
Dengan langkah pelan Delia dan hati yang sedikit ragu Delia mengetuk pintu ruang kerja Daniel namun nampan yang di bawa nya cukup berat untuk ia bawa menggunakan tangan satu,
''Arumi yang juga ke betulan baru keluar dari kamar nya, melihat Delia sedikit kesusahan dan sepertinya membutuh kan bantuan nya,
''Biar aku saja yang ketuk, Delia menatap wajah Arumi cukup dekat lalu mengangguk pelan,,
''Tok,, tok,,
''Tok,, tok,,
''Dua kali ketukan Alan membuka pintu perlahan
''Nona muda,, Alan melihat heran kedua nona muda nya berdiri berdampingan di depan pintu,
''Aku hanya membantu adik ipar mengetuk pintu, ucap Arumi melihat Alan dengan wajah heran,
''Kak Alan Lia bawakan buah segar untuk kakak berdua, ucap Lia tersenyum manis,
''letak kan di dalam, kenapa anda yang membawa nya di mana pak bin dan pelayan yang lain, tanya Alan,
''Ada di bawah, mereka semua sedang sibuk, ini aku sendiri yang memintanya pada pak bin, jawab Delia jujur,
''Daniel melihat adik nya itu membawa buah segar, melihat intens adik nya itu Daniel merasa wajah mereka jauh berbeda, seperti bukan adik satu ayah dengan Daniel,
''Apa mungkin wanita itu berselingkuh, batin Daniel bertanya,
''Kak Daniel, panggil Lia pelan,
''Lia bawakan buah, berharap Daniel merasa senang,
''Hem letak kan saja, seperti biasa Lia sudah hafal dengan sikap dingin Daniel, membuat Delia sedikit merasa kecewa,,
''Bagai mana sekolah mu, tanya Daniel lembut,
''Baik kak, sangat baik bahkan jauh lebih baik, jawab Delia jujur,
''Bagus, belajar lah dengan rajin, jangan cepat merasa bangga dengan pencapaian mu sekarang, ucapan Danil yang lembut membuat hati Delia sedikit menghangat,, merasa senang
''Iya kak, Lia keluar dulu pamit nya lagi,
''Apa mood kak Daniel sedang baik, tidak pernah sekalipun kak Daniel menanyakan tentang sekolah ku, batin Delia sangat merasa senang, jarang sekali bertegur sapa atau bicara banyak seperti yang baru saja terjadi, kakak nya itu sangat irit bicara, mereka bertemu saat di meja makan saja,,
__ADS_1
''Delia menuruni tangga dengan senyum di bibir nya,
''Sepertinya senang sekali nona, tegur bik sari di ujung tangga, mengambil alih nampan di tangan Delia,
''Iya bik, jawab singkat Delia,,
''Ini untuk siapa bik, tanya Delia melihat bik sari membawa nampan berisi salad buah di atas nya,
''Ini untuk nona muda Arumi, jawab bik sari jujur,
''Di mana kakak ipar, tanya Delia lagi
''Ada di taman belakang, jawab bik sari lagi,
''Delia berniat menghampiri Arumi tidak salah mencoba mendekati kakak ipar nya itu,
''Kakak ipar, panggil Delia, duduk di samping Arumi yang sedang termenung memandang foto sang adik di layar ponsel nya,
''Arumi menoleh ke sumber suara, tersenyum tipis, memasuk kan ponsel nya ke saku baju nya,
''Apa yang kakak ipar lakukan disini, tanya Delia, tanya Delia
''Tidak ada hanya menikmati suasana, jawab Arumi jujur,
''Tanya apa Lia, kalau aku bisa menjawab akan aku jawab,
''Bagai mana hubungan kakak ipar dengan kak Daniel
''Maaf,,,!
