Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
telur gajah


__ADS_3

''


''


''


''meski sikap nya masih dingin dan datar, namun Daniel tak lagi menghukum Arumi seperti biasanya, namun kejahilan Daniel masih sama,


''Bantu aku berpakaian, suara Daniel menghentikan Arumi yang hendak ke luar dari ruang ganti baju,


''Maaf tuan anda kan bisa berpakaian sendiri, tolak Arumi,


''Berani keluar dapat hukuman,


''Maaf tuan sepertinya saya sudah kebal dengan semua hukuman anda, jadi saya terima hukuman nya saja, tanpa rasa takut sedikit pun Arumi seakan menantang Daniel,


''Baik lah terima hukuman mu sekarang juga, perlahan Daniel menghampiri Arumi yang berdiri di ambang pintu, Arumi hanya diam mematung, perlahan Daniel menutup pintu lalu dan berbalik menatap Arumi,


''Tuan mau apa, tanya Arumi,


''Mau menghukum mu, bukan kah kamu memilih hukuman, dari pada membantuku mengenakan pakaian, seru Daniel, seraya menarik ujung handuk yang melilit di pinggang nya,


''Tu tuan mau apa, tanya Arumi melihat Daniel yang ingin melepas handuk nya,


''Mau apa lagi mau menghukum mu, jawab Daniel cuek, Arumi melihat tangan Daniel masih memegang ujung handuk nya, sudah dapat di pastikan jika Daniel melepas pegangan tangan nya handuk itu pasti terlepas, Daniel semakin mendekat,


''Tuan berhenti disitu, teriak Arumi, namun Daniel tidak menghiraukan nya semakin maju mendekat sambil tersenyum jahat, Arumi mulai cemas, melihat Daniel semakin mendekat,


''Tuan mari aku bantu pakai baju saja, ucap Arumi berubah pikiran,


''Sudah terlambat, jawab Daniel datar,


''Kamu sendiri yang memilih hukuman, tadi aku juga mendengar kamu sudah kebal dengan hukuman ku, Daniel perlahan melepas genggaman handuk nya handuk itu dengan perlahan mulai melorot luruh ke lantai,


''Tuan apa yang anda lakukan, teriak Arumi menutup kedua matanya dengan tangan, dua kali sudah Arumi melihat belalai gajah bergelantungan,


''Daniel berdiri tepat di hadapan Arumi tanpa pakaian nya, alias toples,


'arumi mencoba mengintip dari celah jarinya,


''Dasar pria kejam gila, maki Arumi tanpa sadar,


''Berani sekali kamu memaki ku, Daniel mendekat kan wajah nya ke wajah Arumi yang tertutup kedua tangan nya, dapat Arumi rasakan hembusan nafas Daniel yang hangat menerpa kulit jari jari nya,


''Iblis kejam dia sudah sedekat ini, Arumi semakin panik di buat nya,


''Enyah lah kau iblis kejam, teriak Arumi di barengi dengan sebuah tendangan,

__ADS_1


''Buuk,,


''Aaaaaa,,,,,!


''Tendangan Arumi tepat mengenai belalai gajah Daniel,


''Gadis gila sialan, kau menendang masa depan pewaris ku, teriak Daniel di sela ringisan nya,


''Sedang Arumi bergegas meninggal kan ruang ganti baju dengan Daniel yang merintih kesakitan, Daniel luruh ke lantai tertunduk kesakitan,


''Bagai mana ini, pasti pria kejam itu semakin murka aku sudah melenyap kan belalai gajah nya, apa belalai gajah nya sudah mati apa hanya pingsan, Arumi berjalan mundur mandir, tidak ada pergerakan dari ruang ganti baju, juga tidak ada tanda tanda seseorang akan keluar, hanya rintihan Daniel terdengar memilukan,


''Arumi perlahan mengintip dari balik pintu, apa yang terjadi dengan Daniel kenapa diam tidak ada reaksi, tampak Daniel meringkuk masih belum mengenakan pakaian nya,


''kenapa diam saja apa dia mati, batin Arumi,


''Tu tuan,,! tuan, panggil Arumi beberapa kali namun tidak ada jawaban, Arumi panik perlahan keluar dari kamar nya mencari bantuan, dengan cepat menuruni tangga, tepat di ujung tangga pak bin sedang lewat,


