
''
''
''
''
''Setelah di periksa dokter, Arumi merasa perut nya sudah membaik, rasa mulas yang melilit sudah tak di rasakan nya lagi, perlahan bangun dan duduk dari ranjang kesayangan Daniel, ingin segera pindah ke sofa, meski Daniel sendiri yang membawa nya ke sofa,
''Arumi menatap gelas kosong bekas susu, dokter Felly sempat memeriksanya, susu yang Dira bawa untuk nya, dengan alasan menetralisir lambung sehabis memakan makanan pedas, tapi telur balado tadi tidak lah pedas, hanya warnanya saja yang penuh cabe, apa mungkin susu itu mengandung racun atau sudah tak layak konsumsi, tapi tidak mungkin, sebab Daniel juga sempat meminta segelas susu,
''Ah mungkin aku salah makan yang lain nya, tidak mungkin makanan di sini tidak higienis atau tidak layak konsumsi, batin Arumi seraya berdiri menuju sofa,
''Merebah kan tubuh nya ke sofa, lelah setelah bolak balik kamar mandi, tubuh nya juga lemas,
''Tak berapa lama Daniel memasuki kamar nya, melihat ranjang nya sudah kosong, berjalan menuju ruang ganti baju, mengambil selimut dan dan bad cover, melepas sprei melapisi ranjang nya dengan bad cover baru, dan juga mengganti selimut,
''Menyusah kan saja, awas saja aku akan menghukum mu untuk ini, karna membuat ku mengganti bad cover malam malam, Daniel kembali menyeringai, tersenyum licik seakan belum puas sudah membuat Arumi sakit perut,
''Daniel perlahan melepas speri melapisi ranjang nya dengan bad cover, dan bersiap menjemput mimpinya,
''
''
'' jam sudah menunjuk kan pukul lima pagi, dering alarm dari ponsel Arumi berbunyi nyaring, memaksa Arumi untuk sadar dari alam mimpinya,
''Perlahan bangun dan duduk mengumpul kan sisa nyawanya yang masih terbuai mimpi, beberapa kali menutup mulut nya menguap menahan kantuk yang masih melekat, Arumi berjalan menuju kamar mandi, melihat selimut dan sprei yang Ter onggok di lantai,
''tanpa ingin tau kenapa Arumi melanjutkan langkah kakinya menuju kamar mandi, tiga puluh menit kemudian Arumi sudah selesai dengan acara mandi nya, bergegas menuju ruang ganti baju sekaligus menyiap kan baju kerja Daniel,
''Jam sudah menunjuk kan jam enam tepat, waktunya Daniel bangun , benar saja ketika Arumi keluar dari ruang ganti baju Daniel sudah duduk di pinggiran ranjang, melihat itu Arumi segera menyiap kan air mandi Daniel mengisi bak mandi dengan air hangat,
''Tuan air mandi nya sudah siap, suara Arumi terdengar pelan, tanpa menjawab Daniel bergegas menuju kamar mandi, sedang Arumi memunguti sprei dan selimut yang teronggok di lantai,
''Perasaan ini bersih, pelayan baru menggantinya kemarin pagi, kenapa di ganti, apa karna bekas aku tiduri tadi malam, batin Arumi bertanya,
''Tak berapa lama kemudian Daniel sudah selesai dan sudah rapi dengan setelan kantor nya,
__ADS_1
''Pakai kan kaos kaki dan sepatuku, titah Daniel duduk di pinggiran ranjang sembari memakai jam mahal nya,
''Ini mah pelayan berkedok istri, jika hanya bersandiwara di depan orang lain seharusnya aku tidak perlu melakukan semua ini, kesal Arumi dalam hati,
''Apa kamu tidak bisa pelan pelan, apakah hukuman tadi malam masih kurang, suara Daniel pelan namun penuh ancaman,
''Hukuman tadi malam, apa yang mana, batin Arumi mengingat kejadian semalam,
''Dasar bodoh, Daniel keluar meninggal kan Arumi dengan pikiran nya,
''Arumi mengambil tas ransel nya bergegas turun menyusul Daniel, rupanya di meja makan hanya ada Delia dan ibunya,
''Di mana pria gila itu, kenapa tidak ada apa dia sudah pergi, Arumi berdiri mematung tak jauh dari meja makan,
''Nona sarapan duluan, tidak usah menunggu, tuan muda masih ada pekerjaan di ruang kerja nya, pak bin menghampiri Arumi seakan mengerti apa yang Arumi pikir kan, Arumi mengangguk pelan,