''Kita semua tau seperti apa kak Daniel, manusia yang super sibuk dengan kerjanya, selain itu kak Daniel juga terkenal dingin pada semua orang termasuk aku yang notabene nya adalah adik nya, lalu bagai mana dengan kakak ipar, kalian berdua dua orang yang tidak saling mengenal, lalu menikah, tanya Delia yang sangat penasaran,
''Arumi tersenyum tipis, merasakan getir di dadanya, pernikahan ini hanya sandiwara, kalau boleh memilih Arumi ingin sekali mengakhiri drama rumah tangga ini, dan pergi mencari keberadaan sang adik, meski kakek sering kali menyuruh nya untuk tenang, karna kakek yakin keadaan rose baik baik saja,
''Seperti yang kamu lihat, kita awal nya memang dua orang yang tidak saling mengenal, yang kita lakukan saat ini adalah mencoba saling mengenal satu sama lain, jawab Arumi,
''Hanya itu,
''Arumi mengangguk pelan,
''Kakak ipar tau kak Daniel punya kekasih, Delia segera menutup mulut nya, sadar sudah melewati batas,
__ADS_1
''Maaf, melihat kearah belakang, takut pak bin mendengar ucapan nya,
''Kenapa tanya tidak jadi bertanya, lanjut kan saja bicara nya, ucap Arumi, juga penasaran,
''Maaf kak, Lia tidak bisa melanjut kan ucapan Lia tadi, anggap saja kakak ipar tidak pernah mendengar nya, lanjut delia,
''Tidak apa apa, ucap Arumi
''Oh ya,,! kakak ipar kenapa masih bekerja, tanya Delia mengalih kan pembicaraan
''Karna aku tak ingin mati kebosanan di rumah ini, jadi aku memilih untuk menyibuk kan diri setelah kuliah, jawab Arumi,
''Jika aku tak bekerja dari mana aku bisa menghidupi diriku sendiri, mungkin di rumah ini semuanya sudah terpenuhi, untuk yang lain seperti ongkos angkot jajan di kantin kampus, dari mana aku mendapatkan nya jika aku tidak bekerja, akan tetapi kakak mu yang kaya itu sudah menghancurkan harga diriku di tempat kerjaku, entah aku masih bisa bekerja atau tidak esok hari, bagai mana aku menghadapi semua,
''Aku juga terkadang merasa bosan sepanjang waktu berada di rumah, ibu selalu keluar bersama teman teman nya, jarang sekali berada di rumah, aku, ibu, kak Daniel kita bertiga hanya bertemu saat di meja makan, terang Delia,
''Kalian mungkin kurang berkomunikasi, karna kesibukan masing masing, setelah makan malam bisa kan berbincang hangat di ruang keluarga, Delia menggeleng,
''Itu jarang sekali terjadi kak, mungkin hanya saat kakek datang berkunjung saja, kita bisa duduk berbincang di ruang keluarga, terang Delia,
''Seperti nya hubungan ibu dan kakak mu kurang begitu baik, aku tak melihat kehangatan di antara nya,
''Itu memang benar kak, aku tidak tau pasti apa penyebab nya, tidak ada yang mau bercerita padaku, yang aku tau aku dan kak Daniel berbeda ibu, kami satu ayah, terang Delia lagi,,
''Aku berharap kakak ipar bisa merubah sikap dingin kak Daniel, seperti dahulu sebelum kekasih nya pergi, kak Daniel sedikit hangat pada ku dan juga ibu, lanjut Delia lagi,
''Memang nya di mana kekasih kakak mu sekarang, tanya Arumi penasaran,
''Tidak ada yang tau, kak Jessika tidak pamit pada kak daniel, mendengar cerita Delia Arumi terdiam,
''Apa kakak mu masih mencintai nya, tanya Arumi semakin penasaran,
''Tidak ada yang bisa membaca isi hati kak Daniel, hanya sekertaris ya itu yang sama dingin nya, jawab Delia,
''Jika tuan Daniel masih mencintai kekasih nya, aku akan berdoa semoga kekasih tuan Daniel segera kembali, batin Arumi,
''Apa kakak ipar cemburu, selidik Delia, Arumi tersenyum tipis seraya menggeleng kan kepalanya,,
''Kamu orang nya asik juga, semoga kedepannya kita selalu seperti ini, ucap Arumi,
''Kakak ipar juga, terimakasih kak mau mengobrol dengan ku ucap Delia,
__ADS_1
''jangan lupa tinggal kan jejak like dan komen nya, vote dan hadiah nya biar author semangat update nya,,
bersambung