Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
tempat ternyaman,


__ADS_3

''


''


Arumi terbangun dari tidur nya, rasanya dia sedang bermimpi sangat indah bisa tidur di ranjang yang empuk dan nyaman, tapi saat membuka mata Arumi linglung ini masih ber mimpi atau nyata,


''Aku masih bermimpi ya, kok beneran tidur di ranjang, seingat ku tadi aku tidur di sofa, gumam Arumi mengacak ngacak rambut nya,


''Kamu sudah bangun, suara berat Daniel mengagetkan Arumi,


''Ini tidak mimpi ini nyata, dalam mimpiku tadi pria kejam itu tidak ada, kalau dia muncul di mimpiku itu akan menjadi mimpi buruk bisa jadi dia membunuh ku,


''Bersiap lah kita akan kembali lagi ke kantor polisi, Daniel berkata lembut meski tanpa melihat Arumi,


Arumi tak bergeming dari tempat nya cukup lama, melihat tidak ada pergerakan Daniel menoleh melihat apa yang terjadi,


''Kenapa belum bersiap juga, malah bengong, seru Daniel seraya berdiri menghampiri arumi


''Tuan bukan nya aku tadi tidur di sofa kenapa bisa pindah ke sini, tanya Arumi heran


''Kamu jalan sendiri saat tidur, jawab Daniel cepat,


''Mana ada aku gak percaya, aku tidak pernah seperti itu, jawab Arumi tidak percaya dengan yang di ucap kan Daniel,


''Cepat lah kita akan ke kantor polisi lagi, apa kamu tidak ingin melihat Paman dan bibi mu jadi tersangka,


''Apa kita datang lagi ke kantor polisi hanya untuk melihat itu,


''Tidak penyidik masih ada yang di tanyakan pada mu, cepat lah, ucap Daniel lagi melihat Arumi banyak bicara,

__ADS_1


''Iya iya pelan pelan aja suaranya gak usah ngegas, jawab Arumi dengan ketus,


Setelah selesai istirahat di hotel, Daniel sengaja membawa Arumi ke hotel terdekat dengan Polda untuk beristirahat, mengingat penyidik belum selesai memberikan pertanyaan, menjelang sore Daniel membawa Arumi kembali ke Polda,


''Tunggu di sini, Arumi turun dari mobil saat masih di depan hotel, melihat ada Abang Abang pedagang cilok Arumi menghampiri nya, membeli jajanan kesukaan nya, setelah selesai Arumi kembali ke mobil,


''Belilah jajanan yang sehat, itu di pinggir jalan tidak higienis, seru Daniel melihat Arumi begitu lahap,


''Anda tau apa tuan, anda tidak akan pernah merasakan nikmat nya jajanan ini, jawab Arumi memasuk kan colok kedalam mulut nya,


Daniel diam tidak menjawab ucapan Arumi Daniel Lang sung menyalakan mesin mobil nya, dan bergegas menuju Polda,


sesampai nya di Polda rupanya sudah ada pengacara Daniel dan Allan,


''Nona ada yang ingin saya bicarakan terlebih dulu dengan anda, ucap pengacara itu


''Nona jika saja nanti paman dan bibi anda meminta untuk mencabut laporan atau tidak melanjutkan kasus ini tolong jangan mau nona, pikirkan masa depan adik anda dan juga anda, banyak yang sudah menjadi korban dengan kejahatan paman dan bibi anda, terlalu banyak orang yang di rugikan, saat nya kita mencari ke Adilan untuk mereka dan yang paling utama keadilan untuk keluarga anda, jelas pengacara panjang lebar,


''Saya mengerti pak, jawab Arumi,


''Itu bagus nona memang seharusnya seperti itu, dan satu lagi anda jangan berubah pikiran jika nanti bertemu dengan paman dan bibi anda, ucap pengacara itu lagi,


Setelah nya Arumi Daniel mulai memasuki Polda, di ikuti Alan dan pengacara, begitu sampai di dalam pengacara Paula menghampiri Arumi, rupanya mereka sudah menunggu kedatangan Arumi,


