Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
sakit perut


__ADS_3

''


''


''


''


''Baru saja hendak merebah kan tubuh nya di sofa, tempat tidur Arumi selama ini, tiba tiba perut nya terasa mulas, dengan cepat Arumi memasuki kamar mandi, melepaskan rasa mulas di perut nya,,


''Daniel yang belum tidur, melirik Arumi yang berjalan cepat menuju kamar mandi, sampai Arumi selesai Daniel tak kunjung memejam kan matanya,


''Arumi kembali merebah kan tubuh nya, sepuluh menit kemudian Arumi kembali merasakan mulas di perut nya, ia kembali ke kamar mandi dengan cepat, berulang ulang seperti itu hingga tengah malam jam sudah menunjuk kan pukul dua belas tengah malam,


''Ada apa dengan perut ku, perasaan aku tidak makan aneh aneh, kenapa jadi sakit seperti ini, Arumi memegangi perut nya masih di kamar mandi,


''Ya tuhan aku sudah tidak tahan, ini sangat menyiksa,


''Sedang Daniel tampak senang melihat Arumi tersiksa bolak balik menuju kamar mandi, di balik selimut tawa puas menghiasi bibir Daniel sampai bahu kokoh nya bergetar di balik selimut,


''Rasakan emang enak, ah,,, puas nya aku bisa menghukum mu, gadis bodoh pembangkang, batin Daniel


''Sedang Arumi sudah tidak bisa menahan nya lagi, perlahan keluar dari kamar mandi, dan keluar kamar melangkah kan kakinya turun ke bawah, di bawah sudah gelap dan sepi, dengan ragu melangkah menuju pavilion belakang dimana tempat para pelayan beristirahat,


''Tok,, tok,,


''Rumi mencoba mengetuk pintu pavilion itu, dengan cepat bik Imah membuka pintu melihat siapa yang mengetuk pintu tengah malam,


''Nona muda, dengan kaget bik Imah menunduk hormat,


''Bik bisa tolong Rumi, lirih Rumi pelan,,


''Bisa nona, apa yang harus bibi tolong,,


''Nona muda,, tampak Dira dan beberapa pelayan juga terbangun,


''nona muda ada apa malam malam begini, tanya Dira kuatir


''Toilet toilet di mana toilet, tanya Rumi cepat,


''Di sini nona tunjuk Dira, membawa Rumi menuju kamar mandi,,


''Setelah selesai, Rumi keluar dari kamar mandi yang ada di pavilion, tatapan para pelayan penuh tanda tanya dan penasaran,


''Nona anda tidak apa apa, ada apa malam malam begini datang mencari kami, bagai mana dengan tuan muda, tanya Dira penasaran,


''Dira bik Imah, Rumi minta tolong perut Rumi sakit mules sedari tadi Rumi tidak berhenti keluar masuk toilet, apa bik Imah menyimpan obat sakit perut, tanya Rumi penuh harap,

__ADS_1


''Nona kembalilah ke rumah utama, bibi akan ambil kan obat nya Dira temani nona muda dulu, Maya kamu beritahu pak bin, titah bik Imah,


''Kenapa harus memberitahu pak bin bik, Rumi merasa tidak enak harus melibat kan pria itu, membangun kan nya di tengah malam,


''Biar pak bin menghubungi dokter keluarga nona, takut nya sakit perut nona parah, jelas bik Imah merasa kuatir,


''Sesampai nya di rumah utama rumi kembali mencari kamar mandi, Dengan setia Dira menunggu di depan pintu,


''Dira di mana nona muda, pak bin juga tampak kuatir,


''Masih di dalam pak, jawab Dira


''Ambil kan air hangat selagi menunggu dokter Felly datang, titah pak bin,


''Sedang di kamar Daniel menunggu Arumi tak kunjung masuk kembali kedalam kamar, perlahan Daniel menurun kan kakinya


''Menyusah kan saja gerutu Daniel kesal, melangkah kan kakinya keluar dari kamar,


''Sesampai nya di bawah Danil melihat beberapa pelayan dan juga pak bin, berdiri di ruang tamu, sedang Arumi tampak pucat tubuh nya mulai lemas keringat dingin juga bercucuran di wajah nya,


''Ada apa ini, tanya Daniel


''Tuan muda, maaf nona muda mengeluh sakit perut, jelas pak bin, sadar sudah banyak melibat kan pelayan Daniel mulai ber akting, mendekati Arumi,