"Pak bin, panggil arumi,


"Ya nona, jawab pak bin, melihat ke arah ruang tamu ada Delia dan ibu nya tidak mungkin Arumi mengatakan yang sebenar nya,


"Pak bin kemari ikut aku Arumi menarik tangan pak bin dengan cepat menaiki tangga,


"Nona tunggu bisa lepaskan, saya bisa jalan sendiri, tolak pak bin cepat menarik tangan nya,


"Nona bisa katakan ada apa, pak bin menghentikan langkah nya begitu sampai di ujung tangga, tampak ragu Arumi mengatakan,


ada apa dengan tuan muda, tanya pak bin mulai panik seraya mengeluarkan ponsel nya dengan cepat, menghubungi sekertaris Al,


"Di mana tuan, tanya pak bin mencari keberadaan Daniel,


"Di dalam, menunjuk ruang ganti baju,


"Tuan anda tidak apa apa, tanya pak bin menghampiri Daniel masih meringkuk menahan sisa sakit dari tendangan Arumi,


"Pak tolong, suara lirih Daniel, tak sampai lima menit Alan juga sudah berada di kamar Daniel,


"Ada apa dengan tuan nona, tanya Alan dengan panik,


"Lihat sendiri, Alan bergegas menuju ruang ganti baju,


"Sekertaris Al, tolong ambil kan selimut, ucap pak bin, keadaan Daniel masih toples,


"Alan dan pak bin membawa Daniel ke atas ranjang,


"Nona bisa di jelaskan apa yang terjadi kenapa anda tidak menolong tuan muda, tanya pak bin dengan cepat,

__ADS_1


"Bagaimana aku menolong nya pak, pria gila itu tidak pakai baju, pria gila beo pak bin bertanya,


"Tuan muda suami anda nona, kenapa masih malu jika tuan muda tidak memakai baju, ucap pak bin lagi,


"gadis bodoh itu menendang aset ku pak, sepertinya telur nya sudah pecah rasanya sakit sekali, sela Daniel dengan suara serak masih menahan sakit,


"Pria gila itu mau memperkosaku pak, aku tidak sengaja aku hanya ingin menyelamat kan diri, ucap Arumi membela diri, pak bin dan Alan menghela nafas berat nya mau tertawa atau kasian pada Daniel, tidak tau,


"Memperkosa apa tuan dan nona selama ini belum pernah melakukan nya, batin pak bin bertanya, sedang Alan biasa saja dia sudah mengetahui drama rumah tangga tuan muda nya,


"sedang Arumi mencerna ucapan Daniel yang mengatakan telurnya pecah,


"Jadi gajah itu sedang bertelur, dan terlur gajah itu sekarang pecah, memikirkan hal itu Arumi pusing sendiri,


"Apa rasanya masih sakit tuan, tanya Alan pelan,


"Aku sudah lebih baik kamu pergilah, lirih daniel,


"Anda yakin, Daniel mengibaskan tangan nya, pak bin dan Allan keluar dari kamar tuan mudanya, setelah memastikan semua nya sudah baik baik saja,


"Kesini kamu, titah Daniel menunjuk Arumi menyuruh nya mendekat,


"Duduk, Daniel menepuk sisi ranjang yang kosong


"Saya berdiri saja tuan, tolak Arumi


"Jangan membantah ku, ucap Daniel mengeraskan sedikit suaranya,


"Baik tuan, perlahan Arumi duduk membelakangi di samping Daniel,


"Sini,,,! Arumi sedikit bergeser dan menyamping, tidak berani menatap mata Daniel yang tajam,


"Kenapa kamu menendang ku tadi, Daniel menatap tajam Arumi,


"Maaf tuan saya tidak sengaja saya hanya menyelamat kan diri,, lirih Arumi,


"Menyelamat kan dari apa, tanya Daniel lagi,


"Dari tuan yang ingin memperkosaku


"Cih,,! sudah ku bilang aku tidak berselera dengan tubuh mu ini,


"tiba tiba terdengar ketukan pintu dari luar,


"buka,,! titah daniel datar,


"Arumi membuka pintu kamar nya rupanya pak bin membawa nampan berisi air putih dan beberapa obat pereda nyeri,

__ADS_1


"Nona berikan obat ini pada tuan, ucap pak bin seraya memberikan nampan itu,


"Iya, terimakasih pak, ucap Arumi,


__ADS_2