''Kenapa kamu selalu memakai pakaian seperti ini saat di kampus, bukan kah Daniel sudah menyediakan pakaian banyak dan mahal untuk mu, sinis Diana, bertanya namun nadanya terdengar mengejek,
''Karna saya lebih nyaman dengan pakaian seperti ini, jawab Arumi,
''Jelas lebih nyaman karna kakak ipar tidak terbiasa memakai pakaian mahal, berbeda dengan ku yang sudah memakai pakaian mahal sejak lahir, sela Delia seakan menyindir sang ibu, semenjak Delia tau dia punya kakak selain Daniel Delia sedikit menjauhi ibunya, sedang Arumi hanya tersenyum tipis tidak terlalu menanggapi ucapan Delia,
''Diana terdiam, sadar dirinya bukan kaya sejak lahir, sebelum menikah dengan ayah nya Daniel Diana harus banting tulang mencari pekerjaan,
''untuk apa lagian yang tau aku istrinya Daniel Radcliffe Luis hanya penghuni rumah ini, tidak untuk orang di luaran sana, tidak perlu pakaian mahal dan mewah untuk orang menghormati kita, cukup dengan sikap dan perilaku, pakaian mewah belum tentu mencerminkan sikap dan perilaku baik seseorang, ucapan Arumi seakan menyindir Diana dan putri nya, membuat Diana mengepal kan tangan nya di bawah meja
''Jika tidak ada pak bin, ingin rasanya diana menampar mulut Arumi,
''Rasa nya tidak ada mod untuk sarapan, arumi memilih menyudahi sarapan nya,
''Nona anda belum menghabiskan sarapan Anda, suara pak bin menghentikan Arumi yang hendak berdiri dari duduk nya,
''Saya sudah kenyang pak rasa nya sudah tidak berselera, jawab Arumi jujur apa ada nya,
''Apakah anda meng ingin kan sarapan yang lain, biar koki membuat kan nya, untuk anda,
''Tidak usah pak saya terburu buru, jawab Arumi melihat jam yang melingkar di tangan nya,
''Tapi nona, Arumi keburu berlari keluar, tidak mendengarkan ucapan pak bin,
__ADS_1
''Dasar wanita aneh, punya suami kaya tapi memilih hidup susah, batin Diana, melihat punggung Arumi yang menghilang di balik pintu,
''Daniel baru saja turun dari atas, bersama Allan sang asisten or sekertaris nya,
''Nona sudah pergi tuan baru saja,
''Biarkan saja pak,
''Daniel melangkah keluar rumah, menuju mobil nya yang sudah siap, melaju menuju kantor
'' Siapa itu Al, tanya Daniel saat melewati Arumi yang seperti nya di jemput seseorang,
''Teman nona kuliah tuan, jawab Allan,
''Bagai mana dengan adik nya apa sudah ada kabar, tanya Daniel lagi,
'' Belum tuan, sepertinya pelayan itu membawa adik nona meninggal kan kota ini, dan sepertinya bukan hanya anak buah ku yang mencari keberadaan nya, tapi orang orang om Johan juga, jelas Allan,
'' Apa kamu yakin,
"yakin tentang apa tuan, tanya Allan,
"Adik wanita itu, yang meninggal kan kota ini, dan apa pelayan itu apa dia orang baik, jelas Daniel,
"Sepertinya pelayan itu orang baik tuan, dia adalah pengasuh nona muda ketika kecil, jelas Allan,
"Aku hanya tidak habis pikir, sedikit tidak percaya kalau gadis bodoh itu putri dari tuan Gerald Orlando, orang yang sangat pintar dan pandai dalam berbisnis, seperti tidak mungkin beliau punya putri semacam itu,
"Setau saya nona muda bisa masuk universitas nya sekarang, itu karna biaya siswa, sepuluh dari seribu siswa yang mendaftar untuk bisa masuk ke universitas itu tuan, jelas Allan ingin mematahkan kata bodoh Daniel, nyatanya Arumi sangat pandai dan pintar, Daniel hanya tersenyum sinis, maksud Daniel bukan akademik nya yang bodoh, tapi istri ya itu sedikit lelet tulalit saat di rumah, Daniel selalu mengulang katanya bahkan tak jarang membentak Arumi,
Daniel berperang dengan pikiran nya, seakan kehidupan Arumi sudah menarik perhatian nya, tanpa Daniel sadari
"Sedang Arumi, merasa senang pagi ini sang sahabat menjemput nya, untuk pergi bersama ke kampus,
"Terimakasih bestie ucap Arumi senang,
"
"
__ADS_1
"
bersambung,