
''
''
Sang penerang kehidupan sudah menampak kan sinar nya, pertanda pagi sudah tiba, saat Arumi membuka mata ia melihat ranjang Daniel sudah kosong, suara gemercik air terdengar dari kamar mandi, Arumi segera bangkit dari duduk duduk nya bergegas menyiap kan baju kantor Daniel beserta keperluan nya yang lain,
''Capat mandilah, hari ini tidak perlu datang ke kampus, hari ini aku akan menemani mu ke kantor polisi penyidik memanggil mu, untuk meminta keterangan ku, terang Daniel dengan nada datar nya, Arumi terdiam tanpa menjawab ucapan Daniel Arumi bergegas memasuki kamar mandi takut Daniel berganti pakaian di depan nya,
Tak berapa lama Arumi sudah selesai dengan ritual mandi nya, duduk di sofa mengeringkan rambut nya,
''Gantilah pakaian mu, ucap Daniel seraya duduk di samping arumi
''Memang nya kenapa dengan pakaian ku, biasanya aku memakai baju ini saat ke luar rumah, Arumi tak pernah sekali pun memakai baju yang Daniel sediakan saat beraktivitas di luar rumah, status nya sebagai istri Daniel tak ada yang mengetahui nya, karna itu Arumi tak perlu memakai pakaian mahal yang Daniel sediakan,
''Tidak usah membantah suami mu, ku bilang ganti baju mu,
''Tapi baju,,,!
''Aku tidak akan mengulang lagi ucapan ku, ucap Daniel cepat memotong ucapan Arumi,
''Dasar pemaksa gerutu arumi kesal, dengan malas Arumi mengganti pakaian nya,
''Nona biar saya bantu, Arumi di kejutkan suara Dira yang tiba tiba,
''Dira bikin kaget saja, kenapa kamu kesini, itu pria kejam masih duduk di sofa, ucap Arumi memberi tau Dira,
''Tuan Daniel sudah di bawah dan tuan menyuruh saya membantu nona bersiap, ucap Dira dengan sopan,
''Apa lagi sih mau nya,,
''Pakai baju ini nona, Dira memilih setelan untuk nona mudanya, Arumi menurut saja tanpa banyak protes, setelah selesai berganti baju Dira membantu Arumi menata rambut nya,
''Jangan di ikat nona, tuan berpesan untuk menggerai rambut anda, ucap Dira melarang Arumi yang hendak mengikat rambut nya,
''Hah yang benar saja Dira, aku tak pernah melepas rambut ku, apa lagi saat bekerja, kesal Arumi pasti nanti merasa gerah,
''Arumi memoles sendiri wajah nya dengan makeup tipis dan natural tak lupa lipstik warna pink kesukaan nya, cantik
''Nona anda sangat cantik, ucap Dira tersenyum menatap nona mudanya di cermin,
__ADS_1
''Sebentar nona, Dira kembali mencegah Arumi yang hendak keluar dari kamar nya, Dira berlari memasuki ruang ganti baju mengambil sepasang sepatu yang ada hak tinggi nya, lalu tas bermerek yang yang berjajar rapi di dalam lemari, tak pernah sekalipun Arumi menyentuh nya,
''Ini apa Dira, tanya Arumi tidak mengerti,
''ini pelengkap penampilan anda nona, masuk kan ponsel dan dompet anda di sini, tas selempang bermerek CNL
lagi Dira mengambil satu set perhiasan yang tadi di kasih Daniel dan memasangkan nya di leher Arumi anting dan juga gelang,
''Dira ini apa, tolak Arumi tidak ingin memakai nya baginya perhiasan itu sangat berlebihan,
''Nona ini perintah tuan muda, yang ingin anda memakai ini,
''Tapi Dira ini sangat berlebihan aku hanya akan pergi ke kantor polisi memenuhi panggilan penyidik, bukan mau ke pesta, tolak Arumi lagi,
''Nona tolong patuh lah, keselamatan saya ada di tangan anda, lagian ini hanya perhiasan kecil sebagai pelengkap penampilan nona ucap Dira tampak memohon,
''Apa pria kejam itu mengancam mu Dira,, yang benar saja, kesal Arumi,
Dira hanya terdiam tidak menjawab, melihat wajah Dira yang memelas membuat Arumi tidak tega,
