Terjebak Pernikahan Pria Kejam

Terjebak Pernikahan Pria Kejam
sudah biasa


__ADS_3

''


''


''


''


''hari sudah mulai gelap, dengan berat hati Arumi meninggal kan, tempat pemakaman, berdiri di tepi jalan menunggu taksi pesanan nya datang, tak berapa lama taksi itu datang juga, arumi menaiki nya, taksi itu melesat membawa Arumi ke rumah mewah tuan suam nya, diam merenung, tanpa memikirkan hari semakin gelap, Daniel pasti sudah berada di rumah, sedang Arumi masih berada di perjalanan, tak berapa lama taksi sudah berada di depan pintu gerbang, perlahan Arumi turun,


"Nona kenapa baru pulang, tuan sudah menunggu sejak lama, Dira menanti kedatangan Arumi,


"Kenapa kamu di sini Dira, alih alih menjawab, Arumi balik bertanya pada sang pelayan,


''Pak bin menyuruh saya menunggu nona disini, suara Dira tampak sedikit kuatir, takut tuan nya Daniel marah, karna menunggu lama,


''sedang Arumi cuek, sudah biasa jika dia akan mendapat kan hukuman, suami nya itu tidak akan pernah mendengar kan alasan Arumi apa pun itu, sama sekali tidak ada toleransi,


''Aku bisa sendiri dira, kamu kembalilah, ke belakang, tolak Arumi ketika Dira ingin membantunya,


''Tidak apa apa nona biar saya membantu anda, lagian tuan Daniel tidak ada di kamar beliau sedang berada di ruang kerjanya bersama asisten Allan, Dira juga menolak


''Tidak Dira, kekeh Arumi tidak ingin di bantu, tepat nya tidak ingin Dira melihat nya jika Daniel menghukum nya,


''Tapi nona,,


''Kembalilah,


''Baik nona,, perlahan Dira meninggal kan Arumi di ujung tangga, sedang Arumi melanjut kan langkah kaki nya, menaiki tangga menuju kamar,


''Bagus baru datang jam berapa ini, seperti nya kamu menyukai hukuman ku, suara berat Daniel menghentikan pergerakan Arumi yang baru saja membuka pintu,


''Maaf tuan saya baru saja dari pemakaman, lirih Arumi semoga Daniel mengerti,


''Memang nya siapa yang mati, atau kamu memesan tempat untuk dirimu sendiri, mendengar ucapan Daniel Arumi mulai geram,


''Saya dari makam kedua orang tua saya tuan, jawab Arumi,


''O ya,, kamu tau kan hari sudah gelap kenapa tidak segera pulang dan menyambut ku, atau kamu ingin menginap di makam kedua orang tua mu, dengan senang hati aku akan mengantar ku, tidur di sana malam ini,


''Maaf tuan saya mau mandi, tidak ingin berdebat dengan Daniel Arumi memilih mandi membuat Daniel kesal, Arumi seperti tak menghiraukan ucapan nya,

__ADS_1


''Tunggu saja hukuman apa yang akan aku berikan, seringai licik Daniel,


''Ya tuhan kenapa ada manusia semacam itu, tidak punya hati dan perasaan, aku kan dari makam, bukan keluyuran, itu pun mau menghukum ku, gerutu Arumi kesal, berlama lama di kamar mandi, hati kecil mengatakan tak ingin bertemu dengan Daniel, manusia kejam menurut Arumi,


''Cepat lah, kamu tidur ya di kamar mandi, Daniel menendang pintu kamar mandi, membuat Arumi mengelus dada nya kaget,


''ceklek..!


''Saya sudah selesai tuan, lirih Arumi melewati Daniel yang berdiri di depan pintu ber kecak pinggang ,,


''Daniel semakin kesal dengan tingkah Arumi yang tak menghiraukan nya,,


''Kenapa tuan ikut kemari, saya mau ganti baju, keluar lah dulu, usir Arumi melihat Daniel mengikutinya sampai ke ruang ganti baju, sedang Daniel merutuki diri nya sendiri,


''Kenapa aku jadi mengikutinya, gumam Daniel meninggal kan ruang ganti baju,


Tok,,,tok,,,!