''Nona Arumi, panggil pengacara Paula, nyonya dan tuan Geri adalah paman dan bibi anda nona, apa anda tega melihat nya di penjara,


''Kenapa tidak,, paman dan bibi ku juga tega melihat adik kecil ku hanya minum air putih ketika masih bayi yang seharusnya masih minum susu, mereka seakan buta dengan keadaan ku, bahkan mereka menikmati harta ayah ku dengan bebas, ucap Arumi sinis,


''paman dan bibi anda masih punya dua putri nona, yang juga sepupu anda, apa lagi nona Olin yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah nya, terang pengacara Paula,

__ADS_1


''Kenapa tidak bekerja, setahuku Lina sudah lulus kuliah, sedang Olin usianya sudah lebih dari cukup untuk bekerja,, jawab Arumi lagi,


''Nona Olin masih satu SMA nona mana mungkin bisa bekerja, sedang nona Olin juga masih sekolah,


''Kenapa tidak bisa, aku dulu bahkan masih kelas dua SMP aku sudah bekerja, berjualan kue saat di sekolah, dan saat usiaku seperti Olin aku sudah bekerja di restoran, jika aku tidak bekerja adik ku tidak bisa minum susu, di mana klien anda jangankan perduli pada ku melihat ku saja mereka enggan, bayangkan sepuluh tahun aku tinggal di rumah ku ayahku mereka tidak mengijinkan ku keluar-masuk melalui pintu depan, bahkan pelayan di rumah itu,, tidak seperti ku mereka bebas keluar masuk melalui pintu mana pun yang mereka mau, Arumi bicara penuh emosi, dadanya naik turun menahan emosi, hidung nya kembang kempis menahan tangis,


''Sekarang anda memintaku untuk me maaf kan klien anda, bahkan setelah mereka merencanakan pembunuhan kedua orang tua ku, dan merebut perusahaan nya, pikirkan jika itu terjadi pada anda, melihat kondisi Arumi Daniel segera memeluk nya dan memerintah kan Alan dan pengacara nya untuk mengusir pengacara Paula,


''Sudah diam lah ada aku disini, jangan takut lagi, mereka tidak akan bisa menyakitimu dan adik mu, aku akan selalu menjaga dan melindungi mu, menangis lah jika kamu ingin menangis, tangis Arumi semakin pecah, begitu merasakan tempat nyaman untuk bersandar mengikis kesedihan nya, sayang terlalu larut dalam kesedihan Arumi tidak begitu mendengar ucapan Daniel Arumi juga tidak sadar siapa yang memeluk nya memberinya kenyamanan,


''Mereka sudah Jahat sekarang mereka meminta untuk di maaf kan, di mana hati nurani mereka,


Daniel memberi usapan lembut di punggung Arumi yang bergetar, membuat Arumi semakin menyembunyikan wajah nya kedalam ceruk leher Daniel, dapat Daniel rasakan lehernya basah oleh air mata arumi, Alan datang membawa satu botol mineral dirasa Arumi sudah lebih tenang Daniel melepas pelukan nya, memberikan saputangan dari saku jasnya untuk Arumi mengelap sisa sisa air mata nya,


''Kamu sudah lebih baik sekarang, Arumi mengangguk pelan,


''Minum dulu air nya, Daniel membuka penutup botol dan memberikan nya pada Arumi penuh ke lembutan,


''Tuan Alan,, jauh dari pikiran saya, tadinya saya takut nona Arumi memaafkan mereka dengan hatinya yang baik itu, rupanya aku salah, ucap pengacara itu,


''Hem,, aku pun berpikir hal yang sama, ternyata nona Arumi, lebih dari yang kita pikirkan, mungkin ini perasaan yang terpendam bertahun tahun, ucap Alan,


''Tuan Erik terimakasih karna sudah melakukan yang terbaik untuk nona Arumi, ucap alan pada pengacaranya,


''asama sama tuan ini memang sudah menjadi tugas saya, membela kebenaran, ucap Erik pengacara Daniel,


Arumi jauh lebih tenang meski masih terlihat diam tidak banyak bicara Daniel tidak beranjak dari tempat duduk nya senantiasa menemani Arumi, sampai penyidik memanggil nya,


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2