''Arumi keluar dengan dandanan sesua yang Daniel pinta pada Dira, perlahan menuruni tangga dengan Dira yang membawa sepatu hak tinggi nya, Arumi meminta memakai sepatu itu di bawah saja tidak yakin menuruni tangga dengan sepatu hak tinggi itu,
Benar saja Daniel terpana akan sosok kelinci manis nya, benar benar make over yang sempurna sejatinya kelinci manis nya adalah berlian mahal hanya saja kurang polesan,
''Sangat sangat cantik, Daniel menjawab bisikan yang baru saja ia tangkap di telinga nya,
''Hah,,! Alan sialan kamu, jaga pandangan mu, bentak Daniel dengan sorot matanya yang tajam,
''Maaf tuan, hanya kata maaf yang bisa Alan ucap kan,
Melihat penampilan Arumi Daniel menjadi ragu untuk membawa Arumi ke luar dari rumah dengan penampilan nya itu, terlalu cantik, niat hati hanya ingin menunjukan status Arumi sebagai istrinya,
''Apa ini kakak ipar ku, seru Delia tidak percaya, wah kak Rumi cantik sekali,
''Ini berlebihan Delia, aku tidak menyukai nya, Arumi dengan terang terangan tidak menyukai penampilan nya,
''Tapi aku suka kalau hanya di dalam rumah, jika seperti ini di luar aku juga tidak suka, batin Daniel berkata, sebelum melangkah kan kakinya ke ruang kerja
''Mau kemana kamu Arumi, penampilan mu beda sekali hari ini, tanya Diana,
__ADS_1
''Mau ke kantor polisi ibu, jawab Arumi seadanya,
''Memang nya ngapain kak ke kantor polisi, tanya Delia penasaran,
''Memenuhi panggilan penyidik Delia, Arumi menjawab seadanya, membuat Delia dan Diana semakin penasaran
''Emang ada kasus apa Sik kak Rumi, tanya Delia lagi,
''penyidik hanya meminta keterangan ku, atas kasus kecelakaan mendiang ayah ku sepuluh tahun lalu,
''kejadian nya kan sudah lama kak kenapa baru sekarang di naikkan kasus nya, tanya Delia penasaran, sama juga diana yang juga sama penasaran nya
''kak Daniel mu membuka kembali kasus itu, karna di nilai ada banyak kejanggalan, seperti kecelakaan itu di sengaja,
''Jadi ada orang yang sengaja ingin membunuh ayah kak Rumi,
''Seperti nya,
''Kak rumi tau siapa orang itu,
''masih tidak dapat di pastikan Delia, tunggu keputusan penyidik siapa yang akan di jadikan tersangka,
''Apa motif orang itu membunuh ayah kak Rumi, tanya Delia iya semakin penasaran,
''Harta mungkin, jawab Arumi mengingat paman dan bibik nya menguasai semua aset milik ayah nya dan tak membiarkan Arumi tinggal dengan nyaman di rumah nya sendiri,
''Memang siapa yah kak Rumi, Delia melihat Arumi tak sesederhana yang terlihat,
''Gerald Orlando, jawab Arumi,
''Gerald Orlando, jadi gadis ini putri dari Gerald Orlando, sahabat mendiang ayah nya Daniel orang yang menyayangi Daniel layak nya anak kandung, jadi karna itu Daniel menikahi gadis ini, dan sekarang membantu nya membuka kembali kasus kecelakaan ayah nya, bagai mana dengan Jessica, gadis itu malah tidak ada kabar nya, batin diana geram Diana juga kaget mendengar Arumi putri dari Gerald Orlando,
''Kalian belum sarapan, suara berat Daniel mengaget kan semua orang,
''Mana mungkin kami sarapan tanpa mu Niel, kami menunggu mu, jawab Diana ramah, kemudian mengambil piring kosong Daniel berniat menyendok kan nasi
''Biar istriku yang melakukan, tolak Daniel, senyum terpaksa Diana ia perlihatkan seraya menyodorkan piring kosong Daniel ke arah Arumi,
''Arumi mengambilkan nasi dan lauk nya untuk Daniel, seperti biasa melayani suami di meja makan,
__ADS_1
''Terimakasih sayang ucap Daniel
''Bersambung