang menghalangi kita, untuk Menikmati harta ini semua, Paula tampak bahagia dengan keberhasilan nya merebut semua harta sepupunya, waktu itu Geri tidak begitu menanggapi ucapan istrinya, sedikit banyak ia merasa kehilangan atas meninggal nya sang kakak dan kakak iparnya,


''rencana kita berhasil, aku menjadi orang kaya sekarang, seru Paula, memasuki kamar sepupunya Talia,


semua ini milik ku, kamar mewah ini punyaku, tampak Paula tertawa seperti orang gila, disitu Lina menyaksikan semua, tanpa Paula sadari, putrinya mendengar semua,dalam batin Lina kecil menangis, tapi juga takut kehilangan kedua orang tua nya seperti Arumi dan adik nya yang masih bayi,


''flasback'' of


''Tanpa disadari Lina menitipkan air matanya, bertahun tahun hidup dalam penderitaan Arumi dan adik nya, rasa takut mulai menjalar di pikiran nya, takut jika orang tuanya di penjara,


''Sedang Paula juga sama bayangan penjara yang dingin sempit dan pengap pun seakan berseliweran di depan matanya,


''entah lah kali ini ia merasa tidak akan selamat, diam diam mengumpulkan semua perhiasan nya, uang cash juga, menyimpan nya rapi di dalam berangkas, menunggu waktu yang tepat menyerahkan semua pada putri tertuanya, Paula benar benar di ganti rasa takut akan di gin nya penjara, ini belum seberapa rasanya sudah tumbang sebelum berperang, itu lah yang Paula rasakan sekarang,

__ADS_1


''Bersambung


__ADS_2