''Kenapa tidak membangun kan ku, menyentuh dahi Arumi,


''Sudah tuan, dokter sudah dalam perjalanan, jawab pak bin seakan mengerti isi kepala Daniel,


''Perlahan daniel membawa Rumi dalam gendongan nya, menaiki tangga menuju kamar nya, jika bukan karna akting Daniel tidak akan melakukan hal itu, karna pak bin adalah mata kakek di rumah nya, jelas semua gerak gerik nya pasti kakek bisa melihat dan mendengar,


''Merebah kan Arumi di ranjang king size nya, tak berapa lama dokter Felly datang,


''Daniel siapa yang sakit, tanya Felly tanpa menjawab Daniel membuka pintu kamar nya,


''Masuk dan periksalah,


''Kenapa kamu masih berdiri disini, bagai mana aku bisa me meriksa mu, ucap Felly heran melihat Daniel tidak ikut masuk


''Bukan aku yang sakit, jawab Daniel datar, Felly bingung dan heran,


''Bukan nya ini kamar Daniel, kalau bukan dia yang sakit lalu siapa, ada di kamar nya lagi, batin Felly bertanya tanya,


''Felly mengernyit kan dahinya melihat gadis yang beberapa hari lalu di rawat di rumah sakit,


''Gadis ini lagi, apa hubungan nya dengan Daniel kenapa gadis ini berada di kamar Daniel, batin Felly bertanya tanya,


''Apa keluhan nya, apa leherku masih sakit, Felly me meriksa keadaan Arumi,

__ADS_1


''Aku tidak apa apa dok hanya sakit perut, jawab Arumi pelan,


''Boleh tau apa yang kamu makan tadi, tanya Felly seraya me meriksa denyut nadi Arumi,


''Aku tidak makan hal aneh aneh dok, jawab Arumi jujur,


''banyak hal seseorang bisa mengalami sakit perut diare, bisa jadi makanan pedas, tidak higienis kurang bersih, jelas Felly,


''Aku sudah biasa makan pedas, biasanya juga tidak terjadi apa apa, sedang menu makan malam tadi tidak begitu pedas menurut ku biasa saja, jawab Arumi jujur apa adanya,


''Hanya tadi aku minum susu sebelum tidur, Arumi melihat gelas bekas susu di atas meja,


''Susu, tanya Felly,


''Arumi mengangguk pelan, Felly melihat gelas kosong bekas susu di atas meja di samping ranjang, perlahan mengambil dan mencium baunya,


'Tercium bau obat, batin Felly, mengeluarkan alat alat nya untuk memastikan bahwa susu itu mengandung obat, benar saja susu itu mengandung obat pencuci perut,


''Felly diam tidak menjelaskan detil nya, mengenai susu itu,


''Bagai mana keadaan nona muda, dokter, tanya pak bin,


''Nona muda, tak lantas menjawab Felly mengernyit kan dahinya,,


''Nona muda tidak apa apa pak hanya salah makan saja, saya sudah memberinya obat, berikan air putih yang banyak, jelas Felly,


''Niel aku ingin bicara,


''Ke ruang kerjaku saja, Felly mengikuti langkah Daniel menuju ruang kerja nya,


''Duduk lah, titah Daniel, Felly duduk di sofa bersebrangan dengan Daniel,


''Siapa gadis itu, kenapa pak bin memanggil nya nona, apa dia istri mu, tanya Felly penasaran,


''Apa aku harus menjawab nya, tentang siapa dia, lakukan tugasmu sebagai dokter, bukan sebagai wartawan pencari informasi, jawab Daniel datar tidak ingin menjelaskan siapa Arumi,


''Maaf, lirih Felly,


''Mengenai sakit perut nya aku sudah memberi nya obat, dan seperti nya seseorang telah memberinya obat pencuci perut di susu nya, jelas Felly,


''Sudah itu saja, Felly mengangguk pelan,


''Kamu boleh pergi, titah Daniel,


''Felly menunduk patuh keluar dari ruang kerja Daniel dengan perasaan masih penasaran tentang sosok Arumi, siapa gadis itu, terlalu istimewa bisa berada di kamar Daniel jika tidak ada hubungan apa apa,


''Bersambung

__ADS_1


__ADS_2