Daniel membuka pintu ketika mendengar ketukan dari luar,


"Tuan makan malam sudah siap, rupanya pak bin yang datang,


"Sebentar lagi kami akan turun, jawab Daniel, tak berapa lama Arumi sudah selesai, tinggal merapikan rambut panjang nya,


"Ya,, jawab singkat Arumi,


"Dia nie..! semakin hari semakin berani melawan ku, awas kamu tunggu saja hukuman ku,


"Cepat lah aku sudah lapar, sentak Daniel,


"Ya tuan saya sudah selesai, jawab Arumi berjalan melewati Daniel,


"Tunggu, jangan harap kamu bisa lepas dari hukuman ku, bisik Daniel melewati Arumi dan keluar dari kamar nya,


"Hukuman hukuman, tidak habis habis dengan hukuman,


"Di meja makan rupanya hanya ada Delia, sedang diana tak tampak batang hidung nya, seperti biasa Daniel hanya diam tanpa mau bertanya pada sang adik di mana ibu nya, lanjut makan tanpa ada yang bersuara,


"Melihat Arumi menyukai masakan pedas membuat Daniel punya ide licik untuk menghukum Arumi, lanjut menikmati makanan nya hingga selesai,


"Pak bin, tolong buat kan aku susu titah Daniel, sesaat sebelum meninggal kan meja makan,

__ADS_1


''Tumben kak Daniel minum susu biasa nya tidak pernah, Delia mengernyit heran,


''O iya kakak ipar,, menekan kata kakak ipar,


''Aku sedikit penasaran kenapa kemarin kakak ipar bisa sampai bergeser tulang leher nya, Delia menatap Arumi penuh penasaran,


''Tidak apa apa, Arumi enggan menjawab,


''Jangan bilang karna kak Daniel mencekik leher kakak ipar, ucap Delia seakan bisa menebak,


''Kalau itu karna cekikan kakak mu, itu artinya kakak mu sudah melakukan kdrt, dan itu artinya aku bisa melaporkan nya ke polisi, bukti aku sampai dirawat juga ada, aku sudah menjelaskan, aku rasa kamu pasti sudah mengetahui, jadi tidak perlu lagi bertanya kenapa jawab Arumi dingin, hanya pelayan yang bisa bersikap hangat dengan Arumi tidak dengan yang lain,


''delia tampak geram mengepal kan tangan nya dengan kesal, wajah nya bersungut merah,


''Pak bin biar aku saja yang bawa susu nya, pinta arumi


''Tidak nona, biar saya saja ini menjadi tugas, tolak pak bin,,


''Arumi melangkah kan kaki nya meninggal kan meja makan, menyusul Daniel yang Lebih dulu pergi,,


''sedang pak bin melangkah kan kakinya menuju ruang kerja Daniel membawa susu pesanan nya,


''daniel tersenyum tipis melihat pak bin membawa nampan berisi segelas susu,


''Tuan, sapa pak bin dengan pelan meletak kan susu hangat itu di atas meja,


''Tuan, biasa nya tuan muda tidak pernah minum susu, tanya pak bin hati hati,


''Tiba tiba aku ingin meminum nya,, jawab cepat,


''Pak,,


''Ya tuan,,


''Tadi setelah aku meninggal kan meja makan, sepertinya ada perdebatan kalau gak salah aku sedikit mendengar nya, tanya Daniel ingin tau,


''Nona Delia hanya bertanya, penyebab tulang leher nona Arumi kenapa sampai bisa bergeser, jawab pak bin jujur, tak ingin bertanya lagi Daniel sudah tau Arumi tidak akan menceritakan yang sebenar nya terjadi, seperti jawaban nya pada kakek, saat kakek bertanya,,


''Pak bin boleh keluar, titah Daniel merasa sudah tidak memerlukan bantuan pak bin lagi,


''Baik tuan, saya permisi selamat malam, jangan terlalu larut, cepat lah beristirahat, ucap pak bin sebelum meninggal kan ruang kerja Daniel,

__ADS_1


bersambung


__ADS_2